Bahkan, Anggota DPR pun Tak Tahu

Kami duduk berenam Sabtu kemarin di Art Cafe Jl Hayam Wuruk Denpasar. dr Oka, Mas Rofiqi, Bodrek, Bunda, Agung, dan Bani. Bli Popo datang ketika diskusi hendak berakhir. Keprihatinan terhadap media di Bali yang mempertemukan kami sore itu.

Tanpa mengecilkan peran media di Bali selama ini, kami mencatat masih ada beberapa masalah terkait kualitas media di Bali. Terutama soal makin hilangnya hak publik di media lokal saat ini.

Continue reading “Bahkan, Anggota DPR pun Tak Tahu”

Enaknya Bekerja untuk Media Asing

Rabu lalu, honorku pun dikirim. Aah, inilah enaknya bekerja untuk media asing. Kerja sebentar, duitnya buesar. Kirim honornya juga hanya perlu waktu seminggu.

Kali ini aku kerja untuk kontributor Financial Times. Kontributornya di Jakarta tiba-tiba kirim SMS ke aku sekitar seminggu sebelumnya. Dia bilang dapat kontakku dari teman di Al-Jazeera di Jakarta. Teman baru ini minta tolong aku bantu untuk cari informasi tentang rencana pembangunan lapangan golf di Desa Bugbug dan Perasi, Karangasem.

Semula dia mengatakan akan memberi honor Rp 2 juta untuk pekerjaan ini. Eh, ternyata kemudian nambah jadi Rp 3 juta. Aku kerja tak lebih dari tiga hari: satu hari riset, satu hari wawancara per telepon, satu hari reportase lapangan. Laporan yang aku buat, dalam bahasa Inggris acak adut, sekitar enam halaman.

Continue reading “Enaknya Bekerja untuk Media Asing”

Undangan Perayaan Setahun Balebengong

Diambil dari balebengong.

Tidak terasa, Juli ini balebengong.net berumur satu tahun. Meski masih hanya dikerjakan di antara waktu luang, blog tentang Denpasar khususnya dan Bali pada umumnya ini lumayan bisa jadi referensi alternatif tentang Bali. Ini bisa dilihat dari banyaknya email atau komentar yang masuk untuk sekadar memberi tahu bahwa pembaca menemukan informasi tentang Bali seperti yang mereka cari.

Sampai Selasa (15/07/08) ini, ada 547 artikel yang sudah dipublikasikan di blog ini. Artikel-artikel itu dibuat oleh sekitar 31 kontributor aktif maupun yang hanya sesekali menulis. Ada pula beberapa tulisan yang diambil dari beberapa blogger, wartawan, atau penulis lain kemudian dimuat di balebengong.net dengan izin yang bersangkutan.

Continue reading “Undangan Perayaan Setahun Balebengong”

Sudahlah, Jangan Terlalu Berharap pada Media

Di antara sekian isu yang menarik pada Focus Group Discussion (FGD) pagi ini adalah diskusi soal media. FGD untuk mencari Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) itu diadakan Bappenas, UNDP, dan JPPR. Tujuannya kurang lebih untuk mencari tahu seberapa demokratiskah Bali dibanding provinsi lain. Aku membantu jadi moderator. Eh, bukan membantu ding. Dibayar. 😀

Ada tiga aspek untuk mengukur IDI ini. 1) Kebebasan Sipil, 2) Political Right, dan 3) Democratic Institution. Tiap aspek punya beberapa variabel dan tiap variabel pun punya indikator. Pada aspek Democratic Institution misalnya ada variabel independensi media terhadap pemerintah daerah.

Variabel ini melengkapi lima variabel lain seperti peran DPRD, Pemilu yang Bebas dan Adil, Peradilan yang Independen, Peran Partai Politik, dan Peran Birokrasi.

Continue reading “Sudahlah, Jangan Terlalu Berharap pada Media”

Di Mana Suara Para Korban?

Dengan suara meledak-ledak, Rizieq Shihab yang lebih dikenal dengan nama Habib Rizieq, itu mengacungkan tangan. “Kami siap berperang!” katanya ketika disorot wartawan. Aku melihatnya di TV, sore kemarin seusai belanja di Rimo Denpasar, sambil lalu saja.

Lalu, ketika sampai rumah, aku melihat hal yang tak jauh berbeda. Ketua Front Pembela Islam (FPI), milisi bersurban yang membawa nama agama, itu begitu bersemangat menantang polisi yang hendak menangkap anggota FPI.

Ah, inilah wajah TV hari-hari ini. Penuh dengan teriakan perang. Seolah-olah perang itulah yang mereka inginkan.

Continue reading “Di Mana Suara Para Korban?”

Factory workers, journalists unite for May Day rally

Jakarta Post – May 2, 2008

Dicky Christanto, Denpasar – Protesters at a May Day rally held in Denpasar on Thursday accused the government of failing to protect Indonesians working longer hours for no extra pay.

The alliance of organizations commemorating the May 1 International Workers’ Day displayed dozens of banners while activists gave speeches about how “unfriendly” government policies had jeopardized workers’ lives.

Continue reading “Factory workers, journalists unite for May Day rally”

May Day dan Cerita Miris tentang Jurnalis

Tiap 1 Mei, kaum buruh sedunia memperingati hari buruh internasional yang akrab disebut May Day. Sejarah May Day berawal dari Amerika Serikat ketika buruh di negara industri itu mulai sadar untuk menolak eksploitasi berlebihan terhadap tenaga mereka. Saat itu, pada 1889, melalui perjuangan heroik dan berdarah-darah, buruh di Amerika bisa memperjuangkan agar mereka bisa bekerja maksimal hanya delapan jam tiap hari.

Hasil perjuangan berdarah ini kemudian adalah diterapkannya delapan jam kerja tiap hari sebagai standar perburuhan internasional. Maka, sejak 1 Mei 1890, kaum buruh sedunia pun menjadikan hari itu sebagai momentum untuk merayakan hasil perjuangan itu. Pada perjalanannya, May Day kemudian juga menjadi waktu untuk meneriakkan tuntutan agar buruh mendapat imbalan yang layak atas jerih payah mereka.

Continue reading “May Day dan Cerita Miris tentang Jurnalis”

Jangan Baca Berita dengan Tanda (*)

jangan-baca-1.jpg

Gerakan ini didedikasikan untuk pembaca surat kabar yang telah dibodohi karena membaca tulisan pesanan. Perhatikan tiap berita yang mencoba memanipulasi pembaca dengan menyertakan tanda bintang (*) di akhir artikel.

Makin banyak media yang berani menurunkan berita pesanan (yang bisa dibeli) tanpa memberi tanda bahwa itu advertorial atau berita iklan. Bahkan, berita itu tidak biberi garis api-tanda tegas untuk membedakan iklan dan berita.

Continue reading “Jangan Baca Berita dengan Tanda (*)”

AJI Denpasar, Nasibmu Kini..

SMS dari Ervi pagi ini mengusikku. Ervi, teman di Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar itu mengabarkan tentang kegiatan Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Bali di Hotel Niki Denpasar hari ini. “Acr PJI hr ini dihadiri bnyk sekali wartawan Bali. Nada2nya, AJI Dps bakal kehilangan anggota ni. Ketua PJI Bali, Justin. Panitinya jug org2 AJI. Weleh2.”

Hari ini pengurus PJI Bali dilantik di hotel Niki Denpasar. Sebagai sesama jurnalis, ini menyenangkan bagiku. Makin banyak organisasi wartawan semoga akan membuat wartawan makin sadar bahwa berorganisasi itu penting. Nantinya juga semoga makin meningkatkan kualitas jurnalis ataupun media itu sendiri.

Continue reading “AJI Denpasar, Nasibmu Kini..”

Waduh, Anda Tidak Perlu Bayar

“Maaf, tapi saya harus bayar berapa untuk ditulis?” tanya suara di ujung telepon sana.

“Waduh, Anda tidak usah bayar. Malah kalau memang saya tidak dikasih gratis, saya akan bayar,” jawabku.

“Oh, begitu ya. Saya pikir saya harus bayar,” katanya.

Hmm, ini kali kesekian aku jadi korban salah paham. Ketika akan menulis sesuatu yang memang bersifat promotif, aku pasti dipikir akan meminta bayaran atau setidaknya aku dipikir akan mengharap sesuatu. Begitu pula hari ini.

Continue reading “Waduh, Anda Tidak Perlu Bayar”