Penghargaan untuk Sebuah Kerendahan Hati

Pertama, aku harus minta maaf ke Bu Ketua Panitia dan Wakilnya. Soale aku telat datang di Kopi darat sambil buka puasa bareng alias Kopdar sambil Bubar ala BBC kemarin petang. Pukul 4an sore aku baru berangkat dari rumah. Biasalah. Tradisi dan budaya Indonesia kan harus dilestarikan. Salah satunya tradisi ngaret itu. Hehe..

Pas sampai di Panti Asuhan Tat Wam Asi, acara ternyata sudah jalan. Hendro sudah duduk manis di depan bersama empat ibu lainnya, yang semuanya dari panti asuhan di jalan Jaya Giri Renon tersebut. Benar-benar tidak enak hati. Soale aku sudah diminta jadi pembawa acara sebelumnya. Dan aku mengiyakan. Eh, ternyata aku telat.

Continue reading “Penghargaan untuk Sebuah Kerendahan Hati”

'Nyenggol' tradition enlivens Ramadhan at Pegayaman

Anton Muhajir, Contributor, Buleleng | Sat, 09/20/2008 11:36 AM | Bali

After breaking fast and conducting evening prayer, Nyoman Alvin Gautama, 7, and his sister Made Eva Nadya, 12, hurriedly left their house, carrying with them their precious merchandise.

It was a large sheet of white paper upon which the two kids had fastened various candies, crackers, sachets of instant powdered drinks — things that children would love to get their hands on.

Continue reading “'Nyenggol' tradition enlivens Ramadhan at Pegayaman”

Demonstran Sejati Sejak Bayi

Ribuan orang di Bali ikut aksi menolak Rancangan Undang-undang Pornografi Rabu lalu. Bunda ikut di dalamnya. Sayang, Bani tak diajak serta. Padahal Bani juga punya beberapa alasan untuk menolak RUU ini.

Alasan itu, misalnya, buat apa punya tubuh bagus kalau bukan untuk diperlihatkan pada orang. Itu kan bagian dari cara mensyukuri nikmat Tuhan. Masak malah dilarang? Kalau orang lain terangsang, ya itu urusan dia. Jaga pikiran dong biar kalian tidak melihatnya dengan ngeres.

Continue reading “Demonstran Sejati Sejak Bayi”

Post-harvest processing helps cocoa farmers

Thu, 09/18/2008 10:34 AM  |  Surfing Bali

The establishment of a Cocoa Processing Unit (CPU) in Tabanan regency has helped the local cocoa farmers to get better prices and to avoid the trap set by the tengkulak (village-level commodity middlemen).

The CPU is the result of collaborative efforts between PT Big Tree Farm, an agricultural commodities’ trading company, with Amarta, the agro-business initiative funded by USAID. Amarta built the processing plant, while PT Big Tree Farm manages the commercial aspects.

The facility lies at Lalanglinggah village in West Selemadeg and not far from around 4,000 hectares of cocoa plantations operated by local farmers.

Continue reading “Post-harvest processing helps cocoa farmers”

Bedugul organic farmers struggle against long distribution

Anton Muhajir,  Contributor, Bedugul | Thu, 09/18/2008 10:35 AM | Surfing Bali

The hilly area of Bedugul, around a two-hour drive north of the island’s capital Denpasar, is one of the most scenic places in Bali.

For decades it has been the island’s biggest producer of fresh fruit and vegetables.

Recently, local farmers are breaking free from the prevailing trade and distribution scheme in order to gain better prices for their products and a better life for their families.

Continue reading “Bedugul organic farmers struggle against long distribution”

Lalu, Dia Terlelap Bersamaku

Hampir pukul 1 pagi. Aku sedang nglembur untuk beberapa kerjaan yang lewat deadline. Asik di depan komputer.

Bani nangis, bangun di sela tidurnya. Jam biologisnya bekerja seperti biasa, minta susu. Kalau tengah malam begini, apalagi Bunda sudah terlelap, giliranku bikin susu.

Continue reading “Lalu, Dia Terlelap Bersamaku”

Street Kids Ministry provides alternative education for the needy

Anton Muhajir,  Contributor,  Denpasar | Tue, 09/16/2008 10:27 AM | Bali

The tallest among about 15 children in the room, 11-year-old Ni Wayang Komang shyly sang along with the others, clapping her hands at times.

That day she was joining an alternative school for street children in Banjar (neighborhood organization) Penyaitan, Pemecutan, West Denpasar.

The school, named Street Kids Ministry, accommodates children of low-income families in the banjar.

Continue reading “Street Kids Ministry provides alternative education for the needy”

Lawanlah Tulisan dengan Tulisan

Temanku, Hari Puspita, yang juga redaktur koran lokal Radar Bali, menelponku kemarin sore. Dia bertanya apakah aku kenal Bli Pande, temanku di Bali Blogger Community (BBC).

Aku jawab kenal. “Kenapa?” tanyaku.

Pipit dan teman-teman di Radar Bali keberatan dengan tulisan Bli Pande tentang koran tempat mereka bekerja tersebut. Lalu, pagi ini aku chating dengan Bli Pande soal tulisan tersebut.

Continue reading “Lawanlah Tulisan dengan Tulisan”

Nikmat Berbuka Bersama Nengah Panji Islam

Suara lonceng dipukul itu menandakan waktu berbuka telah tiba. Agak telat, sih. Jam di telepon genggamku sudah 18.22 Wita. Padahal waktu berbuka di Buleleng, setahuku 18.19 Wita.

Lalu minuman penutup puasa segera tiba. Lima gelas es untuk kami berlima. Aku, Bani, Bunda, Joker, dan Ervi. Di antara kami berlima, hanya aku yang puasa. Tapi, tanpa wajah berdosa, empat lainnya menghabiskan minuman segar itu juga. Hehe..

Continue reading “Nikmat Berbuka Bersama Nengah Panji Islam”