Ternyata Lembap, Bukan Lembab

Lagi ngedit tulisan di tempat kerja part time. Di salah satu tulisan aku menemukan kata “kelembapan”. Maka aku ganti huruf “p”-nya dengan huruf “b”. Jadinya “kelembaban”, bukan “kelembapan”.

Tapi, karena beberapa kali muncul dalam bentuk “Lembap” (dengan P), bukan “Lembab” (dengan B), maka aku pun penasaran. Aku cek di kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga Terbitan Balai Pustaka. Oalah, ternyata benar. “Lembap”, bukan “Lembab”..

Ketika aku cek di kata “Lembab”, ternyata dirujuk ke “Lembap”. Kata sifat ini artinya (1) mengandung air (hawa dsb); tidak kering benar (tembakau dsb). (2) tidak nyaring bunyinya (seperti gendang yang kendur).

0 thoughts on “Ternyata Lembap, Bukan Lembab

  1. coba cek kamus juga ahh…jangan-jangan sembab sebenarnya sembap, terjerembab sebenarnya terjerembap, hehe maksa..

    tapi sekarang ini ada juga upaya untuk merekontruksi secara halus dan tidak bertanggung jawab hanya demi gaulitas (bener ya, kreatif kan jadi kreativitas, gaul jadi gaulitas dong..) beberapa kata yang sudah benar; misalnya “mantap” jadi mantab…malah jadi mantabbhh….”top” jadi tobbhh….habiizz

    anyway, thanks infonya mas anton

  2. seingat saya waktu SMA itu kelembaban? atau ternyata memang ingatan saya yang salah ya??? he..he… ternyata saya gak boleh terlalu percaya dengan ingatanku. thx infonya…
    tapi bahasa indonesia memang banyak membingunkan kalo mau dicari tau…yah gak heran nilai bahasa indonesia saya gak bagus, heran padahal saya sehari – hari pake bahasa indonesia he..he.

  3. oohh pegitu yach? yang pener itu lembap.. paru tau nih.. thx pli atas infonya..
    sebertinya panyak kata2 yg sering kita gunakan menyimbang dari kamus Pesar Pahasa Indonesia.. pingung juga jadinya..

    ngomong2.. pingung ngga pacanya?
    * kaaappuuurr… sepelum dilembarin.. hihihihihi… :))

  4. ternyata wangsit yang saya dapat menjadi kenyataan, tidak rugi saya bertapa 1 tahun diselat bali 🙂

    thx infonya pang (loh ketularan wahyu plue T_T)

  5. @ indra1082: oh no. baru tau ya? 😀

    @ sherly: soeharto kali yg ngubah. 🙂

    @ okanegara: bagus. ntar dpt nilai 100!

    @ bul gombal: yg bener jablay.

    @ dani: yg benar bani, bukan dani. 😀

    @ via: untung ada blog. jd kita bisa mengingatnya skr. 🙂

    @ wahyu: wah, kalo ini sih ngrusak pahasa malahan.

    @ devari: wah, asal ada kamus basa bali aja.

    @

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *