Boleh Curang Asal Tenang

Setelah sekitar dua minggu beruntun sakit, komputer kena virus conficker, dan pontang panting ngurus pemantauan Pemilihan Presiden, kini saatnya aku kembali ngeblog. Mumpung lagi hangat-hangatnya, fresh from the oven, aku nulis soal Pilpres saja.

Pada Pilpres kali ini aku akhirnya ikut Golput. Bukan karena sesuatu yang ideologis, tapi semata praktis, males. Hehe..

Continue reading “Boleh Curang Asal Tenang”

Internet Membuat Mereka Lupa Daratan

Pelatihan Komputer oleh BBC di Banjar Serongga, Gianyar

Minggu (5/7) kemarin, Bali Blogger Community (BBC) bikin kegiatan Berbagi Tak Pernah Rugi Episode II. Kegiatan kali ini berupa pelatihan internet di Banjar Serongga Kaja, Desa Serongga, Kecamatan Gianyar, Kabupateng Gianyar.

Berbagi Tak Pernah Rugi merupakan kegiatan baru di BBC. Lewat kegiatan ini kami ingin membagi apa yang kami punya pada komunitas lain, pengetahuan misalnya.

Continue reading “Internet Membuat Mereka Lupa Daratan”

Berhahahihi di Hard Rock Radio Bali

Saylow Siaran di Hard Rock Radio

Jumat sore tadi, dua anggota Bali Bloger Community (BBC) jadi narasumber di Hard Rock Radio Bali. Dua orang itu Saylow dan aku sendiri. Selama satu jam, kami jadi korban sepasang penyiar gokil, Tomy dan Riri. Nama acaranya memang sama dengan nama mereka, Tomy and Riri Show.

Wawancara itu sendiri masih berupa rekaman. Jadi kami berdua diwawancara dulu untuk direkam. Senin besok, baru wawancara itu disiarkan. Taping alias rekaman itu dilakukan di lantai 3 kantor marketing Hard Rock Radio di daerah Central Parkir Kuta.

Continue reading “Berhahahihi di Hard Rock Radio Bali”

Local residents take tourism into their own hands

Anton Muhajir, Contributor, Nusa Ceningan, Klungkung | Thu, 06/25/2009 11:23 AM  |  Surfing Bali

Dressed in a dark-blue T-shirt and shorts, Kadek Sukadana accompanied seven foreign tourists walking around Nusa Ceningan, one of the Nusa Penida islands in Klungkung regency, about 70 kilometers east of Denpasar.

Sukadana’s main occupation is as a seaweed farmer, and does this part-time job of tour guide for any visitors who drop by his little island. Unlike other registered tour guides, Sukadana doesn’t have to change his “fashion style” and put on intricate Balinese traditional costumes while accompanying his guests.

Continue reading “Local residents take tourism into their own hands”

BBC on Air dan Buku Mai Melali

Sabtu (20/6/09) kemarin sebagian anggota Bali Blogger Commmunity (BBC) kumpul di angkringan Pasar Burung, Sanglah. Nongkrong usai main futsal sama anak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Udayana (BEM), oya kami kalah dengan skor telak 12-6, ini diikuti sekitar 20 orang.

Sambil menikmati menu khas angkringan seperti nasi kucing, sate jeroan, wedang jahe, dan seterusnya, kami mendiskusikan beberapa rencana agenda BBC ke depan. Dua di antara agenda tersebut adalah rencana BBC on Air alias siaran BBC di radio. Ini rencana siaran rutin di Bali FM terkait dengan blogging maupun dunia teknologi informasi secara umum.

Continue reading “BBC on Air dan Buku Mai Melali”

Menggunakan Mading sebagai Media Sekolah

Oleh Anton Muhajir

Mengenal Mading
Sejak zaman bahuela, manusia sudah senang menyampaikan informasi satu sama lain. Selain untuk bertukar kabar, informasi yang disampaikan itu bisa sekaligus untuk menunjukkan keberadaan. Pada zaman batu, misalnya, manusia sudah menggunakan dinding-dinding gua untuk menyampaikan informasi tersebut. Ini barang kali yang bisa jadi rujukan sejarah awal mula majalah dinding dalam versi bahuela. 🙂

Lewat mading ala manusia zaman batu itu pula kita bisa mencatat bagaimana peradaban manusia pada saat itu. Kita bisa melihat bagaimana hubungan antara manusia dengan alam termasuk hewan dan tumbuhan, juga manusia dengan manusia itu sendiri. Kita bisa melihat kebudayaan manusia pada masa itu lewat lukisan di dinding gua itu. Begitulah, informasi itu sekaligus sebagai dokumentasi tentang kebudayaan mereka.

Continue reading “Menggunakan Mading sebagai Media Sekolah”

Ritualistic battle honors the ancestors

Anton Muhajir, Contributor, Tenganan | Thu, 06/18/2009 1:19 PM |  Surfing Bali

With a tiny safety pin, 13-year-old Kadek Juliantara picked the sharp thorns out of the scratches carved into the shoulder of his best friend, 12-year-old Kadek Anjasmara. He did it with carefully, gently, so as not to cause any pain.

Yet these same wounds were inflicted by none other than Juliantara himself during the Perang Pandan battle held earlier in the morning. As always, best friends Juliantara and Anjasmara took opposite sides in the annual event.

As Juliantara carefully cleaned Anjasmara’s wounds, the other Tenganan youths gathered nearby amused themselves by teasing 8-year-old Bagus Saptana. Saptana looked a bit nervous: It would be his first time participating in the fight, known locally as mageret pandan or makare-kare. Naturally, the prospect of hurting his opponent or being hurt had shaken the boy up a little bit. And the older kids weren’t going to miss a chance to frighten the boy a bit more.

Continue reading “Ritualistic battle honors the ancestors”

Ketika Semua Merasa Paling Berjasa

Geli banget melihat suasana kampanye para calon presiden (Capres) Indonesia sekarang. Tidak terlalu banyak program yang ditawarkan, eh, malah sibuk saling serang. Ironisnya lagi mereka juga saling merasa paling banyak berjasa.

Si incumbent yang suka jaim, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sudah jauh-jauh hari pakai tagline “Lanjutkan!”. Tentu saja maksudnya adalah melanjutkan “keberhasilan” dia pada lima tahun sebelumnya. Presiden klimis ini pun suka sekali menggembor-gemborkan apa saja yang sudah dilakukannya selama lima tahun lalu: bantuan langsung tunai, swasembada beras, dan seterusnya.

Continue reading “Ketika Semua Merasa Paling Berjasa”

Karena Berbagi Harus Dilanjutkan Lagi

Minggu (14/6) kemarin kami datang lagi ke Sanggar Anak Tangguh. Jumlah kami dari Bali Blogger Community (BBC) kali ini memang tak sebanyak pekan lalu. Pekan lalu ada 23 orang. Kali ini sepertinya kurang dari itu.

Toh kegiatan tetap meriah. Agenda kemarin adalah materi tambahan tentang internet serta evaluasi kegiatan. Materinya tak banyak. Hanya tentang bagaimana menggunakan mesin pencari Google dan ensiklopedia Wikipedia. Materi ini diberikan setelah peserta selesai makan siang dengan menu tipat cantok isi merica. Makanya muka anak-anak peserta pada ngantuk semua. Hehe..

Continue reading “Karena Berbagi Harus Dilanjutkan Lagi”