Wayan Sukarda menggelar pesta syukuran di rumahnya di Perum Nuansa Udayana Jimbaran Senin (12/3) lalu. Wayan salah satu korban kecelakaan Garuda di Yogyakarta Rabu pekan lalu. Tak hanya selamat, kontributor stasiun TV swasta Lativi dan sejumlah media TV Australia itu pun membuat liputan eksklusif kecelakaan yang menewaskan 22 orang, termasuk empat warga negara Australia tersebut.Syukuran itu sederhana. Undangan, hampir seluruhnya wartawan teman Wayan sehari-hari liputan, duduk di kursi plastik di garasi. Makanan disajikan di teras rumah. Ada ikan bakar, ayam goreng, ayam betutu, dan tentu saja babi guling. Continue reading “Musibah Garuda itu Jadi Liputan Eksklusif Wayan”
Category: Daily Life
Perjalanan Menantang Kematian Ketika Pulang
Perjalanan pulang dari Denpasar ke Lamongan ibarat perjalanan menantang kematian. Begitu pula ketika kembali ke Bali.
Kecemasan pertama berawal ketika bis Bali Buana Artha yang kami tumpangi baru meninggalkan terminal Ubung Denpasar Rabu pekan lalu sekitar pukul 19.30 wita. Bukan bisnya itu sendiri. Tapi ulah salah satu penumpang di kursi kanan luar sekitar tiga kursi di belakangku. Continue reading “Perjalanan Menantang Kematian Ketika Pulang”
Pulang Marilah Pulang. Pulang Bersama Bani
Ternyata rencanaku berubah. Seharusnya Rabu ini aku udah di Lamongan. Menikmati terik matahari atau hujan badai di sana -Cailah!. Tapi eng ing eng. Rencana berubah. Pas ke rumah mertua untuk pamit Senin sore kemarin ternyata mertua tidak ada di rmah. Mereka juga pulang kampung ke Karangasem, sekitar 75 km dari Denpasar. Ada otonan ponakan dan odalan di pura keluarga. Pamitan pun tidak jadi.
Tapi rencananya tetap ke Lamongan Selasa sore. Continue reading “Pulang Marilah Pulang. Pulang Bersama Bani”
Pulang Marilah Pulang. Mari Pulang Bersama-sama..
Ini sesuatu yang tak biasa. Tiga kakakku nelpon berturut-turut Minggu kemarin. Pagi banget Kak Hid yang jualan ayam goreng di Bengkalis telepon. Kakak nomer tiga ini memang paling rajin telepon, terutama pagi-pagi. Soalnya memanfaatkan fasilitas telepon murah oerator Simpati. Karena itu kalau telepon dia ke nomor telp istriku. Isinya tanya kabar, bagaimana kerjaan, anak, istri, dst. Sekitar pukul 8, gantian Yuk Tim yang guru ngaji di Lamongan. Kakak kedua ini jarang telepon. Paling tiga bulan sekali. Isinya tanya kabarku, anak, dan istri. Sekitar pukul 11 gantian Kak Alhan, yang guru di Jakarta juga telepon. Isinya mengejutkan: dia barusan wisuda magister manajemen pendidikan di Universitas Islam Jakarta. Wah, selamaat…
Ditelpon kakak bukan hal yg luar biasa. Tapi ditelpon berturut-turut pada hari yang sama jelas langka. Apalagi semalem sebelumnya aku juga abis telpon Bapak Ibu di Lamongan. Kabarnya Bapak Ibu lagi sakit. “Nek iso mbok muleh,” kata Ibuku. Permintaan yg sama juga dibilang tiga kakakku pas nelpon kemarin. Continue reading “Pulang Marilah Pulang. Mari Pulang Bersama-sama..”
Pegawai Perpustakaan yang Tak Menyenangkan
Dulu, pas baru awal-awal di Bali, hampir tiap hari aku ke Perpustakaan Daerah Bali. Perpustakaan terbesar di Bali ini memang tidak jauh dari tempat kosku di Jl Pulau Ambon Sanglah. Paling jauh 500 meter. Pulang kuliah juga aku gak ada kerjaan. Jadi ya sampe kos, naruh tas, lalu naik sepeda gayung ke perpus di Jl Teuku Umar ini. Kalau pas Sabtu, bisa berjam-jam di sana.
Salah satu buku yang aku inget banget tuh soal novel karya Knut Hamsun -bener ga ya nulisnya?- berjudul Lapar terbitan Yayasan Obor Indonesia. Ceritanya soal orang kelaparan. Menyentuh. Banyakan buku yg aku baca waktu itu memang karya sastra. Continue reading “Pegawai Perpustakaan yang Tak Menyenangkan”
Lamo Nian Tak Besuo
Ah, lama banget ga nulis sesuatu yg sangat personal di blog ini. Kemarin abis ngobrol ma Kang Arif Budiman, Matamera yang punya somebali2love.blogspot.com, aku jadi inget blog ini. Tiga empat posting terakhir hanya tulisan2 feature.
Ya ga ada salahnya sih. Tapi kurang asik aja kalo ga ada sesuatu yg personal.
Jadi ya semoga bisa rajin posting lagi. :))
Merayakan Keragaman di Gang Kecil Kami
Meski tidak merayakannya, Natal tahun ini memberi sesuatu yang berarti bagiku.
Tahun-tahun sebelumnya aku hanya ngasi ucapan selamat pada teman yang merayakan. Tahun lalu aku main ke salah satu teman yang merayakan. Tahun ini meski hanya di rumah, maknanya sunguh berbeda. Continue reading “Merayakan Keragaman di Gang Kecil Kami”
Met Natal
Untuk teman-teman yang ngrayain.
Met Natal. Semoga makin peduli dan berbagi pada orang lain..
Sepasang Sandal Ketika Jumatan
Sepasang sandal itu mengingatkanku untuk tidak terus menuntut lebih. Aku harus bersyukur dengan apa yang aku terima, dengan apa yang aku punya..
Semoga jadi renungan akhir taun ini.
Begitu Lemahnya Posisi Konsumen
Kalau dibilang salah, aku memang salah. Aku kok ya mau aja ketika bulan lalu ada SMS nawarin hadiah Rp 500 ribu bagi 100 pengirim pertama ke 7898 dengan mengetik REG. Aku pikir ya apa salahnya. Toh cuma iseng-iseng berhadiah. Siapa tau aku memang dapet. Eh, ternyata itu jebakan.
Dan aku bener2 terjebak sekarang. Tak bisa keluar. Continue reading “Begitu Lemahnya Posisi Konsumen”