Karena, Internet Haruslah Tetap Tanpa Batas

Dunia yang bebas dan terbuka bergantung pada Internet yang juga bebas dan terbuka.

Internet memberdayakan semua orang. Siapa pun boleh berbicara, berkarya, belajar, dan berbagi. Internet tidak dikendalikan siapa pun. Bukan organisasi, individu, atau pun pemerintah. Internet menghubungkan dunia. Saat ini, lebih dari dua miliar orang sedang online. Hampir sepertiga jumlah manusia di planet ini.

Continue reading “Karena, Internet Haruslah Tetap Tanpa Batas”

Agar Internet Tak Jadi Medan Perang

Internet bisa menjadi medan pertempuran.

Banyak pihak berusaha memasukkan kepentingannya masingg-masing ke dalam tata kelola internet ini. Tiga pihak yang hingga saat ini terus saling tarik menarik kepentingan tersebut adalah negara, swasta, dan masyarakat sipil.

Continue reading “Agar Internet Tak Jadi Medan Perang”

Selamat Datang Generasi Eksis dan Kritis

Ternyata, netizen Bali itu muda dan berbeda.

Demikian salah satu hasil penting dari survei daring (online) yang kami adakan lewat Sloka Institute selama sebulan lalu. Sebagian hasil survei sudah bisa ditebak. Namun, sebagian lainnya justru mengejutkan. Dan, menyenangkan.

Survei daring tersebut kami adakan pada 21 Mei – 20 Juni 2012. Ada 401 responden mengisi survei untuk pengguna internet (netizen) di Bali maupun orang Bali yang tinggal di luar Bali tersebut.

Continue reading “Selamat Datang Generasi Eksis dan Kritis”

Teknologi yang Menurunkan Kualitas Jurnalisme

Teknologi memang serupa belati.

Ide menulis tentang tema ini muncul begitu saja ketika ngobrol dengan Mas Rofiqi Hasan beberapa waktu lalu. Dia cerita soal makin banyaknya wartawan di Denpasar yang suka kloning berita. Kami ngobrol santai pas selesai diskusi tentang jurnalisme warga di Denpasar.

Continue reading “Teknologi yang Menurunkan Kualitas Jurnalisme”

Susahnya Mencari Data Pengguna Internet di Bali

Bahkan, instansi pemerintah pun tak punya.

Padahal Dinas Perhubungan, Informasi, dan Komunikasi (Dishub Infokom) Bali ini harapan terakhir kami untuk mendapatkan data. Ternyata, menurut Gus Tulank, lembaga ini pun tak memiliki data yang kami butuhkan, jumlah pengguna internet dan jejaring sosial di Bali.

Continue reading “Susahnya Mencari Data Pengguna Internet di Bali”

Tak Suka, Maka Unfollow Saja?

Mau diajak diskusi kok malah menyuruh pergi.

Kurang lebih begitulah kesanku pada mereka yang dengan santainya ngetwit, “Kalau tak suka twitku ya unfollow saja.” Aku dua atau tiga kali mendapatkan balasan seperti itu ketika coba beradu argumentasi dengan orang yang ngetwit isu tertentu.

Continue reading “Tak Suka, Maka Unfollow Saja?”

Storify, Menangkap Riwayat yang Terlewat

Ada yang lebih menarik daripada keberhasilan Huffington Post menang Pulitzer.

Huffington Post, koran online atau dalam jaringan (daring), itu mendapat hadiah jurnalisme prestisius tersebut di kategori berita nasional. David Wood, penulis senior Huffington yang puluhan tahun meliput perang, menulis hingga 10 seri tentang para prajurit yang cacat usai berperang di Irak dan Afghanistan.

Continue reading “Storify, Menangkap Riwayat yang Terlewat”

Tetap Pede Motret Meski Amatir

Sampai detik ini, aku tetap tak ngerti urusan teknis memotret.

Meski sudah pernah belajar, tapi ya memang tak serius, aku tetap saja tak memahami soal bukaan, kecepatan (speed), dan tetek bengek urusan fotografi. Sumpah. Teknik ini, bagiku kok menghambat sekali. Berkali-kali belajar tetap saja tak mengerti.

Continue reading “Tetap Pede Motret Meski Amatir”

Google, Antara Privasi dan Partisipasi

Raksasa internet ini menawarkan keduanya, privasi dan partisipasi.

Dua hal itu yang aku pelajari selama sekitar tiga jam diskusi bersama tim Google di kantor mereka di Singapura Kamis lalu. Dua staf Google, Robin Moroney dan Mike Orgill, bercerita tentang bagaimana Google memberikan keduanya pada pengguna internet.

Continue reading “Google, Antara Privasi dan Partisipasi”

Kesenangan yang Transparan di Kantor Google

Tak ada ruang kerja di kantor Google Asia Pasifik ini.

Hanya ruang bersenang-senang di mana-mana. Tak perlu sekat antar-ruangan, sesuatu yang amat lazim ditemui di perkantoran ala Indonesia. Karena terbuka, jadi setiap orang bisa lihat apa saja yang dikerjakan teman di sebelahnya. Amat transparan.

Continue reading “Kesenangan yang Transparan di Kantor Google”