Mau Makan di Tempat atau Bungkus?

Mendung tebal menggantung di atas kota ketika Merpati Boeing 737 dengan nomor penerbangan MZ 617 dari Bali yang kutumpangi hendak mendarat di Bandar Husein Sastranegara, Bandung. Setelah satu jam dari Surabaya, aku harus transit di sana 30 menit, kami tiba juga. Dari atas, Bandung terlihat sangat padat dengan bangunan. Ketika hendak mendarat, pesawat itu sepertinya sangat dekat dengan rumah-rumah, kantor, masjid, bahkan makam di sekitar bandara.

Melihat dekatnya bandara dengan pemukiman, aku jadi ingat kecelakaan pesawat di Medan dan Solo beberapa waktu lalu. Kalau tidak salah, salah satu alasan kecelakaan itu adalah karena dekatnya bandara dengan perumahan penduduk. Jadi, menurutku, bandara di Bandung masuk kategori berisiko karena dekatnya dengan permukiman warga. Aneh juga ya. Bukannya kota ini adalah pusat orang-orang pintar di bidang hal-hal semacam ini. *Aduh, kok nglantur..*

Continue reading “Mau Makan di Tempat atau Bungkus?”

Gagal Maning Gagal Maning

Hmm, padahal aku sudah PD setengah mati bakal lolos seleksi dan bisa jalan-jalan ke Kanada tahun ini. But, ternyata gagal. Sepertinya pasportku tidak akan bertambah stempel (meski cuma sekali) lagi tahun ini. Hiks..

Dear Anton,

I have been trying to send your emails but they kept bouncing back. I hope this goes through.

This year’s Call for Applications for WITNESS’ 2008 Video Advocacy Institute (VAI) produced an overwhelming response from human rights activists from around the globe. We received 200 applications from 65 different countries, and are only able to extend an invitation to 30 applicants. Unfortunately, we are unable to extend an invitation to you to this year’s VAI, and hope that you understand that this is not a reflection on the importance of your human rights work.

Continue reading “Gagal Maning Gagal Maning”

Aku Makin Terasing dari Tulisanku

Bunda benar. Makin hari, aku makin merasa tulisan-tulisanku di blog memang makin tidak asik. Aku sendiri menyadari itu. Tiga atau empat tulisanku terakhir di blog memang seperti sesuatu yang lahir tidak dari hati. Aku menulisnya sekadar biar ada tulisan di blog. Tulisanku hanya karena biar ada, bukan karena aku benar-benar ingin menulisnya.

Aku lalu ingat kutipan Thomas Carlyle di buku kado pernikahan temanku, I Ngurah Suryawan. “Jika sebuah buku lahir dari hati, ia akan berusaha menjangkau banyak hati yang lain.” Buku hanya sebuah idiom. Dia bisa juga berupa tulisan, masakan, ucapan, dan apa saja. Jika sesuatu itu memang sesuatu yang tulus, muncul dari hati, maka akan terasa bagaimana sesuatu itu mengalir. Lalu meraih hati yang lain untuk larut di dalamnya.

Continue reading “Aku Makin Terasing dari Tulisanku”

Blogku pun Naik Kasta

Padahal ada beberapa ide untuk nulis seperti pemblokiran YouTube, penggunaan blog oleh para calon gubernur Bali, dan printil-printil lain. Cuma kok moodnya belum dapet. Maka nulis ini sajalah..

Setelah sempat dag dig dug ketika ngoprek di bawah bimbingan Om Asn, akhirnya blogku bisa juga naik kasta. Hehehe.. Jadi inilah perubahan keempat dari blogku ini. Awalnya di jirovun.blogspot.com lalu berubah (1) rumahtulisan.blogspot.com, (2) rumahtulisan.wordpress.com, (3) rumahtulisan.com, dan (4) rumahtulisan.com pakai WordPress 2.5.

Continue reading “Blogku pun Naik Kasta”

Untung Bani Nangis Pagi Ini

Pas aku mau berangkat ke tempat kerja part time hari ini, Bani agak rewel. Padahal dia biasanya dengan senang hati dada-dadain tangan sambil bilang, “Mmmuah!”. Maka dengan senang hati aku anterin jalan-jalan dulu.

Kami jalan-jalan keluar gang lalu belok kiri ke arah sawah-sawah. Jalan Subak Dalem, di mana kami tinggal, masuk kawasan baru di Denpasar Utara. Jadi masih banyak sawah. Seperti biasa, kami naik motor. Bani di depan berdiri dengan girang.

Sampai sekitar 3/4 panjang jalan beraspal itu, kami berhenti. Biasanya sih aku melihat gunung Agung atau gunung Batukaru dari sini. Dengan sawah-sawah yg masih hijau di latar depan dan gunung-gunung itu di latar belakang. Aku menikmati suasana begini paspagi, sekitar pukul 7, atau sore, sekitar pukul 6.30. Tapi karena hari ini agak mendung, jadi dua gunung itu tertutup mendung. Juga kabut.

Maka, aku melihat ke kiri. Dan, waaaaah, ada pelangi. Ternyata keren banget..

Ketidakramahan yang Selalu Terulang

Seperti sudah kuduga, sambutan tidak ramah menyambut kami ketika masuk Hard Rock Cafe Minggu sore kemarin. Dengan muka galak dan tanpa senyum sama sekali, pelayan berseragam hitam-hitam itu bertanya pada kami. “Mau ngapain?” tanyanya dengan muka menyelidik seperti kami ini tiga orang yang harus dicurigai karena membawa penyakit sampar atau bom di balik baju kami.

Aku sedang nganterin dua anak tetangga, Gede dan Ayu, untuk menukarkan vocuher mereka di cafe tersebut. Mereka dapat hadiah voucher setelah menang lomba menghias bunga Nak Nik Community dua pekan lalu.

“Mau pinjem toliet,” kataku dalam hati. Ya, makan atau minumlah. Masak masuk cafe mau ngapain. Atau kalau memang mau nanya baik-baik, kan bisa saja sambutannya adalah, “Selamat sore. Ada yang bisa kami bantu?”. Hi, Guys. Pariwisata adalah tentang keramahan pada orang lain, tidak hanya pada orang-orang berkulit putih, jangkung, yang kalian sebuat sebagai turis itu.

Continue reading “Ketidakramahan yang Selalu Terulang”

Blep. Pergilah Kesaktianku..

Jumat ini adalah hari kerja terakhir bulan ini. Waktunya gaji tiba. Aah, senangnya. Tabunganku mungkin bertambah. Maka, dalam perjalanan ke rumah, aku mampir ke ATM BNI di Jalan Veteran Denpasar. Aku hendak ngecek saldo tabungan. Apalagi duit di dompet juga tinggal di bawah Rp 50 ribu.

Pas aku masuk ruang ATM, eh, ternyata mesin ATM mati. Aku tidak peduli. Aku pencet tombolnya masih berbunyi, “Tut.”

“Sepertinya masih bisa dipakai,” pikirku. Aku pun cuek gen masukin kartu ATM ke lubang mesin yang layarnya gelap karena mati itu. Layar tetap gelap. Malah kartuku masuk tertelan. Aku pencet-pencet tombol ATM, tetep saja tidak mau hidup.

ATM-ku tertelan. Bukannya bisa ngecek saldo, apalagi ambil duit, kartuku malah hilang. Seketika itu pula aku seperti kehilangan separuh nyawa (halah!). Tanpa kartu itu, aku benar-benar merasa kehilangan kesaktian. Aku memang goblok!

Mood Itu Menurun Tajam

Kok aku ngrasa minggu-minggu ini aku makin males blogging ya. Padahal baru saja punya rumah baru. Dulu aku rajin ngeblog sampe malem-malem, jalan-jalan ke blog orang, kasih komentar, lalu nulis lagi. Kadang bisa sampe pukul 2an pagi.

Tapi rasanya sudah lama aku tidak melakukan itu. Aku makin jarang blogging malem-malem. Banyak ide yang mau aku tulis tapi gak juga aku tuliskan.

Sepertinya mood untuk ngeblog lagi turun drastis nih. Heran..

Kematian Kelahiran Datang Bergantian

Minggu ini tiba-tiba kematian dan kelahiran datang silih berganti.

Sabtu (15/3) lalu, ayahnya Geg Ary, teman sejak di Pers Mahasiswa Akademik, meninggal karena bronchitis dan stroke. “Kombinasi yang tepat untuk segera mengakhiri hidup,” kata Geg ketika aku telepon Minggu malam setelah aku dapat kabar dari Happy, teman kami, dan aku ricek ke Toni, pacar Geg yang juga temanku.

Kematian itu bener-bener mengagetkanku. Sebab setahuku bapaknya Geg sehat-sehat saja. Ternyata dia sudah dirawat di RS Sanglah hampir sebulan. “Aku memang sengaja merahasiakannya pada kalian,” kata Dung Dung, panggilanku pada teman yang juga karibnya Bunda ini. Geg tinggal di Mengwi, jadi kami tidak bisa langsung main ke rumahnya setelah dapat kabar itu.

Continue reading “Kematian Kelahiran Datang Bergantian”

Aku pun Tak Nebeng Lagi

Aah, betapa senangnya aku pagi ini ketika buka imel dan ada tulisan ini dari Hendro.

2008-03-11

Dear, antonemus,

Anton, rumahtulisan.com sudah siap
username dan password adalah sama :
yaitu :
username : xxxxxxxxxxx
password : xxxxxxxxxxx

Thanks

Selamat Berkarya !
Best regards.

Hendra W Saputro [BOC]
——————————————-
CV. Bali Orange Communications
Jl. Narakesuma 11
Denpasar, Bali – Indonesia 80235
Phone: +62-361-7448807
Fax: +62-361-244737
Website: http://www.baliorange.net
Domain Name Center: http://domreg.baliorange.net
——————————————-

Akhirnya aku tidak lagi nebeng di WordPress. Kok ya kebetulan banget siapnya rumahtulisan baru ini pas aku dan Bunda abis ketemu sama Sakti dan Opie soal rencana renovasi rumah ya? Juga pas banget dengan aku abis pindahan kontrakan Sloka. Sepertinya ini akan jadi hoki. Hehehe..

Terima kasih untuk Hendro yang sudah repot-repot ngoprek dan kasih web hosting gratis seterusnya. 😀 Juga buat Dek Didi yang sudah merelakan domain rumahtulisan.com yang sudah duluan dikapling. 🙂