Hingga ke desa-desa, kami disambut makelar tanah juga.
Begitu pula ketika kami jalan-jalan ke Desa Nyambu, Kecamatan Kediri, Tabanan kemarin. Ketika kami menyusuri pinggiran desa dengan pesona sawahnya, eh, nemu juga makelar tanah.
maka, menulislah untuk berbagi, agar ceritamu abadi.
Hingga ke desa-desa, kami disambut makelar tanah juga.
Begitu pula ketika kami jalan-jalan ke Desa Nyambu, Kecamatan Kediri, Tabanan kemarin. Ketika kami menyusuri pinggiran desa dengan pesona sawahnya, eh, nemu juga makelar tanah.
Sebenarnya sudah sejak akhir 2013 lalu aku belajar bikin video.
Tidak serius sih. Hanya pelatihan empat hari tentang cara pembuatan video. Waktu itu bareng petani dan para pendampingnya di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bangunan kotak-kotak menjulang tinggi di Sanur itu terlihat aneh.
Selama ini, ada ciri khas tiap wilayah pariwisata Bali. Sanur terkenal dengan akulturasi Bali tradisional dengan modern. Kuta identik dengan Bali modern. Ubud sebagai Bali tempo doeloe.
Continue reading “Berubahnya Arsitektur dan Karakter (Orang) Bali”

Sebuah kejutan datang dari salah satu teman awal Januari lalu.
Dia mendadak kirim email, mengabarkan dia diterima di salah satu media besar di Indonesia. Teman cewek, yang sebenarnya lebih akrab di dunia maya ini, itu memberi subjek emailnya: Terima kasih.
Continue reading “Kabar Gembira dari Alumni Jurnalisme Warga”
Di balik pesonanya, Bali juga punya wajah bopeng.
Akhir Desember lalu, saya membantu jurnalis Amerika liputan tentang penambangan pasir di Bali. Selain wawancara beberapa aktivis lingkungan, kami juga mengunjungi lokasi penambangan pasir.

Sebuah patung tentang epos Ramayana megah baru berdiri di pinggiran Denpasar.
Lokasinya persis di pertigaan Jalan By Pass Ngurah Rai, Kesiman, Denpasar. Titik ini menghubungkan tiga arah jalan. Di selatan adalah jalan dari Sanur dan Nusa Dua. Di timur adalah jalan dari daerah timur Bali seperti Gianyar, Klungkung, Bangli, dan Karangasem. Di utara adalah jalan dari Denpasar atau Gianyar.
Tahun sudah mau berganti tapi nasib masih saja sama, ditolak penyedia beasiswa.
Biar tidak terlewat begitu saja, penting memang untuk membuat catatan. Sekadar mengingat dan merefleksikan apa saja yang sudah lewat meskipun sekadar curhat. Jika tak tercatat, mereka akan cuma lewat.
Akhirnya saya bisa juga merasakan Natal di Palasari.
Dusun ini berada di Desa Ekasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali. Jaraknya sekitar 120 km dari Denpasar. Karena melewati jalur padat dan sibuk Jawa – Bali, waktu tempuh pun lebih lama, sekitar 4 jam.