
Author: a!
Prita, Ketika Keadilan Direcehkan

Berita paling menyentuh hari ini adalah bahwa pemulung di Jakarta pun ikut serta mengumpulkan koin untuk Prita Mulyasari. Prita adalah ibu rumah tangga yang divonis hukuman denda Rp 204 juta oleh pengadilan setelah karena mengeluhkan pelayanan rumah sakit dan menuliskan keluhan tersebut lewat email.
Anehnya, Prita dinyatakan bersalah oleh pengadilan dan harus membayar denda.
Welcome to Kawin Kontrak Room..

Setelah selesai liputan tentang organisasi petani di Kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), teman dari Yayasan Mitra Tani Mandiri (YMTM) menyampaikan penawaran menarik. “Mau ke perbatasan Timor Leste gak? Tidak jauh, kok. Hanya sekitar 8 km,” katanya.
Yap. Tentu saja kesempatan yang harus digunakan. Belum tentu besok-besok akan ke sini lagi.
Cermin Buruknya Pelayanan Publik

Akhir Oktober lalu, aku harusnya pergi ke Sumba, Nusa Tenggara Timur untuk liputan tentang pelayanan publik terutama di bidang kesehatan dan pendidikan. Liputan tersebut untuk majalah ACCESS, yang diterbitkan Sloka Institute untuk media informasi program ACCESS Tahap II.
Namun dua hari menjelang keberangkatan, aku ditelpon perusahaan penerbangan Trans Nusa, satu dari dua maskapai yang melayani penerbangan ke Sumba. Si mbak menelpon bilang kalau penerbangan ke Sumba dibatalkan karena alasan operasional. Tidak jelas masalah operasional itu seperti apa.
Eka Ozawa: Moody, Nyeni, Miyabi

Tri, anggota Bali Blogger Commnity (BBC), menjawab di salah satu tret milis BBC.”dinobatkan jadi member BBC of the year,” tulisnya tentang Ketua Panitia Perayaan Ulang Tahun BBC, Eka Dirgantara. Aku langsung inget ide lama untuk menulis soal profil-profil menarik anggota BBC.
Jadi ya aku chatting aja sama Eka yang meski baru bergabung di BBC beberapa bulan ternyata sudah jadi salah satu selebritis ini. :p Penggemar film horor ini bercerita tentang lima kali kandas cinta, hantu keluar dari selimut, dan pengalamannya menguber Miyabi.
Besok Itu Apa, Yah?

Pagi ini kami sudah siap berangkat ke Bedugul. Sloka Institute mengadakan pelatihan tentang parlemen untuk kader muda partai politik di Bali mulai hari ini sampai Rabu depan. Aku tidak masuk panitia, hanya pembantu umum untuk program pendidikan parlemen bekerja sama dengan Indonesian Parlemantary Centre (IPC) dan Uni Eropa tersebut. Aku dan Bani kebagian ke sana belakangan karena harus menunggu fasilitator yang baru datang dari Jakarta.
Sejak dari rumah aku sudah tidak tega mengajak Bani. Dari dua hari lalu dia agak batuk dan demam. Maunya biar dia istirahat saja. Tapi kemarin dia malah hampir seharian ikut pelatihan internet di Yakkum dengan teman-teman Bali Blogger Community (BBC) karena tidak mau ditinggal di rumah.
Memantau Dewan Lewat Laman

Untuk penulisan tentang indikator kinerja pemerintah daerah, aku terhubung dengan laman (website) Local Governance Support Program (LGSP). Program dari USAID, lembaga donor dari Amerika Serikat ini, bertujuan untuk mendukung pemerintah daerah agar lebih terbuka, demokratis, dan partisipatif. Dari website ini pula aku memperoleh referensi menarik tentang bagaimana mengukur kinerja pemerintah daerah.
LGSP memberikan dua negara lain sebagai perbandingan untuk mengukur kinerja, Amerika Serikat dan India. Membandingkan AS, sang adidaya yang jadi acuan banyak negara dengan Indonesia mungkin terlalu jauh. Tapi tak ada salahnya berkaca dari sana. Salah satunya adalah tentang bagaimana website menjadi alat efektif untuk memantau kinerja lembaga negara, termasuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Disabled children cross right into borderless world

Anton Muhajir, Contributor, Badung | Thu, 11/26/2009 1:29 PM | Surfing Bali
Twenty-three-year-old Luh Putu Eka Swandewi was excited as she read a message in her laptop screen. Staring at her laptop screen, she read the message from Yahoo!: “Congratulations, Eka.”
“Hooray.I made it!” she said while raising her hands. Some of her friends in the room gave her applause.
Continue reading “Disabled children cross right into borderless world”
Kiamat 2012 dan Kecelakaan MUI

“2012” bisa jadi adalah film terlaris saat ini di Indonesia ini. Di Bandung, menurut koran Pikiran Rakyat, dalam waktu lima hari saja penonton film ini sudah mencapai 90 ribu orang. Sebagai perbandingan, jumlah penonton film laris lain, Harry Potter and The Half-Blood Prince ditonton 77 ribu orang dan Transformers: Revenge of the Fallen 69 ribu penonton.
Di Bali, film ini juga mengundang antrian panjang. Beberapa teman di Bali yang mau nonton film ini terpaksa gigit jari tak jadi nonton karena tak kebagian tiket. Aku baca di Radar Bali, antrian sepanjang itu memang belum pernah terjadi sebelumnya di bioskop-bioskop di Bali.
Kado Terindah Dua Tahun BBC

Basah kuyup jadi hadiah penutup untuk Eka Dirgantara pada perayaan dua tahun Bali Blogger Community (BBC). Eka Ozawa, begitu kami biasa menyapanya merujuk pada hobinya mengoleksi bintang film biru ternama Maria Ozawa, adalah Ketua Panitia Perayaan Dua Tahun BBC.
Maka begitu perayaan resmi ditutup, beberapa anggota BBC segera menggotong Eka setelah beberapa yang lain mengamankan barang berharganya seperti telepon seluler dan dompet. Eka lalu diceburkan ke dalam kolam pemancingan di Desa Budaya Kertalangu, Kesiman, Denpasar Timur, tempat perayaan diadakan. Bukan hanya sekali. Begitu Eka naik, teman lain menceburkan dia kembali ke kolam.