Lagi-lagi Perempuan jadi Kambing Hitam

Kenapa sih harus perempuan yang selalu dijadikan kambing hitam?

Pertanyaan itu langsung muncul di pikiranku setelah ngobrol dengan pembina, sekaligus penari, sendratari di Pesta Kesenian Bali (PKB) pagi tadi. Sendratari selama sekitar satu jam itu menceritakan dua bersaudara laki-laki, yang pada awalnya akur tapi kemudian berantem gara-gara merebutkan perempuan cantik.

Continue reading “Lagi-lagi Perempuan jadi Kambing Hitam”

Foreigners brave age-old pandanus battle ritual

Anton Muhajir, Contributor, Karangasem | Mon, 06/28/2010 10:00 AM | Bali

Maurizio Rosenberg Colorni was trapped in a fierce battle, but showed no fear in facing his enemy in the centuries-old ritual of pandanus battle, held during a special ceremony in the Tenganan Indigenous community in Karangasem, East Bali, recently.

Despite a wound in his neck and back, Colorni was brave enough to answer a local boy’s challenge to finish the duel.

Continue reading “Foreigners brave age-old pandanus battle ritual”

Inilah Juara Lomba Blog se-Bali

Setelah molor, molor, dan molor sejak April lalu, Lomba Blog Pelajar dan Mahasiswa se-Bali akhirnya selesai juga. Inilah juaranya.

Tunggu dulu. Sebelum menyebutkan juaranya, perkenankan kami memohon maaf dulu atas molornya jadwal lomba. Kami perlu menyampaikan alasan dan prosesnya.

Continue reading “Inilah Juara Lomba Blog se-Bali”

Foto Kampung Bareng Ponakan

Mampir kampung kelahiran minggu lalu, 13-15 Juni 2010 setelah liputan di Jogja, Solo, dan Boyolali. Singgah di Mencorek, Brondong, Lamongan lewat darat dari Solo, Jombang, Tuban, dan Lamongan sambil menikmati rusaknya jalan.

Ini beberapa foto, terutama pas jalan-jalan di Pelabuhan Nelayan, Jompong, Brondong, Lamongan bareng tiga ponakan: Zaki, Asrul, dan Ditya. Foto-foto lain ada di flickr. Menurutku, objek di sana asik juga untuk dipotret. 🙂

Continue reading “Foto Kampung Bareng Ponakan”

Benwit Besar, Rezeki pun Lancar

Senin ini aku dapat undangan dari Telkomsel untuk hadir di tes peluncuran produk baru mereka. Sekalian saja aku tulis uneg-unegku selama ini.

Undangan itu ditujukan ke aku untuk mewakili Bali Blogger Community (BBC). Aku sudah kirim ke milis BBC namun tak ada yang menyatakan bisa hadir. Karena Hari Purwanto dari Telkomsel juga minta aku datang sebagai narasumber, maka dengan senang hati aku hadir. Menghormati undangan sekalian menyampaikan pikiran dan masukan.

Continue reading “Benwit Besar, Rezeki pun Lancar”

Cepat Saji Tak Selalu Bikin Ngeri

Para remaja itu terus saja mengatakan, fast food itu buruk terhadap kesehatan. Lha, bagaimana kalau fast food itu pakai bahan organik?

Mereka mengatakannya ketika ditanya juri dalam seleksi remaja Duta Pangan Sehat VECO Indonesia, Sabtu ini. Ada 16 remaja yang ikut tahap final ini. Dari 16 itu, separuh di antaranya akan dipilih sebagai duta tersebut. Totalnya akan ada 12 remaja. Empat remaja lain diseleksi dari Boyolali dan Solo.

Continue reading “Cepat Saji Tak Selalu Bikin Ngeri”

Menanti Sajian Khas Negeri Sendiri

Garuda Indonesia harusnya lebih banyak menyediakan menu khas negerinya sendiri daripada menyuguhkan roti.

Karena belum makan malam, aku mengharapkan ada suguhan makan di penerbangan antara Surabaya – Denpasar, Selasa malam kemarin. Aku berharap pramugari cantik itu menyajikan satu porsi nasi lengkap dengan lauk ayam atau ikan laut. Apa daya, dia tak menyajikan menu yang aku harapkan.

Continue reading “Menanti Sajian Khas Negeri Sendiri”

Pak Bupati, Perbaikilah Jalan Kami

Makin hari, jalan menuju kampung kami makin rusak. Bukannya memperbaiki, pemerintah malah saling lempar tanggung jawab.

Setelah menempuh perjalanan sekitar sembilan jam dari Solo hingga kampungku, aku pikir derita akibat buruknya jalan akan berakhir. Ternyata tidak. Jalan sepanjang sekitar 2 km itu tak lebih baik dari jalan-jalan rusak lain yang kutemui di pedesaan Boyolali dan jalan utama Jombang – Tuban melewati Lamongan.

Continue reading “Pak Bupati, Perbaikilah Jalan Kami”

Ironi Negeri Ini di Boyolali

Kami seperti melewati gelombang lautan di jalanan pedesaan Boyolali ketika pejabat kita ribut-ribut soal video mesum.

Begitu keluar dari Desa Cermo, Kecamatan Sambi menuju Desa Wates, Kecamatan Simo di Kabupaten Boyolali, kami langsung menghadapi rusaknya jalan raya. Jalan antarkecamatan ini bergelombang. Bopeng di sana sini. Kondisi jalan jadi mirip gundukan.

Continue reading “Ironi Negeri Ini di Boyolali”

Cerita Warga yang Tak Biasa

Secara resmi, kami sudah menutup kelas pukul 4.30, Minggu (6/6) sore itu. Kami harus mengakhiri materi tentang blog itu 30 menit lebih awal dari jadwal. Tapi, bukannya bubar, hampir seluruh peserta malah minta kelas dilanjutkan.

Maka, hari terakhir Kelas Jurnalisme Warga di Sloka Institute, pun berlanjut. Aku, dengan senang hati, menemani sembilan peserta yang masih mau belajar tersebut bersama Eka Dirgantara dan Intan Paramitha.

Continue reading “Cerita Warga yang Tak Biasa”