Selain Egois, Mereka juga Sinis

Merasa sebagai borjuis, orang Perancis malas bicara dalam Bahasa Inggris.

Karena ingin tahu di mana tempat lain untuk membeli tiket, aku bertanya pada petugas di stasiun Gaellani, Paris bagian barat pagi itu. Dia menjawab dalam bahasa yang tak ku mengerti. Dari dialeknya, aku yakin itu Bahasa Perancis. Ini toh juga di Paris.

Aku mengajaknya bicara dalam Bahasa Inggris. Dia tetap saja ngomong dalam bahasa yang tak kumengerti itu. Karena aku tak mengerti apa maksudnya, dan dia juga tak mau diajak ngomong Bahasa Inggris, aku lalu pergi mencari sendiri tempat membeli tiket itu.

Melewati lorong sekitar 100 meter dari tempat pertama, aku dan dua teman lain menemukan juga loket pembelian karcis. Kali ini petugasnya perempuan. Tapi dia patuh dogen alias sama saja dengan petugas yang aku temui sebelumnya. Wajah mereka dingin. Meski aku sudah tersenyum dan mencoba lebih ramah, mereka tetap saja tanpa senyum.

Dan, lagi, dia tak mau bicara dalam Bahasa Inggris.

Inilah salah satu masalah di Perancis. Orang-orang di negara ini malas diajak ngomong selain dengan bahasa mereka sendiri. Aku sudah mendengarnya beberapa kali dari beberapa teman ataupun media. Dan, ternyata ada benarnya.

Bahkan beberapa anak muda yang kami temui di Katedral Notre Dame yang sedang mlonco temannya untuk kampanye juga tidak mau diajak ngomong Bahasa Inggris. Ini tentu saja tidak berlaku untuk semua orang Perancis. Tapi sebagian besar memang begitu, tidak mau diajak ngomong selain Bahasa Perancis.

Selain tidak mau diajak ngomong selain Bahasa Perancis orang-orang di negeri Napoleon Bonaparte ini, setidaknya di sebagian tempat di Paris yang aku kunjungi, juga lebih dingin. Tak seperti orang Belanda yang sangat ramah pada orang lain, orang Perancis lebih susah diajak ngobrol.

Di Belanda, (hampir) tiap kali ketemu dengan orang asing, aku akan say hallo atau hai. Lalu dia akan menjawab tak kalah ramahnya. Lebih sering pula mereka yang menyapa orang lain yang tak mereka kenal sekalipun. Lalu, setelah say hallo atau hai itu pembicaraan akan mengalir begitu saja.

Tapi tidak di Paris.

Meski gigiku sampe kering karena saking lebar dan lamanya tersenyum, orang yang aku ajak senyum di Paris tetap saja memasang muka sinis. Mereka tak mau tersenyum balik apalagi tertawa. Ini tak hanya sekali tapi berkali-kali. Di dalam metro, di tengah jalan, di loket karcis, di toilet. Aku tak menemukan orang yang bisa diajak berbagi senyum ini.

Egoisnya orang Perancis, yang tak mau ngomong selain Bahasa Perancis dan tak mau diajak senyum ini, ternyata dibenarkan orang Eropa sendiri. The Guardian pernah mempublikasikan hasil riset arogansi orang Perancis.

Ini salah satu pertanyaan di riset tersebut bersama jawabannya. The French arrogant? Yes, they are.

18 thoughts on “Selain Egois, Mereka juga Sinis

  1. Ya jangan disamakan dengan orang Belanda donk. Leluhur orang Belanda kan pernah hidup ratusan tahun di nusantara. Jadi mereka sudah ketularan keramahan masyarakat sini dan diturunkan ke anak cucu mereka sampai sekarang. 😛

  2. Istri pamanku orang prancis, cuma sudah lama tinggal di london….dan mungkin krn sudah ngikut budaya Indonesia… Alhamdulillah ramah…

    tapi emang benar most of them are arrogant.. ^_^
    Pengalaman yang menarik ya… 🙂
    salam kenal

  3. Lagi musim apa ni bos di sana? Iya bener banget, bangat teman saya juga mengeluhkan kalau orang perancis sombong2, dan mereka berharap semua orang di dunia make bahasa mereka…
    Tetapi satu2nya teman saya yang dari perancis baik… Jadi saya gak ikut-ikutan ah… hehe

  4. Oooo, gitu ya, makasi infonya, jadinya kalo saya ke paris nanti bakalan saya ajak ngomong basa bali aja, biar sombongnya sama, hehehehe…

  5. termasuk di negeri orang juga mereka egois dan angkuh. katanya, kalau mereka tinggal di negeri orang, orang prancis nggak mau pake mercy, bmw, toyota atau honda, mereka harus pae peugeout… kalau nggak salah..

  6. aku baca sampai tuntas artikel ini. menarik sekali. memang sudah lama dan sering mendengar arogansi orang Paris yang tak mau berbahasa Inggris, tapi baru tahu begitu parahnya arogansi mereka dalam artikel ini. benar-benar deh…

  7. hush…BLOG kok ngomongin orang…haha tu org ga ngerti lagi sama tulisan dalam bhs indonesia, dlm bahasa ingg saja mereka tidak suka mempergunakannya… bagaimana klo Blog ini di-translate kdlm bhs perancis, supaya mereka nyadar akan sikap mereka yg borjuis itu hehehehhe…

    saran yg aneh ;p

  8. Watak elo Kebiasaan lu dari Indonesia lu bawa ke sono mereka lihat lu tuh bukannya kayak wayang golek cengenges ngapain tersenyum sama orang yang lu Nggak kenal kalau gua mah nggak mau biar gua orang Indonesia juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *