Ironi Popularitas yang Tiada Batas

“Masalahnya, aku tak bisa membohongi kalian.”

Maka, penulis surat wasiat itu, Kurt Cobain, pun memilih bunuh diri. Dia menembak dirinya sendiri pada 5 April 1994 silam. Di samping mayatnya yang kaku, Kobain meninggalkan catatan bunuh diri yang dia tulis dengan tangan.

The fact is, I can’t fool you, any of you. It simply isn’t fair to you, or to me. The worst crime can think of would be to pull people off by faking it, pretending as if I’m having one 100% fun.”

Begitu salah satu bagian dari catatan Cobain menjelang bunuh diri. Catatan ini kemudian jadi pembuka kotak pandora betapa sepi hidup salah satu musisi paling berpengaruh pada awal 1990-an ini.

Continue reading “Ironi Popularitas yang Tiada Batas”

Sebab, Perempuan Bukanlah Pelayan

Bahkan sebagian iklan pun menganggap perempuan sebagai pelayan.

Perhatian terhadap iklan yang bias gender dengan menempatkan perempuan sebagai pelayan ini makin aku perhatikan akhir-akhir ini. Sambil duduk memangku anak kedua kami, Satori Nawalapatra, aku biasa nonton iklan tersebut di televisi.

Continue reading “Sebab, Perempuan Bukanlah Pelayan”

Keserakahan Memang Tak Kenal Kenyang

Celaka! Listrik padam begitu aku masuk kamar mandi.

Padahal air di kamar mandi tinggal seember. Bisa saja hidupin keran karena kami pakai air yang tertampung di bak besar, bukan PDAM. Cuma khawatir kalau nanti habis dan malah tak bisa pakai untuk keperluan lain yang lebih penting sementara listrik belum hidup kembali.

Continue reading “Keserakahan Memang Tak Kenal Kenyang”

Dukung Kami, Jangan Terus Ditakut-takuti

Nyaris semua komunitas blogger belum pernah didukung pemerintah setempat.

Kesimpulan itu aku ambil setelah bertanya lewat Twitter, adakah komunitas blogger daerah yang pernah bekerja sama dengan pemerintah setempat? Ternyata hampir semua penjawab menyatakan belum.

Continue reading “Dukung Kami, Jangan Terus Ditakut-takuti”

Ketika Batas itu Kian Tak Jelas

Globalisasi membuat kategorisasi kian tak penting lagi.

Mungkin itu salah satu poin penting yang kami peroleh setelah live in selama sekitar 24 jam di Pulau Serangan, Denpasar Selatan Senin pekan lalu. Kesimpulan itu muncul begitu saja ketika kami diminta membuat semacam refleksi setelah live in.

Refleksi live in tersebut termasuk salah satu proses dalam pelatihan riset yang diadakan Centre for Innovation, Policy, and Governance (CIPG) yang aku ikuti.

Agak terlalu jauh mungkin jika hanya dilihat sekilas. Namun, jika diturunkan dalam bentuk sebab akibat, maka akan terlihat bahwa perubahan di Serangan pun tak bisa dilepaskan dari makhluk besar bernama globalisasi itu.

Continue reading “Ketika Batas itu Kian Tak Jelas”

Google, Antara Privasi dan Partisipasi

Raksasa internet ini menawarkan keduanya, privasi dan partisipasi.

Dua hal itu yang aku pelajari selama sekitar tiga jam diskusi bersama tim Google di kantor mereka di Singapura Kamis lalu. Dua staf Google, Robin Moroney dan Mike Orgill, bercerita tentang bagaimana Google memberikan keduanya pada pengguna internet.

Continue reading “Google, Antara Privasi dan Partisipasi”

Menaikkan Posisi Petani Berbekal Informasi

Pelatihan di Solo menutup rangkaian pelatihan internet untuk LSM dan petani tahun ini.

Kawan-kawan blogger setempat, Bengawan, memandu pelatihan tersebut. Selama dua hari itu, Andrean, Hendri, dan Dafhy pun berjibaku membagi ilmunya pada petani dan pengurus lembaga swadaya masyarakat (LSM) dari Continue reading “Menaikkan Posisi Petani Berbekal Informasi”