Mampir di satu kota tanpa jalan-jalan itu ibarat sayur tanpa garam. *Btw, basi banget sih pengandaiannya. Hehe..*
Maka, meski hanya lima hari dengan jadwal pelatihan yang padat bahkan sampai sekitar pukul 9 malam, jalan-jalan di Bandung tetap harus dilakukan. Pada hari selama pelatihan, jalan-jalan ini setelah materi selesai. Tidak enak juga. Masak jauh-jauh datang dari Bali dengan semua biaya ditanggung panitia, aku malah jalan-jalan saja. 😀 Pada hari terakhir, setelah pelatihan semua selesai, barulah bisa jalan-jalan lebih lama.
Tapi tulisan ini soal jalan-jalan malamnya saja. Soal perjalanan belanja oleh-oleh dan keliling museum nanti di posting lain. Bagian ini soal pengalaman jalan-jalan di Braga dan Dago.