Ketika Denpasar Serasa Amsterdam

Senin pagi ini aku pikir sudah tidak ada masalah akibat hujan yang mengguyur Denpasar empat hari terakhir. Sebab, di Jalan Subak Dalem, di mana aku tinggal sudah tidak ada lagi banjir. Air sungai kecil di dekat rumah memang masih tinggi dan deras arusnya, padahal biasanya kecil dan relatif tenang, namun tidak sampai masuk ke gang.

Maka, pagi ini aku berangkat ke kantor dengan perasaan santai saja. Maksudnya tidak berpikir bahwa harus mempersiapkan mental untuk menghadapi banjir. Eh, ternyata salah. Banjir masih terjadi di beberapa titik di Denpasar.

Continue reading “Ketika Denpasar Serasa Amsterdam”

'Kafe' are HIV hotspots: Official

Anton Muhajir, The Jakarta Post, Denpasar | Sat, 01/03/2009 10:33 AM | Bali

The growing popularity of kafe (local bars) across Bali has made the island more vulnerable to the spread of HIV (Human Immunodeficiency Virus), as the outlets also serve as a front for prostitution, a senior health official warns.

“The kafe have became not only places to relax but also places to solicit sexual transactions,” Bali AIDS Commission (KPS) spokesperson Mangku Karmaya said at a year-end press briefing earlier this week.

Continue reading “'Kafe' are HIV hotspots: Official”

Perjalanan Menyenangkan ke Nusa Lembongan

Sampai hampir pukul 7.30 Wita, mobil pick up yang kami pesan tak juga datang menjemput ke rumah. Padahal semalam sebelumnya kami sudah bilang ke pemilik pick up, tetangga kami di jalan Subak Dalem di pinggiran Denpasar Utara, untuk datang menjemput pukul 7 pagi.

Kami harus berangkat awal karena harus mengambil papan petunjuk jalan yang akan dibawa ke Nusa Lembongan juga jemput bapak ibu yang akan ikut ke sana untuk sembahyang sekalian jalan-jalan. Apalagi Bunda juga harus beli tiket untuk teman-teman yang akan ikut ke pulau seberang tersebut. Jadi harus berangkat lebih awal.

Continue reading “Perjalanan Menyenangkan ke Nusa Lembongan”

Merayakan Setelah Kematian Datang

Sudah tengah malam. Namun suara orang menyanyi diiringi gitar masih terdengar di gangku. Tumben saja sih. Sudah lama aku tidak mendengar suara orang gaduh di tengah malam. Tapi sudah beberapa malam ini suara-suara orang bernyanyi itu terdengar sampai larut malam.

Suara nyanyian itu datang dari orang-orang yang lagi duduk-duduk di depan gang kecil ke rumah Gede, salah satu tetanggaku. Kemarin kakek Gede yang sudah uzur banget meninggal. Tidak ada tangisan. Mungkin juga karena umur si kakek yang sudah tua dan sakit cukup lama.

Continue reading “Merayakan Setelah Kematian Datang”

Quiz commemorates efforts in harm reduction and founding of NGO

Anton Muhajir,  The Jakarta Post,  Denpasar | Thu, 12/18/2008 11:18 AM | Bali

I Made Suartama closed his eyes as he listened to a challenge posed by Yusuf Pribadi.

“Name one government institution that provides harm reduction services,” Pribadi asked.

A kentongan (bamboo drum) was sounded by Suartama’s friend, signaling his readiness to answer the question.

Continue reading “Quiz commemorates efforts in harm reduction and founding of NGO”

Rights groups face classic problems

Anton Muhajir, The Jakarta Post, Denpasar | Wed, 12/17/2008 11:12 AM | Bali

Bali’s human rights organizations were still embroiled by classical, internal problems diminishing their capability to implement their agendas, an activist said during a civil society gathering last week.

“Efforts to implement human rights agenda in Bali are still hampered by a lack of coordination among the human rights organizations,” chairwoman of the Indonesian Legal Aid Association’s (PBHI) Bali Chapter Nyoman Sri Widiyanthi said.

Continue reading “Rights groups face classic problems”

Hotel construction marginalizes locals, area vendors claim

Anton Muhajir, Contributor, The Jakarta Post, Karangasem | Thu, 11/20/2008 10:29 AM | Bali

Construction of a major tourism facility has often resulted in the marginalization of smaller, less powerful business entities in its surrounding area.

Nyoman Rimben and Nyoman Sari are two out of as many as 10 small food and souvenir vendors who have suffered that marginalization after construction began on a five-star hotel, Chateau de Bali, on Mimba beach, Karangasem.

Continue reading “Hotel construction marginalizes locals, area vendors claim”

Perempuan-perempuan Itu Hanyalah Korban

Perlu waktu sekitar 2,5 jam untuk sampai desa itu. Dari jalan raya Karangasem-Singaraja, kami masih masuk sekitar 4 kilometer dari jalan raya itu. Dari aspal, ganti jalan berdebu. Naik turun jalan berbatu. Di sepanjang jalan, sisa-sisa letusan Gunung Agung yang membatu memenuhi bekas sungai yang kini kering. Desa di kaki gunung tertinggi di Bali itu memang kering. Udaranya panas.

Maka, bagi sebagian besar warga, pilihannya adalah keluar desa. Mereka mekuli, meburuh, dan meninggalkan desanya untuk ke kota. Ada yang jadi sopir, buruh bangunan, pembantu rumah tangga, dan pekerjaan lain yang secara sosial ekonomi masuk kelas rendah. Laki-laki yang paling banyak pergi. Meninggalkan anak dan istri di kampung.

Continue reading “Perempuan-perempuan Itu Hanyalah Korban”

Holidaying while learning something at Bali Botanical Garden

Anton Muhajir,  Contributor,  Bedugul | Tue, 11/11/2008 10:54 AM | Supplement

During their one and a half years in Bali, Rogier Eijkens and his family have gone to Bedugul six times for a holiday. For Eijkens, a Dutch citizen residing in Padanggalak Sanur, holidaying in Bedugul is much better than going to Kuta, Sanur, Nusa Dua and the like.

“If we come here for a holiday, my kids can learn about nature,” said Eijkens, who has two children with his Indonesian wife. In Bedugul, he went on, visitors can learn about plants, for example, the species, where the plants come from and what they are useful for.

Continue reading “Holidaying while learning something at Bali Botanical Garden”

Cerita Lain Mereka yang Tersingkir

Begitu aku sampai di pantai, ibu itu langsung menyergap dengan pernyataan satir. “Pantainya memang bagus. Tapi belakangnya jelek,” katanya.

“Kok jelek, Bu?” tanyaku.

“Ya, karena bukit jadi rusak. Tamu tidak ada. Kami tidak boleh jualan,” jawabnya.

Continue reading “Cerita Lain Mereka yang Tersingkir”