Bersimbah Darah Menghormati Leluhur

Untuk pertama kalinya aku nonton Perang Pandan di Tenganan Pegeringsingan Rabu, tiga hari lalu. Ternyata asik juga. Sayangnya sih aku tidak bisa nonton dari awal sampai selesai. Hanya sekitar tiga jam di sana.

Tapi tidak apalah. Lumayan juga kok buat foto-foto sisi lain dari perang tiap tahun ini. Ini sebagian di antara foto-foto itu..

Peralatan perang pandan terdiri dari satu ikat daun pandan dan tameng terbuat dari anyaman daun ata.

Continue reading “Bersimbah Darah Menghormati Leluhur”

Akhirnya Blogger Bali Demo Juga

Aksi Demo Cabut UU ITE

Untuk pertama kalinya, Bali Blogger Community (BBC) ikut berdemonstrasi di dunia nyata. Selama ini kami lebih banyak bersuara di dunia maya. Karena itulah, bagiku, aksi ini menarik untuk dicatat. Sebab inilah pengalaman pertama kami, sebagai sebuah komunitas, ikut demo.

Kamis (11/6) BBC ikut serta dalam aksi solidaritas untuk Prita Mulyasari, ibu rumah tangga yang didakwa melakukan pencemaran nama baik gara-gara mengirim email keluhan terhadap layanan rumah sakit. Prita didakwa dengan Undang-undang (UU) No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Pasal 27 ayat (3) dengan tuduhan pencemaran nama baik. Dia terancam kurungan penjara enam tahun dan denda hingga Rp 1 milyar.

Continue reading “Akhirnya Blogger Bali Demo Juga”

Berbagi Informasi ala BBC

Pelatihan Bali Blogger Community di Sanggar Anak Tangguh

Jari-jari Ni Kadek Kristina, 9 tahun, bergerak di keyboard laptop HP 8 inchi itu. Dia terlihat agak kagok. Untuk mengetik hruf “a” ketika menulis “petani”, siswa kelas III SD 1 Guwang ini harus lebih dulu mencari-cari huruf “A” di keyboard.

Ni Putu Eka, teman Kristina, juga ikut mengetik. Dia bergantian dengan Kristina mengetik contoh yang diberikan oleh Trimartono Muliawan, anggota Bali Blogger Community (BBC).

Continue reading “Berbagi Informasi ala BBC”

Pasti Pas!, Pasti Tak Puas

Pasti Pas! Pertamina

Petugas staisun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) alias pom bensin itu tak tersenyum pada saya. Padahal seharusnya dia melakukannya, memberikan senyuman pada pelanggan. Atau setidaknya menyapa lah. Petugas benisn itu juga tak menunjukkan angka meteran menunjukkan 0 (nol). Padahal seharusnya dia menyampaikannya pada saya, atau bahkan menunjukkan pada saya bahwa meteran penunjuk bensin itu memang nol.

Bukan. Saya bukan gila hormat sehingga harus diberi senyum. Atau saya terlalu perhitungan sehingga harus ditunjukkan angka nol sebelum mengisi bensin. Saya hanya menuntut hak saya sebagai konsumen. Sebab tanda di pom bensin itu menunjukkan demikian, bahwa mereka siap memberikan layanan yang memuaskan semua pelanggan, termasuk saya.

Continue reading “Pasti Pas!, Pasti Tak Puas”

Korban Baru Bernama Prita

Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) kembali memakan korban. Kali ini adalah Prita Mulyasari, 32 tahun, warga Serpong yang dijerat oleh Rumah Sakit Internasional Omni Hospital, Alam Sutra, Serpong, Tangerang Selatan. Prita dijebloskan ke penjara karena alasan pencemaran nama baik.

Tali yang dipakai untuk menjerat Prita adalah Pasal 27 ayat 3 UU ITE. Isinya “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.”

Continue reading “Korban Baru Bernama Prita”

Mari Berbagi Pengetahuan Teknologi Informasi

logo-berbagi-tak-pernah-rugi

Sloka Institute, lembaga nirlaba pengembangan media, jurnalisme, dan informasi di Bali mendukung Bali Blogger Community (BBC) untuk kegiatan Berbagi Tak Pernah rugi. Kegiatan pertama adalah, pelatihan teknologi informasi dan komputer untuk anak-anak di Sanggar Anak Tangguh, Guwang, Sukawati, Gianyar.

Kegiatan akan dilaksanakan pada Minggu, 7 dan 14 Juni mulai pukul 09.00-12 Wita. Minggu pertama adalah trainning sedangkan minggu kedua untuk evaluasi sekaligus kopdar dan jalan-jalan eksplorasi Guwang, salah satu bengkel kesenian di Bali. Continue reading “Mari Berbagi Pengetahuan Teknologi Informasi”

Karena Montok Lebih Hot!

Ini sesuatu yang datang beruntun. Mungkin ini petunjuk baik untukku. Bahwa aku memang harus menulis soal ini. Jadi aku bisa dapat dua-duanya, menyelesaikan kewajiban sekaligus ikut perlombaan. Siapa tahu nantinya malah dapat hadiah karena tulisan ini. Hihihi..

Pekan ini, Bali Blogger Community (BBC) membuat thematic posting tentang TV. Ide ini datang dari Gus Tulank. Aku pikir ada baiknya juga. Apalagi Arif juga sudah membuat tulisan asik soal kritiknya pada program TV. Thematic posting adalah ide dari BBC untuk menggalakkan kembali blogging yang megap-megap akibat serbuan social networking.

Continue reading “Karena Montok Lebih Hot!”

Ketika Rekayasa Masuk dalam Berita

Obrolan sebentar dengan Ayu, wartawan Kompas, hari ini mengingatkanku soal hal sudah berulang kali aku pikirkan, “Etiskah wartawan mengatur narasumber sesuai kemauan wartawan? Bagaimana sebenarnya etika jurnalisme TV?”

Pertanyaan itu muncul kembali setelah aku baca tulisan Ayu di Kompas hari ini tentang istri almarhum Anak Agung Prabangsa yang merasa terganggu oleh wartawan TV. Lalu siang tadi aku ngobrol sama Ayu dan Ervi, dua teman wartawan di Bali, tentang bagaimana perlakuan wartawan salah satu TV nasional pada istri almarhum Prabangsa.

Continue reading “Ketika Rekayasa Masuk dalam Berita”

Revolusi Hijau, Menjerat Petani dengan Racun

Petani Bali

Upaya mengusir hama wereng di sawahnya justru mendatangkan kematian bagi Wayan Jojol, petani di Banjar Wang Bung, Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Gianyar. Petani palawija dan padi ini jatuh pingsan setelah menyemprot hama wereng di lahannya dengan pestisida. Ketika petani lain hendak menolongnya, Jojol sudah meninggal.

“Kami menggotongnya dari sawah sudah dalam kondisi meninggal. Tidak jelas penyebabnya. Tapi kemungkinan besar dia keracunan karena pestisida,” Ketut Rena, petani di banjar yang sama, mengenang kematian Jojol yang terjadi pada pertengahan 1985 tersebut.

Continue reading “Revolusi Hijau, Menjerat Petani dengan Racun”

Surga untuk Turis Bukan untuk Warga

jalan-rusak

Dua penghargaan penting diperoleh Bali pada dua bulan terakhir. Pertama adalah sebagai Pulau Wisata Terbaik se-Asia Pasifik versi majalah pariwisata Destinasia. Majalah yang berpusat di Hongkong itu memilih Bali sebagai pulau terbaik berdasarkan polling pembaca di Hongkong, Singapura, Thailand, India, Malaysia, Australia, Taiwan, dan negara-negara di Timur Tengah.

Kedua, pada Maret lalu, Bali juga dinyatakan sebagai Pulau Spa terbaik di dunia. Pemberi penghargaan kali ini adalah majalah kebugaran Senses. Penghargaan ini meneguhkan bahwa Bali adalah pulau wisata dengan pelayanan spa terbaik di dunia.

Penghargaan-penghargaan itu makin meneguhkan citra Bali adalah surga. Tapi surga untuk siapa?

Continue reading “Surga untuk Turis Bukan untuk Warga”