Bosnia Bagian 6: Berkaca dari Pelik Bosnia

Perjalanan ke negara lain memang kadang membuat sentimentil.

Begitu pula dengan kunjungan ke Bosnia Herzegovina kali ini. Semakin aku mengenal negara ini, meski hanya seminggu, rasanya semakin bersyukur punya negara bangsa seperti Indonesia.

Continue reading “Bosnia Bagian 6: Berkaca dari Pelik Bosnia”

Bosnia Bagian 5: Perlawanan yang Menyatukan

Gemericik air sungai menyambut kami di Kruscica.

Airnya jernih. Bening. Mengalir di antara bebatuan coklat dengan sebagian pohon mulai menguning di sepanjang tepi sungainya. Selebihnya masih hijau asri. Begitu pula dengan perbukitan yang mengelilinginya.

Continue reading “Bosnia Bagian 5: Perlawanan yang Menyatukan”

Bosnia Bagian 4: Upaya Merawat Harapan

Aktivis di Mostar yang menggunakan musik untuk menyatukan warga. Foto Anton Muhajir.

Sejarah Bosnia adalah cerita panjang penaklukan.

Secara geopolitik, negara ini menjadi medan pertempuran berbagai kepentingan ideologi dan politik selama ratusan tahun. Bosnia Herzegovina berada di titik persimpangan Eropa selatan dan tenggara. Negara lain pernah menguasainya termasuk Kekaisaran Ottoman, Hungaria, dan Yugoslavia.

Continue reading “Bosnia Bagian 4: Upaya Merawat Harapan”

Bosnia Bagian 3: Keindahan dalam Ancaman

Kawasan kota tua di Sarajevo, Bosnia. Foto Anton Muhajir.

Secara fisik, Bosnia Herzegovina ini indah sekali.

Keindahan itu bisa terlihat, antara lain, dari lansekap Sarajevo, ibu kota negara seluas 51.000 km persegi ini. Sarajevo berada di ketinggian sekitar 500 meter. Kota ini dikelilingi pegunungan Dinaric sehingga lebih mirip lembah. Sungai Miljacka membelahnya dengan air jernih yang mengalir tanpa henti.

Continue reading “Bosnia Bagian 3: Keindahan dalam Ancaman”

Bosnia Bagian 2: Warisan Perang

Bosnia seolah tak punya basa-basi.

Begitu masuk mobil penjemput, kisah muram perang langsung menyambut kami. Sandi, sopir penjemput dari bandara, menceritakan bagaimana Perang Balkan memisahkan warga Bosnia berdasarkan tiga identitas utama, Bosnia Muslim, Kroasi Katolik, dan Serbia Ortodoks.

Continue reading “Bosnia Bagian 2: Warisan Perang”

Bosnia Bagian 1: FvCK! SIALAN!!

Mengejar pesawat di Bandara Internasional Turki. Foto Anton Muhajir.

Firasatku sudah tidak enak karena waktu keberangkatan molor.

Menurut jadwal, penerbangan dari Jakarta ke Istanbul itu seharusnya pukul 21.05 WIB. Kami akan tiba di Istanbul, berdasarkan informasi di tiket, pukul 05.00 waktu setempat. Lalu, aku akan melanjutkan penerbangan dari Istanbul, Turki ke Sarajevo, Bosnia pukul 07.30.

Continue reading “Bosnia Bagian 1: FvCK! SIALAN!!”

Ctrl+C, Ctrl+V, Begitulah (Ikon) Bali Saat Ini

Sumber foto Twitter @aryawiznu.

Akhirnya, aku liputan lagi setelah hampir setahun berselang.

Kali ini untuk BenarNews, media daring berkantor di Washington DC, Amerika Serikat. Media milik Radio Free Asia (RFA) ini meminta laporan tentang bangkai pesawat mejeng di atas tebing Pantai Nyang Nyang.

Continue reading “Ctrl+C, Ctrl+V, Begitulah (Ikon) Bali Saat Ini”

Biar Anak Tak Jadi Budak Gawai

Ilustrasi anak sedang main gim daring. Foto Anton Muhajir.

Bagaimana, sih, caranya agar anak tidak kecanduan HP?

Pertanyaan itu beberapa kali terjadi padaku. Biasanya dari teman yang sedang ngobrol bareng membahas soal keluarga, termasuk bagaimana anak kami masing-masing. Juga termasuk topik paling susah saat ini, mengatasi kecanduan anak pada ponsel.

Continue reading “Biar Anak Tak Jadi Budak Gawai”

Jejak Abadi Keberagaman Warisan Wali

Menara Kudus memadukan budaya Hindu, Islam, dan Jawa dalam bangunannya.

Keterlambatan kami tiba justru menjadi berkah.

Petang menjelang ketika kami sampai di Menara Kudus pada Jumat pekan lalu. Gelap sudah mulai turun pelan-pelan. Namun, suasana justru terasa lebih syahdu. Bercampur antara visual dan spiritual.

Continue reading “Jejak Abadi Keberagaman Warisan Wali”

Melawan Kecemasan, Menghadapi Kenyataan

Hari-hari ini, hidup rasanya penuh dengan ketakutan.

Bahkan, ketika berada di tengah situasi yang seharusnya membuat kita penuh dengan kegembiraan sekalipun. Situasi ketika kita berada pada sebuah keriuhan, yang dulunya identik dengan kegembiraan, kini justru menciptakan ketakutan.

Continue reading “Melawan Kecemasan, Menghadapi Kenyataan”