Di Dunia Maya, Kita Bisa Berjaya. Nyatanya?

Bulu kudukku merinding disko ketika melihat Eric Schmidt.

Tentu saja ini lebay. Tapi, begitulah adanya. Rasanya amat excited ketika melihat Pemimpin Eksekutif Google itu hadir di ruang pertemuan Grand Hyatt, Nusa Dua pekan lalu.

Continue reading “Di Dunia Maya, Kita Bisa Berjaya. Nyatanya?”

Refleksi Empat Hari Mbebek Hillary

Setelah empat hari jadi embedded blogger kunjungan Hillary Clinton di Bali, inilah saatnya membuat refleksi.

Pertama, aku jadi tahu bagaimana rasanya jadi embedded journalist. Meskipun Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika mengundangku sebagai embedded blogger, tetap saja tanggung jawabku selama ikut mereka tak jauh beda dengan pekerjaanku selama ini, jurnalis.

Continue reading “Refleksi Empat Hari Mbebek Hillary”

Ketakutan Amerika di Balik Kedigdayaannya

Sepertinya orang Amerika tidak bisa tenang. Apalagi pejabatnya.

Tak heran jika rombongan dari pemerintah Amerika Serikat yang bawaannya paling gawat dibanding rombongan pejabat negara lain. Jika rombongan pejabat dari negara lain hanya dikawal sesama diplomat, maka rombongan Menteri Luar Negeri Amerika, Hillary Clinton selalu dikawal tim pengamaman dipolomatik alias Diplomatic Security (DS).

Continue reading “Ketakutan Amerika di Balik Kedigdayaannya”

Mereka Peduli. Anda Tidak, Pak Menteri..

Ketika Kedutaan Amerika Serikat mengundangku sebagai embedded blogger, diam-diam aku meratap juga.

Kalau Amerika begitu peduli pada warga dunia maya (netizen) khususnya blogger, kenapa justru pemerintah Indonesia begitu ketakutan terhadap kami? Kalau Amerika memberi tempat begitu istimewa pada blogger, kenapa pemerintah tak pernah mengajak kami? Inilah pertanyaan-pertanyaan yang mengusik kepalaku.

Continue reading “Mereka Peduli. Anda Tidak, Pak Menteri..”

Semakin Berdarah Semakin Meriah

Kenapa media sering sekali menampilkan berita kriminal dibandingkan prestasi sekolah?

Pertanyaan seperti itu kembali muncul ketika aku memberikan pelatihan jurnalistik untuk murid SMP dan SMA. Salah satu siswa menggugat berita yang ada di media arus utama. Tak hanya koran tapi juga TV.

Continue reading “Semakin Berdarah Semakin Meriah”

Bisakah Mewujudkan Independensi Pers Mahasiswa?

Tulisan ini diolah lagi dari emailku pada salah satu penggiat pers mahasiswa (Persma) di Malang.

Melalui email, dia bertanya kepadaku tentang beberapa hal terkait persma. Misalnya tentang profesionalisme persma, netralitas, juga new media. Jawabanku ini lebih banyak berdasarkan pengalaman ketika aktif di persma Akademika (1998-2002) plus selama jadi wartawan sejak 2001 lalu.

Continue reading “Bisakah Mewujudkan Independensi Pers Mahasiswa?”

Maka, Pencapaian Apa Lagi yang Kau Dustakan?

Sekali-kali, mari sok religius. Mumpung momentumnya juga pas. 🙂

Judul di atas merupakan gubahan dari ayat dalam Al-Quran. Seingatku sih dia bertebaran di beberapa surat. Bunyi tepat ayat tersebut adalah, “Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kau dustakan?”.

Continue reading “Maka, Pencapaian Apa Lagi yang Kau Dustakan?”

Kabar Bergambar Bani Sehari-hari

Setelah lupa dan terus lupa, blog Bani akhirnya terupdate juga. Alamat blog ini sebenarnya sudah jadi sejak awal tahun ini. Cuma, sering lupa kalau mau update.

Karena lupa terus, maka kami hampir tak pernah masukin tulisan di sana. Jadilah foto-foto saja yang ada di sana. Mengelola blog foto sepertinya jauh kebih mudah dibanding blog tulisan.

Continue reading “Kabar Bergambar Bani Sehari-hari”

Foto Pernikahan ala Tukang Poto Amatiran

Kampung halaman ternyata asik juga jadi tempat untuk foto pernikahan.

Sawah, kebun, orang membajak, gubuk, bukit. Semua tempat itu asik juga untuk berfoto ria ketika aku jadi tukang foto pernikahan. Atau, seolah-olah fotografer pernikahan. 🙂

Continue reading “Foto Pernikahan ala Tukang Poto Amatiran”

Kuatnya Perempuan dalam Adat Lamongan

Kalau di tempat lain laki-laki yang memegang kendali dalam tradisi, maka tidak demikian di Lamongan.

Kuatnya posisi perempuan di Lamongan ini mengingatkanku lagi ketika aku pulang kampung pekan lalu. Selain untuk liburan juga sekalian meramaikan pernikahan sepupuku. Pernikahan sepupuku dengan laki-laki dari Betawi ini justru diadakan di rumah mempelai perempuan.

Continue reading “Kuatnya Perempuan dalam Adat Lamongan”