
Terserahlah. Aku tidak akan pernah bosan menulis tentang ini.
Negara kita kaya raya. Kaya banget. Sayangnya kekayaan itu justru tak diurus dengan baik. Tidak diolah. Atau malah dilupakan. Continue reading “Jalan Berliku Hasil Pertanian Lokal”
maka, menulislah untuk berbagi, agar ceritamu abadi.

Terserahlah. Aku tidak akan pernah bosan menulis tentang ini.
Negara kita kaya raya. Kaya banget. Sayangnya kekayaan itu justru tak diurus dengan baik. Tidak diolah. Atau malah dilupakan. Continue reading “Jalan Berliku Hasil Pertanian Lokal”

Jalan setapak itu menukik tajam. Di kanan kirinya, jurang menganga.
Kedalaman jurang itu sekitar 30 meter. Bisa jadi lebih. Aku hanya mengira-ngira melihat kedalamannya. Mereka seolah siap memakan siapa saja yang masuk ke dalamnya. Aku salah satunya.

Aku sedang terlalu malas untuk menulis serius.
Maka, baiklah. Aku tulis ngasal saja cerita jalan-jalan bersama Satori, Bani, dan Bunda ke Gili akhir pekan lalu. Jalan-jalannya pas libur panjang Nyepi.
Begitu pemandu di Candi Muaro Jambi menyebut beberapa kata, mendadak saya langsung teringat Bali.
Istilah-istilah itu terdengar familiar sekali di Bali. Jangan-jangan memang Jambi dan Bali punya hubungan dekat ratusan tahun silam. Continue reading “Menemukan Kemiripan Bali dan Muaro Jambi”
Emailnya sih sederhana. Maknanya itu lho yang keren.
“Assalamua’laikum ww, mas anton mana poto -poto nya, katanya mau dikirim ke emeil saya kok dak ada, kirim dong mas…”
Begitu email dari Pak Dahril Dahras kemarin sore. Continue reading “Belajar Internet Bersama Petani Kerinci”
Beginilah risiko bekerja mendukung petani, harus mau menjelajah pedalaman berjam-jam.
Begitu pula ketika aku ke Kerinci pekan ini, 19-21 Februari. Jalanan selalu tak mudah, seperti ketika ke Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat ataupun desa-desa di Flores, Nusa Tenggara Timur. Continue reading “Menjelajah Kerinci yang Mistis”
Talang Kemuning. Desa ini serupa bakso dalam mangkuk.
Lokasi desa berada persis di tengah mangkuk alami yang terbuat dari bukit-bukit di sekelilingnya. Bukit Pematang Panjang, Bukit Sungai Kering, Bukit Setangis, Bukit Patoh, Bukit Pulau Lebar. Bukit-bukit ini serupa lingkaran mengelilingi desa. Continue reading “Kekayaan Tersembunyi di Bukit-Bukit Kerinci”
Surabaya itu kota yang menyeramkan.
Begitulah citra yang terpatri di kepalaku sejak kecil terhadap kota ini. Dalam pikiranku, Surabaya itu kota dengan banyak kasus kriminal. Tak hanya seperti yang aku baca di koran-koran sejak kecil tapi juga cerita-cerita dari kakak ataupun tetanggaku sendiri di kampung halaman, Lamongan. Continue reading “Perubahan Kota Pahlawan yang Mengesankan”
Secangkir kopi di tanah subur itu terasa hambar.
Tak ada aroma kopi yang menggugah semangat. Tak ada juga rasa pahit kopi yang pekat. Tak ada sama sekali rasa nikmat.