HIV/AIDS NGOs switch strategy, embrace local communities

This article has published in The Jakarta Post Surfing Bali page.

HIV/AIDS NGOs switch strategy, embrace local communities

Anton Muhajir ,  Contributor, Denpasar   |  Thu, 09/11/2008 11:04 AM  |  Surfing Bali

In response to a recent government regulation that designated state health workers as the only people officially allowed to distribute syringes and needles to IDUs (Injecting Drugs Users), Bali’s HIV/AIDS non-governmental organizations have developed a new strategy.

Prior to the issuance of the regulation, NGO outreach workers were responsible for distributing needles directly to local IDU communities that participated in government-condoned NEP (Needle Exchange Program) pilot projects.

Continue reading “HIV/AIDS NGOs switch strategy, embrace local communities”

Mereka Dikalahkan Kesombongan Negara

Kembali, kupenuhi janjiku dalam hati untuk menemui anak-anak itu. Hari ini adalah kali keempat aku mencari anak-anak tukang suun di Pasar Badung tersebut. Tapi kali ini pun gagal. Aku tak menemukan anak-anak yang pernah aku ajak ngobrol akhir Juli lalu itu.

Minggu lalu, bersama Bunda dan Bani, setengah mati aku ubek-ubek pasar terbesar di Bali itu untuk menemukan mereka. Tapi, seperti hari ini, aku juga tak menemukan satu di antara mereka.

Continue reading “Mereka Dikalahkan Kesombongan Negara”

Aneka Rupa Judi di Bali

“Waah, angka yang keluar pasti sapi nih,” kata satu ibu tetanggaku Jumat lalu. Celetukan itu keluar ketika kami mengerubungi sapi yang masuk sumur di gang kami. Kami tertawa mendengarnya.

Celetukan itu mengingatkanku lagi soal ideku untuk menulis soal banyaknya judi di Bali. Soale ini memang agak mengusik pikiran. Setahuku, judi di Bali memang buanyak sekali. Inilah jenis-jenis judi yang aku tau di Bali.

Continue reading “Aneka Rupa Judi di Bali”

Trik Licik Melawan Senior

Senin kemarin aku lihat mahasiswi berkuncir sedang naik motor. Melihat kuncirnya yang diikat pita oranye menyala dengan tulisan besar di tasnya, aku langsung menduga kalau mahasiswi itu lagi ikut Ospek.

Lalu aku cek tanggal. Ah, benar. Agustus – September memang musim pengenalan untuk mahasiswa baru. Ini waktunya para senior bloon sok jago ngerjain mahasiswa baru. Makanya, sebagian besar Ospek biasanya aneh-aneh. Dari yang pakai tas karung goni, sepatu beda warna, gundul, dan tetek bengek gak jelas lainnya. Biasanya sih alasannya untuk menguji emosi mahasiswa baru dan seterursnya.

But, i say, “Go to hell with your stupid reason!!”

Continue reading “Trik Licik Melawan Senior”

Super Toy ala Super Boy

Peristiwa pembakaran padi Super Toy oleh petani di Purworejo jadi peristiwa paling menarik bagiku pekan lalu. Berita itu pertama kali aku lihat di TV Kamis pekan lalu. Puluhan petani di Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, itu membakar tumpukan padi mereka yang mengalami gagal panen.

Mereka juga menuntut ganti rugi kegagalan itu pada investor proyek, PT Sarana Harapan Indopangan (SHI). Besarnya sekitar Rp 1,6 milyar. Petani menuntut ganti rugi karena mereka merasa ditipu oleh investor tersebut. Ketika mengenalkan padi itu pada petani lalu menanam pada Desember 2007, PT SHI mengatakan kalau padi itu bisa panen hingga 10 ton per hektar. Juga padi itu bisa panen sampai tiga kali untuk satu kali musim tanam.

Continue reading “Super Toy ala Super Boy”

Mendaftarlah, Mumpung Masih Ada Waktu..

Tak terasa, pendaftaran lomba blog remaja akan segera ditutup. Jadi, silakan segera daftarkan diri sebelum 12 September ini kalau Anda belum mendaftar. Masih ada waktu sekitar satu minggu untuk membuat artikel yang ciamik dan nyambung dengan dunia remaja.

Temanya gampang dibahas, kok. Soal kesehatan reproduksi dan dan seksualitas remaja, Narkoba, HIV dan AIDS, lingkungan, maupun kemanusiaan. Buat tulisannya jangan serius-serius. Yang santai saja. Biar nanti enak bacanya. Kalau asik dan dapat juara pertama, lumayan bisa dapat duit Rp 1,5 juta. Atau Rp 500 ribu untuk juara ketiga.

Continue reading “Mendaftarlah, Mumpung Masih Ada Waktu..”

Ternyata Balas SMS Itu Penting

Tulisan tentang SMS yang birokratis ini tepat menyodok ulu hatiku. Aku bener-bener tersindir. Untungnya lagi bulan puasa. Kalau tidak, aku pasti sudah bilang “Juancuk!!” ke penulisnya. Soale aku bener-bener disindir dengan tulisannya. 😀

Selama ini aku termasuk orang yang cuek pada urusan balas membalas ucapan selamat. Jangankan mengirim ucapan, membalas SMS pun aku jarang. Dulunya di blog pun aku pikir tidak perlu untuk membalas komentar orang. Sebab, sebenarnya, semula aku juga jarang main-main ke blog orang.

Continue reading “Ternyata Balas SMS Itu Penting”

Menahan Nafsu Nyampah di Dunia Maya

Ini hari pertama Ramadhan 1429 H alias puasa tahun 2008 M. Kalau sudah bulan puasa, banyak orang jadi perhatian sama waktu buka dan tutup puasa. Jadwal Puasa itu biasa ditempel di dalam kamar, bila perlu dibakar lalu dimakan abunya biar hafal. Untungnya sih aku tidak sampai kategori terakhir, meski juga tetep butuh jadwal. Hehe..

Karena bukan tipe orang yang rajin ke masjid dan musholla, aku tidak bisa dapat jadwal puasa versi cetak. Biasanya jadwal puasa yang dicetak dalam ukuran poster atau pamflet itu ada di masjid, musholla, atau di jalan. Pembuatnya pemberi layanan jasa atau produk yang beriklan dengan dalih jadwal puasa. Biasalah. Tidak ada yang gratis di muka bumi, termasuk urusan agama. Maybe..

Continue reading “Menahan Nafsu Nyampah di Dunia Maya”

Susahnya Mengubah Humanis jadi Bisnis

supcet

Untuk pertama kalinya Jumat (29/08) kemarin aku ikut ngobrol sambil nyeruput sup alias Soup Chat. Acaranya asik banget. Informal. Tapi isinya sangat serius, soal creative economy. Sayangnya tidak ada waktu khusus untuk saling mengenal. Jadi aku tidak bisa kenal satu per satu, kecuali dengan rombongan belogger Bali Blogger Community (BBC).

But, sebelum itu, aku tulis dulu soal Sup Chat. Obrolan santai kemarin sudah obrolan keduapuluh dari komunitas ini. Aku baca dari profil di situsnya, komunitas diskusi ini berawal dari kegelisahan kurangnya media untuk ngobrol di Denpasar. Aku kopas aja deh sebagian isinya.
Continue reading “Susahnya Mengubah Humanis jadi Bisnis”