Jadi, anak kami sudah lima tahun sekarang. Dan, dia makin menyenangkan.
Ya, tentu saja. Ada yang bilang, tidak ada yang sempurna selain anak kita sendiri. Begitu pula pendapat kami tentang Bani Nawalapatra, anak kami.
maka, menulislah untuk berbagi, agar ceritamu abadi.

Setelah tiga atau empat kali kami gagal bertemu, akhirnya kami bertemu juga di Jakarta.
Inilah dia, Rara, dokter gigi yang juga pendiri komunitas blogger Makassar, AngingMammiri. Kami bertemu Jumat lalu di Jakarta ketika kami sama-sama ikut diskusi terfokus tentang etika internet yang diadakan Internet Sehat. Kalau tidak karena diskusi ini, belum tentu kami bisa bertemu.

Tantangan sekarang bukan lagi bagaimana mengakses, tapi memilih dan memilah informasi.
Sebab, ketika saluran informasi sudah dibuka, maka informasi tak lagi elitis. Dia bisa datang dari mana saja dan diakses siapa. Dia mengalir terus. Ke mana saja. Lewat apa saja.
Seperti air. Tak ada yang bisa membendung aliran informasi ini.
Fasilitator memecah belah kami. Dua kali!
Setelah mengadu dalam dua kelompok besar, dia memecah kami dalam tiga kelompok lebih kecil. Pada tahap awal, Idaman Andarmosoko, fasilitator diskusi kelompok terfokus atau focus group discussion (FGD) tersebut, memecah sekitar 50 peserta dalam dua kelompok besar, pro dan kontra. Dua kelompok ini harus berdebat lewat kartu tentang setuju tidaknya ada etika di dunia maya.
Materi ini disampaikan di Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa Tingkat Lanjut (PJTL) Pers Mahasiswa Media Ekonomika (Medikom) Minggu kemarin.
Pelatihannya terlalu singkat, hanya satu jam. Itu pun harus buru-buru karena harus menunggu pembicara sebelumnya dan kemudian ditunggu pembicara selanjutnya. Diskusi juga tak terlalu menarik karena minim banget respon dari peserta. Agak acak adut pelaksanaan kegiatannya.

Tak kurang dari 15 menit, referensi pemesanan tiket pun masuk emailku.
Sangat cepat. Praktis. Hemat. Padahal, orang lain yang aku kirimi SMS belum juga merespon pertanyaanku tentang harga tiket tersebut.
Lima belas menit sebelumnya, aku kirim SMS ke tetangga yang bekerja di agen perjalanan. Aku bertanya tentang harga dan jadwal keberangkat ke Jakarta 16 September nanti. Setelah kirim ke tetangga tersebut, aku juga chatting dengan teman lain yang juga mengelola agen perjalanan.

Lumayan, nilai hasil evaluasi pekerjaanku antara baik atau sangat baik.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, hari ini pun aku ikut evaluasi staf tahunan di tempat kerja paruh waktu (part time). Materi evaluasi staf ini antara lain meliputi pencapaian, kompetensi, motivasi, dan rencana kerja tahun depan. Ada empat tingkatan, yaitu 1, 2, 3, dan 4. Setelah evaluasi selama sekitar 2 jam, pimpinan memberikan nilai antara 3-4. Artinya itu tadi, antara baik atau sangat baik.

Kerusuhan di Inggris menyebar tak hanya di berbagai kota, tapi juga segala format media.
Format pertama, teks, tentu di media konvensional, koran. Dari sini aku tahu pertama kali tentang kerusuhan yang menyebar pertama kali dari Tottenham, daerah pinggiran London Utara itu.

Kenapa ya kok males dengerin khotbah?
Pertanyaan itu sudah lama ada di pikiranku. Bawaannya malas kalau dengerin khotbah di TV ataupun di tempat lain.