Aku Melawan Candu. Hasilnya KO!

Hampir dua tahun akrab dengan pecandu heroin atau pun mantan pecandu, aku jadi salut sama mereka yang sudah bisa melepas diri dari jerat kecanduan. Sebab, ternyata memang ga mudah melepas jerat kecanduan. Buktinya aku!

Pertama kecanduan ngrokok. Awalnya hanya sekali dua kali aku ngrokok sejak SMA. Waktu itu iseng aja karena dikasih teman. Jadi ya ga sampai beli, apa lagi kecanduan.

Continue reading “Aku Melawan Candu. Hasilnya KO!”

Setelah Aku Periksa Mata

Beberapa bulan terakhir aku sering merasa perih di mata. Fisik juga nggak terlalu bagus. Nah, hari ini sama istri aku cek mata. Soalnya ada teman bilang, mata minus akan mempengaruhi kelahiran. Karena anak kami mungkin lahir akhir bulan ini atau awal bulan depan, kami siap-siap.

Barusan kami cek mata. Istri duluan. Hasilnya mata kiri -4,5, mata kanan -5,2. Kurang lebih segitu lah. Lalu giliranku. Kepalaku ditaruh di alat pengukur mata itu. Dagu dipangku bagian bawah, bagian atas harus menyentuh alat. Ada semacam lensa di sana. Dan aku harus melihatnya dengan satu mata, satu per satu.

Continue reading “Setelah Aku Periksa Mata”

Pemikul Jualan dan Ibu Pincang Bersama Anaknya

Rasa pedes sambel dan segarnya ikan Languan belum hilang dari lidahku setelah makan siang kemarin. Pas minum segernya teh botol dingin, seorang bapak lewat. Umurnya mungkin di atas 70 tahun. Dia renta. Kulitnya terliat keriput.

Aku duduk di meja makan ngobrol dengan dua teman. Bapak itu lewat di tengah terik hari. Agak tertatih memikul beban di pundaknya, peralatan rumah tangga. Bapak itu mungkin sudah setengah hari keliling memikul jualannya. Ada sapu, pengkik, kemucing, dan peralatan lain.

Continue reading “Pemikul Jualan dan Ibu Pincang Bersama Anaknya”

Separuh Hidup Bergantung Dunia Maya

Lebih dari seminggu ga posting. Banyak kerjaan ga jelas. Banyak hal menarik untuk ditulis. Sampe rumah kadang udah males keluar lagi ke warnet utk sekadar cek imel atau posting.

Kalau udah gini, aku bener2 pengen langanan internet di rumah. But, kenapa istriku ga mau juga? Ayolah, Bunda. Separuh hidup kita bergantung pada dunia dunia maya. :))

Ga ada salahnya langganan internet. Apalagi ntar lagi kalau Bani sudah lahir. Bisa sambil nungguin dia, sambil surfing. Asik kan?

-ayah-

'Playboy' back with more skin but ad pages laid bare

The Jakarta Post , Jakarta | Thu, 06/08/2006 2:42 PM

The Jakarta Post, Jakarta

The second edition of Playboy Indonesia is not only free of steamy nude pictorials, but also conspicuously lacking in advertisements.

White space occupied the pages where the glossy advertisements that filled April’s first edition should have been placed.

“”These blank pages are dedicated to our loyal clients who have been threatened against placing ads in this magazine,”” is the message from publisher PT Velvet Silver Media on the blank pages, acknowledging unnamed cell phone, cologne and tobacco advertisers.

Continue reading “'Playboy' back with more skin but ad pages laid bare”

Mengabarkan Perjuangan Odha Lewat Gambar

-huh, sibuk ngurusi persiapan pameran hingga hari H dan pasca. sampe lupa terus utk posting. jd ya posting press release ajalah. sptnya belum telat-

Enam fotografer memamerkan foto kehidupan Odha. Menggambarkan optimisme. Sekaligus membongkar mitos bahwa HIV/AIDS adalah akhir segalanya.

Sabtu (20/1) menjelang tengah malam, seorang wartawan bertanya di sela-sela persiapan pameran foto ini, “Kenapa pameran ini tidak memperlihatkan orang-orang kena AIDS yang kurus dan tinggal tulang?” Kami terhenyak. Pertanyaan ini makin membuktikan bahwa masih banyak kesalahpahaman dan mitos tentang HIV/AIDS. Karena itulah kami berharap bahwa pameran foto ini bisa menjawab kesalahpahaman dan mitos itu.

Continue reading “Mengabarkan Perjuangan Odha Lewat Gambar”

Setelah Libur Panjang

Senin lagi. Kayaknya hari2 cepet banget. Perasaan baru kemarin liputan menjelang Nyepi, eh tau2 hari Nyepi sudah berlalu empat hari lalu.

Senin lagi. Ini hari pertama setelah liburan Nyepi. Di Bali, praktis seminggu lalu libura panjang amat terasa. Senin lalu aja Denpasar udah sepi. PNS banyak yang libur. Orang Denpasar, yang sebagian beasr juga kaum urban, pada mudik ke Karangasem, Singaraja, Negara, dan daerah lain di Bali.

Continue reading “Setelah Libur Panjang”

Gimana Kalau Dunia Nyepi? Sehari Aja..

Nyepi udah dua hari lalu. Meski telat, tetap saja selamat melaksanakan catur brata penyepian untuk yg ngrayain.

Ini Nyepi pertama setelah married. Biasanya aku pilih keluar Bali kalo ada waktu, dan duit tentu saja. Kali ini di rumah aja. Berdua sama nyonya.

Sehari menjelang Nyepi, namanya Pengerepukan, aku ketawa2 sendiri ngeliat anak2 kecil semangat banget bawa ogoh2. Ogoh2 tuh patung besar berwujud raksasa jahat. Tapi sekarang wujudnya bisa macam2. Taun ini ada berwujud anak punk. Tahun 2003 lalu malah ada yang berwujud Amrozi. :)) Ya, sama jahatnya lah dia sama betarakala. Cuma kalo anak punk dianggap jahat juga, ah, itu mah setereotype.

Continue reading “Gimana Kalau Dunia Nyepi? Sehari Aja..”

Satu Teman Lagi Masuk Penjara

“Aku baru saja mau mulai hidup baru. Tiba-tiba saja bruk!” kata Sara, temanku. Ketika ngomong dia mengangkat tangan lalu menurunkannya dengan cepat. Mungkin jatuh seperti nasibnya sekarang.

Sara, temanku itu, baru kukenal seminggu ini. Kami sama2 jadi peserta Pelatian Relawan Sobat Orang dengan HIV/AIDS (Odha) pekan lalu. Selama seminggu dalam ruangan dan tema sama membuat kami cepat akrab. Sara waria. Dan dia cerita lumayan soal kisah hidupnya. Seperti pada umumnya waria di Indonesia, Sara juga dapat diskriminasi luar biasa.

Continue reading “Satu Teman Lagi Masuk Penjara”