Memadukan Rantai Pertanian yang Berserakan

VECO Indonesia merajut rantai pengembangan pertanian berkelanjutan dari produksi hingga pemasaran. Tulisan ini adalah bagian pertama dari tulisan untuk LONTAR, media internal VECO Indonesia, LSM tempatku kerja part time..

Rovinia Jenia, 28 tahun, semangat bercerita. Dia mengangkat tutup lancing (tempat penyimpanan gabah) di gudang lalu menunjukkan gabah di dalamnya. “Di sini kami bisa menyimpan gabah sampai dua bulan,” katanya. Lancing, wadah dari anyaman bambu, itu jadi tempat menyimpan gabah sekaligus harapan.

Continue reading “Memadukan Rantai Pertanian yang Berserakan”

Sambil Menyelam Memulung Besi

Catatan: tulisan ini adalah sebagian tulisan yang dibuat untuk jurnal WACANA Insist.

Di usianya yang makin renta, Ammung, 59 tahun, harus melakukan pekerjaan yang jauh lebih berisiko dibanding sebelumnya. Sejak tiga bulan lalu, nelayan di Desa Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan, Bali itu mulai menyelam untuk mencari besi-besi tua di sekitar Serangan. “Mau bagaimana lagi. Keluarga saya tetap butuh makan,” katanya sore pertengahan April lalu di pantai timur Serangan.

Ammung, nelayan dengan pendapatan rata-rata Rp 15.000 per hari, sebelumnya hanya mencari ikan untuk dimakan sendiri dan dijual. Menggunakan pancing atau jala, dia biasa berangkat dari rumahnya di Kampung Bugis, Serangan sekitar pukul 7 pagi dan pulang pukul 5 sore. Stiap hari, Ammo bisa mendapat sekitar 25 kg ikan seperti meong-meong dan tawah.

Continue reading “Sambil Menyelam Memulung Besi”

Membandingkan Darut Tauhid dengan Rumah Cemara

Pada hari ketiga Pelatihan Menulis Isu AIDS untuk Wartawan di Bandung, peserta pelatihan diberi tugas untuk liputan ke lapangan. Sekitar 20 peserta dibagi jadi empat kelompok dengan narasumber injecting drugs user (IDU), pekerja seks komersial (PSK), waria, dan man sex with man (MSM) alias gay. Aku sangat bernafsu untuk bisa masuk kelompok yang mewawancari PSK. Apa daya, pas diundi, aku malah dapat IDU, isu yang sudah sering aku tulis.

Di kelompokku ada teman dari Banten, Aceh, Makassar, Medan, dan Palembang. Dwi Wiyana, redaktur TEMPO yang juga pemateri pelatihan mengantarkan kami ke Rumah Cemara, tempat nongkrong junkie, bahasa lain IDU, di Bandung. Semula, aku tidak terlalu antusias. Sepertinya aku tidak akan dapat hal baru di isu HIV/AIDS di kalanga IDU ini. Untungnya sih begitu masuk kawasan ini, aku seperti nemu ironi menarik untuk jadi bahan tulisan.

Continue reading “Membandingkan Darut Tauhid dengan Rumah Cemara”

Olahan Buah Naga nan Menggoda

buah-naga-sector-bb.jpg

Hari Raya Imlek Januari lalu membuat menu baru di Sector Bar and Restaurant laris manis. Maklum, menu itu memang mengandalkan buah naga, sesutau yang memang erat hubungannya dengan China: warna merah dan naga. Mungkin ini satu-satunya resto yang menjadikan buah naga sebagai menu makanan andalannya.

Di tangan ahlinya, buah yang bagi sebagian orang mungkin dianggap asing ini ternyata bisa jadi menu spesial di tangan mereka yang ahli. Demikian pula di Sector Bar and Restaurant. Resto yang sebagian besar pengunjungnya adalah pemain golf di lapangan golf Grand Bali Beach ini membuat empat menu baru yang berbahan dasar buah naga yaitu salad, soup, pudding, dan roast chicken dengan campuran buah naga.

Continue reading “Olahan Buah Naga nan Menggoda”

Kronologis Pengadilan Bersihar Lubis

Karena ada beberapa teman yang menanyakan kronologi kasus Bersihar Lubis, maka aku posting kronologi kasus tersebut di blog ini. Semuanya aku ambil dari milis Pantau Komunitas.

Kronologis Pengadilan Bersihar Lubis

Oleh Bersihar Lubis
Menulis itu, Kapok Sambal (Untuk Rekan Bonnie Triyana dan kawan-kawan)

Belum seratus hari saya bekerja di Majalah B-Watch pada awal Maret 2007 itu. Majalah Berita Dwimingguan MEDIUM, tempat saya bekerja sebelumnya, tak lagi terbit sejak awal 2006. Majalah ini sudah “megap-megap” sejak 2005. Biasalah. Soal modal, dan sebagainya, “bahaya laten” yang selalu mengintai penerbitan pers. Apa yang bisa saya kerjakan hanya menulis, dan menulis.

Saya sudah menjadi wartawan sejak 1970, menjadi reporter koran Medan, Mercu-Suar dan Mingguan Taruna Baru.  Jadinya, saya “dungu” – dan ini bukan dosa — untuk bekerja di bidang lain. Misalnya membuka kedai kopi, atau menjadi pedagang ikan di kampungku, Sibolga yang pantai pasir putih dan rimbunan pohon kelapanya molek di pantai barat Sumatera Utara. Saya juga “dungu” soal nuklir. Yang Maha Tahu segalanya, hanya DIA.

Continue reading “Kronologis Pengadilan Bersihar Lubis”

Ubud organic market needs more space

Features – January 31, 2008

Anton Muhajir, Contributor, Denpasar

The front yard of Pizza Bagus in Pengosekan, Ubud, was bustling with activity one recent morning.

Vendors had transformed the cramped yard into Ubud’s first organic market. Buyers carefully scoured piles of various organic food products, from fruits and vegetables to bread, honey, and ice cream.

Dutch national Edith van Walsum, a mother of two children, said shopping the organic market was quite exciting.

Continue reading “Ubud organic market needs more space”

Kampanye Nyepi Melalui Dunia Maya

Hiruk pikuk Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) tentang Perubahan Iklim sudah berlalu pertengahan Desember lalu. Selain jadi tuan rumah yang baik, keberhasilan Bali lainnya di konferensi yang diikuti sekitar 10 ribu peserta dari 189 negara itu adalah masuknya kampanye World Silent Day sebagai salah satu upaya untuk mengurangi emisi penyebab perubahan iklim.

Pertanyaannya kemudian, setelah UNFCCC lalu apa? Bagaimana meneruskan kampanye World Silent Day, yang bersumber dari pelaksanaan Nyepi di Bali, pada tingkat lebih global?

Continue reading “Kampanye Nyepi Melalui Dunia Maya”

Sebagian Bali Terancam Tenggelam

Akibat pemanasan global (global warming), sebagian wilayah Bali terancam tenggelam. Parahnya lagi, kenaikan air laut hingga 6 meter itu mengancam daerah-daerah pusat kegiatan pariwisata.

Hal tersebut dikatakan Hira Jhamtani, aktivis Third World Network, jaringan negara ketiga yang terutama aktif di gerakan anti-globalisasi. Hira, yang sering mewakili lembaga swadaya masyarakat (LSM) di berbagai kegiatan internasional, menyatakan adanya ancaman itu pada diskusi yang digelar Koalisi LSM untuk perubahan iklim di Denpasar Bali hari ini.

Continue reading “Sebagian Bali Terancam Tenggelam”

Garuda Wisnu Kencana, a neglected mega project

Anton Muhajir, Contributor, Jimbaran

The 50 or so visitors milling around the 20-hectare Garuda Winsu Kencana cultural park in Jimbaran looked small in comparison to their surroundings.

“It’s like visiting a cemetery,” said a young girl watching the sunset from the park, which sits on a hill south of Denpasar.

The beautiful and serene park, overlooking Jimbaran Bay, was originally meant to be the best cultural park in Indonesia, and maybe, one day, the world.

Continue reading “Garuda Wisnu Kencana, a neglected mega project”

Dampak Konsentrasi Kepemilikan Media di Bali

Catatan: Laporan ini adalah bahan yang saya kumpulkan untuk buku Lembaga Studi Pers dan Pembangunan (LSPP) tentang peta media di Bali.

Tak bisa dipungkiri, mengguritanya Kelompok Media Bali Post memberikan dampak positif bagi Bali. Dampak positif itu misalnya menghilangkan budaya koh ngomong, mendorong keterlibatan warga dalam penggunaan media massa sekaligus mengawasi kinerja pemerintah, serta mendorong semangat kewirausahaan orang Bali.

Budaya Koh Ngomong adalah sikap dan perilaku orang Bali yang enggan mengurusi masalah orang lain. Karena itu tabu bagi orang Bali untuk saling kritik apalagi disiarkan secara terbuka. Sikap seperti ini bisa terjadi karena pada masa Orde Baru, sikap kritis memang sengaja dimatikan. Di sisi lain, kemajuan pariwisata yang berakibat pada meningkatnya pendapatan Bali, memang membutuhkan suasana “harmonis”. Konflik secara tertutup maupun terbuka harus didiamkan.

Akibat budaya Koh Ngomong ini, orang Bali cenderung apolitis dan bersikap Nak Mula Keto, atau memang begitu adanya.

Continue reading “Dampak Konsentrasi Kepemilikan Media di Bali”