Antara Braga dan Menghisap Shisha

Mampir di satu kota tanpa jalan-jalan itu ibarat sayur tanpa garam. *Btw, basi banget sih pengandaiannya. Hehe..*

Maka, meski hanya lima hari dengan jadwal pelatihan yang padat bahkan sampai sekitar pukul 9 malam, jalan-jalan di Bandung tetap harus dilakukan. Pada hari selama pelatihan, jalan-jalan ini setelah materi selesai. Tidak enak juga. Masak jauh-jauh datang dari Bali dengan semua biaya ditanggung panitia, aku malah jalan-jalan saja. 😀 Pada hari terakhir, setelah pelatihan semua selesai, barulah bisa jalan-jalan lebih lama.

Tapi tulisan ini soal jalan-jalan malamnya saja. Soal perjalanan belanja oleh-oleh dan keliling museum nanti di posting lain. Bagian ini soal pengalaman jalan-jalan di Braga dan Dago.

Continue reading “Antara Braga dan Menghisap Shisha”

Butuh Ojek, Panggil Saja Motor Taxi

Biasanya ada dua pilihan saya untuk ke bandara Ngurah Rai Bali. Kalau tidak diantar teman atau istri, saya pilih naik taksi. Ini tergantung pihak yang mengundang acara. Kalau pengundang akan mengganti biaya taksi berapa pun besaranya, maka saya akan naik taksi. Tapi kalau pengundang hanya mengganti uang transport, maka saya akan pilih diantar teman atau istri.

Oya, mohon maklum. Sebagian besar perjalanan saya yang menggunakan pesawat adalah karena pekerjaan atau kegiatan yang dibayar orang lain. Jadi, faktor biaya ke bandara itu jadi penting. Kalau biaya naik taksi diganti, berapa pun besarnya, tentu tidak masalah. Tapi kalau hanya diganti sebagai uang transport lokal yang sudah pasti besarnya, maka biaya ini harus dihitung dengan hati-hati. Saya kan tidak mau tekor.

Continue reading “Butuh Ojek, Panggil Saja Motor Taxi”