Desas-desus itu terbukti juga. Aku dan Bunda membuktikannya Sabtu pekan lalu. Kami melihat dengan mata kepala sendiri. Bungkusan kecil, seukuran jempol kaki, berwarna oranye di bawah meja itu membuatku yakin akan ketidakjelasan zaman kaliyuga ini. Hehe..
Sekitar dua bulan sebelumnya, dari Bunda aku mendengar cerita Ike dan Saylow. Ada satu cafe di daerah Renon yang pakai jampi-jampi atau semacamnya. Intinya pakai kekuatan supranatural untuk menarik pengunjung. Jampi-jampi itu berupa bungkusan kecil yang ditaruh di bawah meja. Lucunya, cafe itu juga menyediakan free wifi.



