Melanjutkan Mimpi Media Watch di Bali

Keinginan sih ada. Modalnya yang tak ada.

Oleh karena itu, hingga saat ini kami belum bisa menjadikan Sloka Institute sebagai lembaga pemantau media (media watch). Kami belum melakukan pemantauan dan pelaporan secara berkala tentang bagaimana materi media-media di Bali.

Continue reading “Melanjutkan Mimpi Media Watch di Bali”

Label Media makin Menyuburkan Stigma

Sebagian media kembali memberitakan pembunuhan berantai.

Lalu, gay kembali jadi pihak terpojokkan. Mujianto, pelaku pembunuhan berantai di Nganjuk, Jawa Timur tersebut berorientasi seks homoseksual. Korban-korbannya pun gay. Kelompok ini pun kembali mendapat stigma.

Continue reading “Label Media makin Menyuburkan Stigma”

Kumpulan Pengalaman Jurnalisme Warga

Di tengah langkanya referensi tentang jurnalisme warga, buku ini serasa pelepas dahaga.

Buku yang diterbitkan Peter Lang, New York tahun 2009 ini memberikan gambaran bagaimana praktik jurnalisme warga tak hanya diterapkan tapi juga bisa mendorong perubahan di banyak negara. Melalui contoh-contoh di Irak, China, Amerika Serikat, India, Australia, dan negara-negara lain, para penulis menegaskan bahwa perubahan warga sekaligus sebagai pewarta bukanlah hal mustahil.

Continue reading “Kumpulan Pengalaman Jurnalisme Warga”

Pledoi Menggugat Bredel, Melawan Lupa

Pergulatan manusia melawan kekuasaan adalah pergulatan ingatan lupa.

Goenawan Mohamad, pendiri dan (mantan) pemimpin redaksi TEMPO, menyitir pernyataan Milan Kundera tersebut di pengantar buku ini. GM, mengingatkan bahwa kekuasaan selalu berupaya menciptakan ingatan tunggal, termasuk terhadap sesuatu yang dianggap subversif. Ingatan tunggal biasa diiringi dengan tafsir tunggal pula terhadap sejarah tersebut.

Continue reading “Pledoi Menggugat Bredel, Melawan Lupa”

Bali Post dan Gubernur Bali, Berdamailah..

Dua penguasa Bali ini pun resmi bersengketa secara terbuka.

Kamis kemarin, sidang perdana gugatan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika terhadap Bali Post pun digelar di Pengadilan Negeri Denpasar. Pastika resmi menggugat media tertua dan terbesar di Bali tersebut karena dianggap menulis hal tidak benar tentang dirinya.

Continue reading “Bali Post dan Gubernur Bali, Berdamailah..”

A9ama, Menyigi Misteri Penyampai Informasi

Media massa itu semata memberitakan apa yang ingin mereka sampaikan.

Berita, lewat media apa saja, merupakan hasil saringan wartawan dan media itu sendiri. Ada sudut pandang wartawan, pemilihan oleh tim redaksi, juga politik media yang memberitakan. Di balik berita, banyak fakta “pertarungan” antar-media atau sesama wartawan di satu media.

Continue reading “A9ama, Menyigi Misteri Penyampai Informasi”

Berita Pahit Pengaku Keturunan Majapahit

Ilusi tentang wakil raja Majapahit di Bali pun pecah juga.

Media lokal maupun nasional di Bali memberitakannya Senin kemarin. Semua bertema kurang lebih sama, raja-raja di Bali tak mengakui dan malah menggugat klaim anak muda Bali sebagai keturunan Majapahit di Bali.

Continue reading “Berita Pahit Pengaku Keturunan Majapahit”

Fixer, Pembantu Jurnalis yang Bikin Ngiler

Dengan honor jutaan per hari, menjadi fixer amatlah menggoda.

Tak hanya imbalan, tantangan dan kesenangan pekerjaan ini juga amat tinggi. Seorang fixer bisa belajar banyak hal, terutama disiplin bekerja ala media dan jurnalis mancanegara.

Continue reading “Fixer, Pembantu Jurnalis yang Bikin Ngiler”

Agar Pelatihan Persma Lebih Tepat Guna

Musim pelatihan jurnalistik untuk mahasiswa telah tiba.

Pelatihan ini biasanya diadakan pada bulan-bulan ketiga atau keempat setelah mahasiswa baru masuk di kampus barunya. Urutan kegiatannya ini, biasanya dimulai dari kegiatan di tingkat kampus. Pada bulan pertama, mahasiswa baru sibuk dengan urusan kampus baru. Pada bulan kedua mulai sibuk di tingkat fakultas dan atau jurusan. Pada bulan ketiga atau keempat, barulah sibuk di tingkat unit kegiatan mahasiswa atau organisasi kemahasiswaan lain.

Continue reading “Agar Pelatihan Persma Lebih Tepat Guna”

Genre Baru itu Bernama Jurnalisme Warga

Objektivitas dalam jurnalisme itu omong kosong!

Tidak ada satu pun wartawan atau media yang bisa menulis dengan objektif. Dia pasti telah terpengaruh banyak hal ketika menulis. Dua wartawan bisa saja menulis topik sama persis. Tapi, pemilihan narasumber atau sudut pandang (angle) keduanya akan sangat berbeda.

Continue reading “Genre Baru itu Bernama Jurnalisme Warga”