Tak Bisa ke California, Kuta pun Jadi

0 , , Permalink 0

Marlyn Monroe menyambut kami dengan antusias.

Aktris dan model populer di Amerika pada 1950an itu berseru dengan mulut lebar dan tangan menunjuk kami. Simbol seks Amerika pada masanya itu seolah berkata, “Selamat datang di hotel kami…”

Tentu saja itu bukan Marlyn Monroe beneran. Dia sudah meninggal akibat bunuh diri pada 5 Agustus 1962 silam.

Sosok Marlyn yang menyambut kami itu berupa foto sang artis yang ditempel di dinding lift. Namun, dia lumayan menghadirkan nuansa berbeda sekaligus menyajikan kesan pertama yang menggoda tentang tempat kami menginap hari itu, Fame Hotel.

Pekan lalu, kami menginap selama dua malam di hotel yang berlokasi di Jalan Sunset Road Kuta itu. Ada paket menginap ONE MORE NIGHT, bayar Rp 650 ribu dapat dua malam. Untuk ukuran di Kuta, jantung pariwisata Kuta, paket ini termasuk murah. Maklum, Kuta kan jantungnya pariwisata Bali.

Lewat paket ONE MORE NIGHT, Fame Hotel memberikan kemurahan hatinya. Dengan harga Rp 650 ribu, kami bisa mendapatkan paket menginap termasuk sarapan untuk dua orang.

Selama dua malam, kami pun menikmati gemerlap Hollywood yang disajikan Fame Hotel. Tak bisa ke California, ke Kuta pun jadilah..

Tak hanya Marlyn Monroe, ikon Hollywood yang lebih kekinian pun ikut hadir menyambut kami di Fame Hotel, Angeline Jolie. Wajah sensual si jagoan seksi Lara Croft dalam Tomb Raider itu hadir dalam cangkir di kamar.

Begitu pula sederet bintang Hollywood lainnya, Kate Winslet, Tom Cruies, Brad Pitt, Matt Damon, dan seterusnya. Fame Hotel menghadirkan wajah-wajah populer kiblat hiburan dunia itu dalam beraneka rupa layanannya.

Mbak Maya dari Fame Hotel mengatakan, konsep hotel mereka memang menggunakan gemerlap Hollywood. Tiap tingkat hotel misalnya mencerminkan generasi film pada zaman itu. Misalnya lantai 2 untuk generasi 1980-an, lantai 5 untuk generasi 2000-an, dan seterusnya.

Gemerlap Hollywood juga hadir di kamar-kamar.

Dari sisi layanan kamar, Fame Hotel mungkin tak jauh beda sama hotel-hotel lainnya. Apalagi, hotel yang baru berdiri sejak tahun lalu ini memang termasuk city hotel. Sebagai hotel dengan harga terjangkau, dia menghadirkan nuansa Hollywood yang belum pernah saya temukan di hotel lain sebelumnya.

Kami menginap di kamar Superior dengan balkon. Kamar seluas 21 meter persegi ini punya balkon di belakang dengan pemandangan kolam renang di bawahnya. Kejutannya ada di depan kamar yang menghadap ke utara. Dari depan hotel, kami bisa menikmati merahnya senja khas Kuta.

Jadi, jika tak bisa ke pantai, menikmati sunset di depan kamar pun tak kalah memikatnya.

Hal berbeda lain, selain nuansa Hollywood, adalah sarapannya. Fame Hotel memberikan pilihan sarapan yang relatif banyak. Selain pilihan menu Asia ataupun Barat, ada pula pilihan menu standar atau vegetarian. Salad dan aneka roti menjadi pilihan nikmat dan sehat di pagi hari.

Menu sehat ini pula yang mereka sajikan di restorannya, Popcorn Resto. Fame Hotel memang tidak hanya menyediakan 90 kamar dengan tarif sekitar Rp 300 ribu per malam tapi juga restoran.

Kebetulan kami menginap pada akhir pekan. Jadi bisa ikut menikmati sajian malam mingguan di Pop Resto, CAFFENIGHT. Sambil menyantap menu-menu andalan seperti Sarah Jessica Burger dan Crepes with Ice Cream, kami juga bisa menikmati alunan musik akustik dan irama rancak dari disk jockey (DJ).

Sebagai pilihan tempat menginap, hotel ini juga menyediakan menu-menu untuk keluarga. Tempat bermain anak, persis di sebelah restoran, melengkapinya sehingga pas untuk menikmati liburan atau sekadar berakhir pekan.

No Comments Yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published.