Setelah Dua Minggu Terabaikan

Naik Kuda di Bromo

Ya, aku tahu. Blog ini lama tidak terurus. Kalau dilihat dari posting terakhir sih berarti persis dua minggu lalu aku nulis di blog ini. Terlalu banyak alasan untuk dipakai ngeles. Nah, daripada hanya sibuk cari alasan, mending kasih update sajalah. Inilah kerjaan dan kegiatan yang memang bikin selama sekitar sebulan, atau malah lebih ya?

Pertama dua tulisan panjang. Tulisan pertama adalah laporan tindak kekerasan oleh polisi di kalangan pengguna heroin suntik alias injecting drug user (IDU). Ini tulisan lama yang aku janjikan buat teman-teman IDU yang tergabung di Ikatan Korban Napza (IKON) Bali. Apa daya, meski sudah lama aku janjikan, tulisan ini tertunda agak lama.

Continue reading “Setelah Dua Minggu Terabaikan”

Drug users not treated humanely

Anton Muhajir, The Jakarta Post, Denpasar | Fri, 08/14/2009 2:11 PM | The Archipelago

Drug users in Asia and Pacific regions face discrimination and limited access to proper medical treatment since many of these countries still regard human rights as minor problems, a forum was told Thursday.

“It requires comprehensive policy changes at the national, regional and international levels to enable these persons to receive needed medications and treatments,” said a speaker in a forum on Injecting Drug Users (IDU), with the theme Reform: Toward Human Rights Drug Policy, in Sanur, as part of the 9th International Congress on AIDS in the Asia-Pacific.

Continue reading “Drug users not treated humanely”

Pesan Cumi, Cuma Mimpi

Memenuhi undangan seorang teman, aku, Bunda, dan Bani pun mencoba satu restoran baru di jalan Dewi Madri Renon. Jumat malam lalu, kami pun ke sana dengan perut keroncongan. Pokoknya sudah siap tempurlah..

Suasana restoran yang baru buka sekitar seminggu ini asik. Semua warna bantal dan sandaran kursi yang merah ngejreng mengingatkanku pada restoran Rosso Vivo, yang kemudian diikuti resto sebelahnya, Ocean Beach di jalan raya Pantai Kuta. Dua resto ini tak hanya menawarkan makanan dan minuman tapi juga suasana.

Continue reading “Pesan Cumi, Cuma Mimpi”

Perempuan Terbaik yang Pergi Itu

IMG_6358

Husnul Khotimah adalah salah satu perempuan terbaik bagiku.

Ketika aku masih SMP, atau malah SD, dia sudah mengajari tentang tak adilnya pembagian pekerjaan antara laki-laki dan perempuan. Perempuan, katanya, lebih sering hanya jadi pembantu di rumah tangga. Di sisi lain laki-laki lebih banyak menuntut.

Continue reading “Perempuan Terbaik yang Pergi Itu”

Teroris Itu Sudah Keluar dari Ajaran Agama!

Persis seminggu setelah ledakan bom di JW Marriott dan Ritz Carlton, aku mendapat email berisi Surat Terbuka ini.

Aku tidak pernah mendengar nama pemimpin dan lembaga yang mengeluarkan Surat Terbuka ini sebelumnya. Tapi tidak masalah. Toh kata Ali bin Abi Thalib, dengarkanlah perkataannya, bukan lihat siapa yang bersuara. Aku haqqul yakin sepakat dengan isi surat ini. Islam sering kali dibajak untuk membenarkan tindak kekerasan, termasuk oleh para teroris. Parahnya lagi banyak yang malah bersimpati pada para pembajak itu ketika agama ini dicemarkan. Maka, kaum moderat harus bersuara.

Pemuatan Surat Terbuka ini merupakan dukungan terhadap suara-suara moderat di negeri ini.

Continue reading “Teroris Itu Sudah Keluar dari Ajaran Agama!”

Ketika TV Kehilangan Hati Nurani

Inilah menu makan siangku hari ini: sup kepala ikan dan ikan goreng. Makannya di warung langganan, Warung Lembongan di jalan Tjok Agung Tresna Renon Denpasar. Ikan laut itu digoreng garing. Supnya, selain kepala ikan juga ada sayur ketimun diiris tipis.

Karena sudah ngidam dari kemarin, aku pun nyeruput sup kepala ikan itu dengan nikmatnya. Posisiku menghadap ke arah TV yang menayangkan berita siang. Pokoke makan siang ini enak tenanlah. Eeh, pas lagi asik nyeruput sup kepala ikan, di TV nongol potongan kepala orang yang diduga sebagai pelaku teror bom di Ritz Carlton dan JW Mariott Jumat pekan lalu.

Continue reading “Ketika TV Kehilangan Hati Nurani”

Stringer, Tuyul Modern Jurnalisme TV

“Ada mayat di kolam lapangan Puputan Badung,” kata suara di telepon seluler Putu Sujana Kamis awal Maret lalu. Sujana sedang duduk-duduk di depan gedung rektorat Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar di jalan Nusa Indah, Denpasar Timur. Ada demo mahasiswa dan dosen di kampus itu menuntut pergantian rektor.

“Demonya tidak asik. Cuma begitu-begitu saja,” kata Sujana. Maka, Sujana segera pergi dari kampus ISI setelah ada telepon tersebut. Dia naik sepeda motor Shogunnya di antara lalu lintas Denpasar. Di antara gerimis, dia menyalip motor dan mobil sepanjang jalan.

Continue reading “Stringer, Tuyul Modern Jurnalisme TV”

Sumber Informasi Lain Bernama Milis

Informasi adalah salah satu bagian terpenting dalam pekerjaanku. Bisa jadi juga di pekerjaan banyak orang. Tiap hari, informasi datang silih berganti. Buanyak sekali medianya.

Pagi-pagi, ketika baru bangun tidur, Kompas sudah ada di rumah. Informasi resmi ini disampaikan lewat medium bernama koran. Siangnya ketika kerja di kantor, informasi itu datang berjibun lewat internet misalnya email, social networking, website, blog, dan seterusnya. Malam ketika di rumah sambil leyeh-leyeh, informasi itu datang lewat TV.

Continue reading “Sumber Informasi Lain Bernama Milis”

Sebagian Gambar Perjalanan ke Kintamani

Sabtu – Minggu kemarin aku, Bunda, dan Bani akhirnya bisa juga ikut treking di Kintamani, Bangli. Agendanya bareng antara Bali Blogger Community (BBC) dan Bali Outbond Communiyt (BOC). Sayangnya kegiatannya beda. BBC treking keliling sebagian danau, BOC mendaki Gunung Batur.

Gambar pertama dicolong dari Facebooknya Nenek Tante Sakti. Foto-foto lain ada di Flickr. Cerita perjalanannya nyusul..

Loncat!

Continue reading “Sebagian Gambar Perjalanan ke Kintamani”