Internet: Lebih Mudah, Murah, dan Cepat

6 , Permalink 0

Tak kurang dari 15 menit, referensi pemesanan tiket pun masuk emailku.

Sangat cepat. Praktis. Hemat. Padahal, orang lain yang aku kirimi SMS belum juga merespon pertanyaanku tentang harga tiket tersebut.

Lima belas menit sebelumnya, aku kirim SMS ke tetangga yang bekerja di agen perjalanan. Aku bertanya tentang harga dan jadwal keberangkat ke Jakarta 16 September nanti. Setelah kirim ke tetangga tersebut, aku juga chatting dengan teman lain yang juga mengelola agen perjalanan.

Ketika SMS ke tetangga belum direspon, teman pengelola agen perjalanan sudah membalas percakapan melalui Yahoo Messenger (YM). Tak sampai lima menit kemudian, dia sudah memberikan beberapa pilihan maskapai, jadwal, dan harga penerbangan Denpasar – Jakarta.

Saat aku sudah negosiasi harga, SMS jawaban dari tetangga baru masuk. Itu pun cuma kasih harga yang aku tanya. Dia belum memberikan pilihan-pilihan penerbangan kepada aku, salah satu pelanggannya.

Aku pun bertanya lagi tentang pilihan lain kepada tetangga di rumah ini. SMS ini tak dibalas sama sekali.

Sementara itu, teman yang bekerja di agen perjalanan sudah memberikan pilihan harga dan jadwal seperti keinginanku. Yap. Harga dan jadwal aku setujui. Dan, referensi pemesanan (booking reference) tiket pun dengan segera masuk ke emailku.

Tak kurang dari 15 menit, aku sudah mendapatkan tiket penerbangan sesuai kebutuhanku. Inilah alasan kenapa aku makin sering menggunakan jasa si teman daripada si tetangga. Dia jauh lebih cepat, praktis, dan hemat.

Pelayanan lewat internet lebih cepat karena hanya kurang dari 15 menit, referensi pemesanan tiket tersebut sudah ada. Padahal, tetangga yang aku SMS bahkan belum memberikan pilihan buatku.

Dia juga praktis. Aku memesannya saat bekerja. Sambil mengedit atau menulis, tanpa tangan meninggalkan papan ketik (keyboard), aku bisa memesannya. Jadi, pemesanan tiket melalui internet bisa dilakukan secara tersamar seolah-olah masih bekerja.

Beda dengan pemesanan melalui SMS. Aku harus mengambil telepon genggam (telgam), mengetik SMS dengan dua tangan, dan otomatis meninggalkan papan ketik. Kurang nyaman saja sih kalau pemesanan ini dilakukan pada jam kerja. Apalagi saat ada teman atau pimpinan di ruangan yang sama.

Lalu, pemesanan lewat internet juga jelas lebih murah. Karena menggunakan koneksi kantor atau internet berlangganan, aku tak perlu mengeluarkan biaya lagi untuk kirim email atau bercakap melalui YM. Gratis. Sementara itu, kalau lewat SMS, pulsaku akan berkurang tiap kali kirim SMS. Semakin banyak tanya jawab lewat SMS, semakin banyak pula pulsaku akan berkurang.

Jadi, kalau agen perjalanan tak ingin gulung tikar karena ditinggalkan para pelanggannya, mereka harus mengubah cara pelayanan. Gunakan layanan internet sekarang juga atau Anda akan bangkrut segera.

Ilustrasi diambil dari Australian Traveller.

6 Comments
  • Mo
    September 18, 2011

    manteb bener tuh travel agent. Mereka menerapkan salah satu Driving Principle of Sales, yakni “Focus to the Customer”. Selain itu, follow up promptly dan go the extra mile. bagus, bagus…

    ReplyReply

    [Reply]

    a! Reply:

    dan itu travel agent temanmu, putu chris. temanmu pas di D4 Pariwisata dulu. kalo pesan tiket di dia terus sekarang. 😀

    ReplyReply

    [Reply]

  • gajah_pesing
    September 19, 2011

    dengan internet, akhirnya kita kenalan dan bertemu 😀

    ReplyReply

    [Reply]

    a! Reply:

    haha. betul, cak. malah iso nongkrong ning sevel. 😀

    ReplyReply

    [Reply]

  • Bukik
    September 20, 2011

    Dunia sudah semakin datar, jarak terlipat, waktu semakin cepat

    ReplyReply

    [Reply]

  • Bukik
    September 20, 2011

    Btw, Email Updates di sebelah kanan atas, feedburner itu error ya?

    ReplyReply

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *