Di Kompas sekitar sebulan lalu, Ninok Leksono menulis tentang fenomena multitasking. Mengutip penelitian ilmuwan Amrik –siapa ya namanya?- wartawan senior Kompas yang setauku doktor di bidang nuklir itu menulis bahwa multitasking alias mengerjakan beberapa hal pada satu waktu itu tidak akan efektif. Tulisan itu berawal dari banyaknya komputer yang menggunakan intel core duo.
Sebatas yang aku pahami adalah begini: dengan intel core duo sebagai prosesor, maka komputer akan punya dua prosesor untuk mengerjakan beberapa aplikasi pada satu saat yang sama. Misalnya pada saat komputer bekerja untuk mengetik, komputer juga dipakai untuk mendengarkan lagu. Atau pada saat komputer dipakai edit foto juga lagi online. Atau malah melakukan tiga empat hal sekaligus: mengetik, menyetel lagu, surfing internet, dst. Dengan dua prosesor, maka kerja multitasking lebih ringan dan cepat. Continue reading “Multitasking yang Bikin Pusing”