Mendung tebal menggantung di atas kota ketika Merpati Boeing 737 dengan nomor penerbangan MZ 617 dari Bali yang kutumpangi hendak mendarat di Bandar Husein Sastranegara, Bandung. Setelah satu jam dari Surabaya, aku harus transit di sana 30 menit, kami tiba juga. Dari atas, Bandung terlihat sangat padat dengan bangunan. Ketika hendak mendarat, pesawat itu sepertinya sangat dekat dengan rumah-rumah, kantor, masjid, bahkan makam di sekitar bandara.
Melihat dekatnya bandara dengan pemukiman, aku jadi ingat kecelakaan pesawat di Medan dan Solo beberapa waktu lalu. Kalau tidak salah, salah satu alasan kecelakaan itu adalah karena dekatnya bandara dengan perumahan penduduk. Jadi, menurutku, bandara di Bandung masuk kategori berisiko karena dekatnya dengan permukiman warga. Aneh juga ya. Bukannya kota ini adalah pusat orang-orang pintar di bidang hal-hal semacam ini. *Aduh, kok nglantur..*