'Kafe' are HIV hotspots: Official

Anton Muhajir, The Jakarta Post, Denpasar | Sat, 01/03/2009 10:33 AM | Bali

The growing popularity of kafe (local bars) across Bali has made the island more vulnerable to the spread of HIV (Human Immunodeficiency Virus), as the outlets also serve as a front for prostitution, a senior health official warns.

“The kafe have became not only places to relax but also places to solicit sexual transactions,” Bali AIDS Commission (KPS) spokesperson Mangku Karmaya said at a year-end press briefing earlier this week.

Continue reading “'Kafe' are HIV hotspots: Official”

Perjalanan Menyenangkan ke Nusa Lembongan

Sampai hampir pukul 7.30 Wita, mobil pick up yang kami pesan tak juga datang menjemput ke rumah. Padahal semalam sebelumnya kami sudah bilang ke pemilik pick up, tetangga kami di jalan Subak Dalem di pinggiran Denpasar Utara, untuk datang menjemput pukul 7 pagi.

Kami harus berangkat awal karena harus mengambil papan petunjuk jalan yang akan dibawa ke Nusa Lembongan juga jemput bapak ibu yang akan ikut ke sana untuk sembahyang sekalian jalan-jalan. Apalagi Bunda juga harus beli tiket untuk teman-teman yang akan ikut ke pulau seberang tersebut. Jadi harus berangkat lebih awal.

Continue reading “Perjalanan Menyenangkan ke Nusa Lembongan”

Bertani di Zaman Teknologi Informasi

Sekitar sepuluh tahun lalu, telepon seluler (ponsel) masih jadi barang langka. Dia menjadi sesuatu yang identik sekali dengan kemewahan. Saat itu, melihat orang bawa ponsel seperti melihat orang dengan status sosial ekonomi yang sangat tinggi. Padahal sebenarnya juga belum tentu begitu.

Kini ponsel sudah serasa kacang. Nyaris tiada orang yang tak bisa membelinya. Pemulung, pedagang asongan, penjual bunga di pasar. Semuanya sudah bawa ponsel. Kadang memang berguna untuk pekerjaan. Namun tak sedikit pula yang membawanya hanya untuk sekadar bergaya.

Continue reading “Bertani di Zaman Teknologi Informasi”

Menyantap Nasi India di Depan Toko Cina

Setelah terakhir kali diadakan 44 tahun lalu, -itu sih kata Pak Darma Putra dalam tulisannya di Bale Bengong-, Festival Gajah Mada kembali diadakan tahun ini. Sore tadi, aku bareng Bunda dan Bani pun ke sana untuk tahu seperti apa kemeriahan festival ala Kota Denpasar ini.

Awalnya aku pikir festival ini diadakan sepanjang Gajah Mada, jalan yang masuk bagian dari kota tua Denpasar. Ternyata bukan. Hanya sebagian, tak sampai separuh, jalan yang dipakai perayaan ini.

Continue reading “Menyantap Nasi India di Depan Toko Cina”

Merayakan Setelah Kematian Datang

Sudah tengah malam. Namun suara orang menyanyi diiringi gitar masih terdengar di gangku. Tumben saja sih. Sudah lama aku tidak mendengar suara orang gaduh di tengah malam. Tapi sudah beberapa malam ini suara-suara orang bernyanyi itu terdengar sampai larut malam.

Suara nyanyian itu datang dari orang-orang yang lagi duduk-duduk di depan gang kecil ke rumah Gede, salah satu tetanggaku. Kemarin kakek Gede yang sudah uzur banget meninggal. Tidak ada tangisan. Mungkin juga karena umur si kakek yang sudah tua dan sakit cukup lama.

Continue reading “Merayakan Setelah Kematian Datang”

Menyama Braya di Hari Natal

Kami (Aku, Bunda, dan Bani) baru saja sampai rumah. Abis dari rumah Fenny, si ratu ngebor, eh, ratu kopdarnya Bali Blogger Community (BBC). Dari pukul enam teng tadi, kami di sana. Ikut menikmati perayaan Natal. Kasihan juga Fenny merayakan Natal sendiri di rumahnya yang bagus tapi agak berantakan itu. Hehe..

Tak hanya kami yang datang ke rumah Fennyi di daerah jalan Gunung Agung, di sekitar Pasar Loaknya Bali itu. Ada Novan, Efi, Eka, dan tiga perempuan jalang lain di sana. Acaranya, tentu saja, makan-makan. Sebab, apalah artinya hari raya tanpa pesta. Hwahaha..

Continue reading “Menyama Braya di Hari Natal”

Bani Petani Kecil Kami

bani-petani

Hari Minggu pun tiba. Inilah hari ketika Bani akan ikut liburan ke sawah. Bani mau ikut Fun Sunday, liburan sambil belajar ala Yayasan Wisnu. Sejak sekitar pukul 7 kami sudah siap-siap. Sayangnya aku sendiri tidak yakin jam berapa acara akan mulai, pukul 8 apa pukul 9. Tapi kami putuskan berangkat pukul 8.30 saja.

Continue reading “Bani Petani Kecil Kami”

Hit the Bush Face!

Meg Davis, a friend of mine, sent me this link, www.sockandawe.com. It is a online game about recently incident when Iraqi journalist Al-Zaidi threw his shoes to hit the Bush face.

Therefore this game. The objective is very simple. Hit the Bush in the face with your shoes. Even online game, it is very simple to play.

Of course i play joyfully in the Friday morning. Haha.. Then i got 13 points after played several times. Wow, it is awesome. 😀

But, how poor is Bush. His face was hitted 41.697.775 times. No. It is enough. We have to hit more and more. Haha..