Kenalkan: Tulamben yang Merangsang

0 , , Permalink 0

tim oye
Pertemuan terakhir ini benar-benar menjadi obat kelas sebelumnya.

Minggu lalu, ngenes rasanya melihat hanya ada empat peserta di dua hari kelas jurnalisme warga Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Karangasem. Dua hari pertemuan pun terasa lebih sepi dari biasanya.

Waktu itu, aku benar-benar nelangsa. Jauh-jauh dari Denpasar ke Tulamben untuk memberi pelatihan, ternyata banyak peserta yang tak bisa hadir dengan beragam alasan.

Tapi, ya maklumi saja. Bagaimana pun juga, kelas ini adalah kegiatan sukarela. Tak ada yang dipaksa ataupun memaksa untuk ikut.

Untunglah, pada pertemuan terakhir kami Minggu kemarin, semua serasa terobati. Enak sekali.

Sehari sebelumnya, kami manggang ikan. Tempatnya di Pantai Tulamben. Persis di pinggir pantai. Di antara batu-batu menggemaskan pantai ini.

Beberapa peserta seperti Pandu, Selamat, dan Suastika turut hadir. Malam itu, barengan dengan Purnama, kami memanggang ikan sambil ngobrol santai dengan banyak hal.

Apalagi malem Minggu. Lengkap sudah. Menikmati ikan bakar di antara deburan ombak sambil menikmati purnama. Nikmat tiada tara.

Minggu pagi, kami melanjutkan kelas-kelas sebelumnya.

Kelas jurnalisme warga di Tulamben ini kerja sama Sloka Institute dan Conservation International. Tahun ini kami membuatnya berbeda. Jika pada kelas-kelas di tempat lain hanya dua hari pertemuan, maka kali ini selama sebulan.

Tiap akhir pekan, kami dari Sloka pun berkunjung ke Tulamben. Lumayan jauh dan melelahkan.

Materi selama sebulan itu pun lebih beragam. Tak hanya belajar materi menulis ala jurnalisme warga dan ngeblog seperti kelas-kelas lainnya tapi juga tentang foto ponsel, media sosial dan desain kampanye.

Hasilnya lebih beragam. Peserta antusias sekali terutama saat membuat media-media kampanye di media sosial. Kami sepakat membuat kampanye Tulamben Macan Gersang, singkatan dari Tulamben Manis, Cantik, Segar, dan Merangsang.

Awalnya terasa menggelikan bagiku. Tapi ternyata lama-lama slogan pilihan para peserta itu lucu juga. Mudah diingat dan mengena.

Kampanye dilakukan melalui berbagai media, terutama media sosial. Ada bikin poster dan video. Materinya juga dicetak dan ditempal di depan kantor desa ataupun tempat parkir.

Kemarin, kami kemudian membuat tim Pewarta Warga Desa Tulamben. Tiga belas warga Desa Tulamben inilah yang nantinya akan lebih banyak membagi informasi tentang desa mereka.

Yuk, silakan intip mereka di Grup Facebook Tulamben Macan Gersang ataupun blog Desa Tulamben.

No Comments Yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published.