Kata-kata yang Sering Salah Tulis

Di tengah banyak kerjaan yang tidak selesai juga, aku bikin tulisan ini saja. Sekali-kali belajar jadi guru bahasa Indonesia yang baik dan benar. Makanya menulis masalah ini pun menggunakan ejaan yang disempurnakan. Resmi sekali. Hihihi..

Ini sekadar menulis tentang beberapa kata dalam bahasa Indonesia yang sering kali salah ditulis. Modal sambil menulis ini adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga Terbitan Balai Pustaka. Kata-kata yang sering salah ditulis antara lain:

Continue reading “Kata-kata yang Sering Salah Tulis”

Susahnya Cari Alamat di Denpasar

Maka, aku pun tak bias lagi menahan dongkol hati gara-gara masalah ini. Soalnya memang menyebalkan banget. Dan berkali-kali terjadi. Begitu pula hari ini.

Sebelum ke kantor pagi ini, aku dipesenin Bunda agar mampir ke tempat Arie untuk nagih utang. Ini memang profesiku yang lain, debt collector. Hehe. Namanya nagih utang, maka aku harus ho’oh saja menuruti kemauan Arie yang ngajak ketemu di rumah. Tanpa kemaluan, aku pun yamperin pasangan Yanuar ini ke rumahnya.

Continue reading “Susahnya Cari Alamat di Denpasar”

Enaknya ML di Hari Valentine

Karena inilah aku menikmati benar pekerjaanku saat ini. Senin sampai Rabu aku duduk manis di depan komputer kantor. Kerjaku mengedit tulisan orang yang dikirim buat majalah tempatku kerja part time. Sambil ngedit, aku bisa online dari sekitar pukul 8.30 hingga pukul 5 sore. Makanya aku jadi rajin ngeblog atau gaul di milis. Hehe.

Kadang-kadang, jika ada pekerjaan lain di hari Senin, Selasa, atau Rabu di luar urusan kantor ini, aku tinggal menukarnya dengan hari lain. Batasnya hanya aku harus masuk tiga hari dalam seminggu.

Lalu, sisa hari lain dalam seminggu itu aku bisa gunakan untuk kerjaan lain-lain. Asiknya pekerjaan lain itu, menulis lepas, bisa dilakukan sambil jalan-jalan dan makan-makan. Sudah jalan-jalan dan makan-makan, dibayar pula. Hehe..

Continue reading “Enaknya ML di Hari Valentine”

Kronologis Pengadilan Bersihar Lubis

Karena ada beberapa teman yang menanyakan kronologi kasus Bersihar Lubis, maka aku posting kronologi kasus tersebut di blog ini. Semuanya aku ambil dari milis Pantau Komunitas.

Kronologis Pengadilan Bersihar Lubis

Oleh Bersihar Lubis
Menulis itu, Kapok Sambal (Untuk Rekan Bonnie Triyana dan kawan-kawan)

Belum seratus hari saya bekerja di Majalah B-Watch pada awal Maret 2007 itu. Majalah Berita Dwimingguan MEDIUM, tempat saya bekerja sebelumnya, tak lagi terbit sejak awal 2006. Majalah ini sudah “megap-megap” sejak 2005. Biasalah. Soal modal, dan sebagainya, “bahaya laten” yang selalu mengintai penerbitan pers. Apa yang bisa saya kerjakan hanya menulis, dan menulis.

Saya sudah menjadi wartawan sejak 1970, menjadi reporter koran Medan, Mercu-Suar dan Mingguan Taruna Baru.  Jadinya, saya “dungu” – dan ini bukan dosa — untuk bekerja di bidang lain. Misalnya membuka kedai kopi, atau menjadi pedagang ikan di kampungku, Sibolga yang pantai pasir putih dan rimbunan pohon kelapanya molek di pantai barat Sumatera Utara. Saya juga “dungu” soal nuklir. Yang Maha Tahu segalanya, hanya DIA.

Continue reading “Kronologis Pengadilan Bersihar Lubis”

Mari Bersikap. Sebab Blogger pun Terancam..

Semeton Belogger yth,

Rabu pekan depan (20/2/08) Pengadilan Negeri Depok akan mengeluarkan vonis untuk Bersihar Lubis, penulis opini yang mengkritik pembakaran buku oleh Kejaksaan Negeri Depok. Jaksa menuntut Bersihar dengan hukuman penjara delapan bulan karena dianggap melanggar pasal 207 (penghinaan terhadap penguasa) dan 310 (penghinaan terhadap orang lain) KUHP.

Tuntutan Jaksa tersebut bertolakbelakang dari semangat umum masyarakat yang menginginkan kebebasan menyatakan pendapat tidak dibatasi. Tuntutan tersebut merupakan bentuk baru pengerdilan masyarakat dalam menyatakan pendapat yang telah dijamin dalam Undang-undang Dasar 1945.

Continue reading “Mari Bersikap. Sebab Blogger pun Terancam..”

Oh, Kirain Sakti Itu Batangan

Pesta sudah usai. Launching Bali Blogger Community (BBC) sudah dilakukan dua hari lalu. Membaca tulisan-tulisan semeton belogger soal launching di blog mereka masing-masing, aku pikir memang semuanya senang dengan acara itu. Lumayanlah. Tidak sia-sia bermandi keringat, darah, dan air mata. Hahaha..

Di balik itu, masih ada cerita menarik untuk bahan pelajaran, setidaknya untukku sendiri.

Continue reading “Oh, Kirain Sakti Itu Batangan”

Orang-orang (Sok) Pinter, Ngebloglah..

Usai ngobrol sama Yanuar, Arie, dan Novan, soal persiapan launching Bali Blogger Community (BBC) di Popo Danes, aku makan siang di Warung Tresni Renon. Tentu saja setelah jadi umat yang taat. Jumatan maksudnya. Pas aku baru duduk usai pesan tipat kuah, menu favoritku di warung Bli Putu Indrawan ini, datang Bli Anom, wartawan Radio Global.

Ternyata di warung itu ada juga Bli Redika, humas PLN Bali. Tak lama, datang pula Mas Ema, wartawan Bisnis Indonesia di Bali dan senior di Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar. Aku lupa kapan terakhir ketemu teman-teman ini. Sepertinya sudah lama. But, meski lama tidak ketemu, ternyata ada bahan obrolan langsung klik: soal blog.

Continue reading “Orang-orang (Sok) Pinter, Ngebloglah..”

Sensasi Fakta di Media Massa

Semua ide di kepalaku untuk menulis masalah lain langsung hilang setelah baca media-media lokal Bali hari ini. Semuanya menulis di headline bahwa ada ledakan dahsyat di Denpasar yang mengakibatkan dua mobil hancur. Dua contoh berita ini dari NusaBali da Bali Post. Aku ambil versi online.

DENPASAR, NusaBali
Rabu, 06 Pebruari 2008
Meski tak ada korban jiwa, ledakan itu menghancurkan dua mobil dan meninggalkan lubang di gudang parkir yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto I Gang XVII No 3, tepatnya Banjar Tegeh Sari, Denpasar itu.

Continue reading “Sensasi Fakta di Media Massa”

Barter Selendang dengan Uang

Bertemu dengan orang-orang baru, juga budayanya, selalu menyenangkan. Ini pula yang aku temui selama perjalanan di Flores pada 19-23 Januari lalu.

Salah satu budaya yang aku tahu adalah prosesi menerima tamu, terutama untuk orang yang pertama kali bertemu. Ritual bernama karong sanga (bener gak ya nulisnya?), upacara penyambutan tamu oleh suku Manggarai, ini aku alami tiga kali. Pertama kali di kantor Yakines, LSM lokal di Manggarai Barat. Kedua di Desa Munting, Kecamatan Lembor. Ketiga, di Desa Lontoh, Kecamatan Lembor juga.

Continue reading “Barter Selendang dengan Uang”

Nak Jawa Belajar Bahasa Bali

Nyempal dikit dari tulisan bersambung soal perjalanan ke Flores. Tiba-tiba aku pengen nulis soal bahasa.

Jawa dan Bali itu memiliki karakter yang tidak jauh beda. Misalnya soal feodalisme. Menurutku keduanya memiliki budaya yang bertingkat-tingkat dalam interaksi, termasuk soal bahasa. Kalau di Jawa, terutama Mataraman alias Jawa Timur bagian barat daya dan Jawa Tengah bagian selatan serta Yogyakarta, masyarakatnya mengenal tingkatan dalam bahasa, maka begitu pula Bali. Berbicara dengan orang yang lebih tua harus menggunakan tingkat bahasa lebih halus dibanding dengan bahasa untuk orang yang sepantaran.

Setahuku ini berbeda dengan bahasa Melayu atau bahasa Indonesia yang tidak ada tingkatan bahasanya. Jadi kita bisa menggunakan bahasa yang sama untuk siapa saja dengan bahasa Melayu.

Continue reading “Nak Jawa Belajar Bahasa Bali”