Film Maksa Jakarta Undercover

Lama tidak nonton. Mungkin tiga bulan lalu terakhir sewa VCD di Zeenemax yang sekarang sudah tidak ada di Jl Gatsu Timur yang dekat rumahku. Apalagi nonton di Wisata 21. Ah, dua tahun lebih mungkin tidak main ke Wisata Jl Thamrin.

Minggu-minggu ini aku berniat sewa VCD. Tapi lupa terus.. Maka ketika hari ini istriku sewa tiga VCD, aku senang bukan kepalang. Malam ini kami nonton Jakarta Undercover. Dan, totally, film ini mengecewakan..

Film ini nipu. Di tagline film ditulis kalau film ini based on #1 best seller by Moammar Emka dengan judul yang sama. Nyatanya materi film ini sama sekali tidak nyambung dengan isi buku cah Tuban lulusan pondok pesantren yang lebih suka dugem daripada ngaji tersebut.

Continue reading “Film Maksa Jakarta Undercover”

Rebutan Wacana di Rumah Tangga

Sebenarnya hari ini aku berniat posting tentang Bali Post. –Aduh, kok aku sentimen banget sih sama mereka?-. Tapi karena ada diskusi “gawat” di rumah pagi ini, maka aku pikir hasil diskusi atau diskusinya itu sendiri lebih menarik untuk ditulis. Kali ini soal rebutan wacana di rumah tangga.

Pagi ini, ketika aku menikmati sarapan dengan menu ayam suwir, tempe goreng, dan oseng-oseng kangkung, Lode, istriku, tiba-tiba nyeletuk, “Kenapa sih tidak banyak orang yang mau membicarakan isu dapur. Padahal kan ini isu yang penting juga. Sekali-kali kek tanya tentang bagaimana prosesnya, apa susahnya masak, bla-bla-bla.”

Intinya ada dua hal yang diprotes istriku.

Continue reading “Rebutan Wacana di Rumah Tangga”

Ada Udang di Balik Jancuk!

Tulisan ini dibuat ketika aku sedang menunggu proses komputer di tempatku kerja part time. Entah kenapa komputer ini tiba-tiba agak lambat ketika lagi buka imel dan blogging. Jadi, daripada bengong mikir jorok, aku bikin aja tulisan ini. Kali ini soal..

–eh, sik. Aku teken Alt+Tab dulu untuk lihat apakah prosesnya sudah kelar… Kutu kupret tenyata semua masih pada muter-muter belum selesai proses.-.

Balik lagi. Sampai mana tadi? Oya, kali ini soal bahasa saja. Soalnya masih hangat. Sehangat isu global warming mungkin.

Continue reading “Ada Udang di Balik Jancuk!”

Mati Tua di Jalan Raya

Minggu lalu saya bekerja membantu panitia Joint Convention Bali (JCB) 2007. Lembaga kami Sloka Institute yang bergerak di bidang pengembangan media, jurnalisme, dan informasi membuat media internal untuk konvensi gabungan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) – Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) – Ikatan Ahli Pertambangan Minyak Indonesia (IATMI) tersebut.

Selama empat hari (Senin-Kamis), saya dan dua teman lain pun harus bolak-balik Denpasar – Nusa Dua karena konvensi itu dilaksanakan di Bali International Convention Center (BICC) Nusa Dua sedangkan cetak media internal itu harus di percetakan Temprina milik Jawa Pos di Denpasar.

Continue reading “Mati Tua di Jalan Raya”

Laporan Kopdar Bali Blogger Community

Akhirnya bisa juga aku bikin sambitan (bukan sambutan) selaku tukang kompor Kopdar Bali Blogger yang Ketiga Minggu (11/11) lalu. Laporan ini dibuat biar komunitas ini keliatan sok serius. Padahal isinya cuma orang2 belogodog. *hahaha*.

Sebenarnya hampir semua belogger yang hadir udah pada bikin cerita. Jadi laporan ini semacam sok resmi saja. Makanya aku udah siap2 lari kalau disambit. Nggak lah. Laporan ini dibuat sebagai bentuk pertanggungjawaban moral saja.

Biar tidak penuh basa-basi, to the point saja. Terima kasih untuk semua blogger yang sudah berkenan diprovokasi untuk datang, Mas Hendro dan Pan Belog (ini mirip tokoh Deep Throat dalam investigasi wartawan Washinton Post berjudul All President Men karena tidak mau disebut namanya, hehe) yang udah nyumbang buat kopdar, Kang Ayip dan Ebo yang udah nyumbang stiker dan majalah.

Continue reading “Laporan Kopdar Bali Blogger Community”

Dan, Lahirlah Bali Blogger Community


Tiba-tiba aku merasa agak takut untuk melakukan perjalanan Sabtu sore pekan lalu. Padahal aku hanya hendak ke Ungasan. Tidak jauh. Tidak juga lama. Hanya sekitar 25 km dari Denpasar. Tidak akan lebih dari 30 menit perjalanan ke sana.

Namun aku seperti merasakan kegentaran yang pernah ku alami sebelumnya pada Januari 2006 lalu, ketika aku akan menikah. Hanya berselang hari sebelum hari H pernikahan, aku harus ke Singaraja untuk melihat pementasan teater di sana. Maka, perjalanan sekitar 2 jam dari Denpasar ke Singaraja waktu itu dipenuhi dengan ketakutan: jangan-jangan bla-bla-bla, jangan-jangan bla-bla-bla..

Continue reading “Dan, Lahirlah Bali Blogger Community”

Mengenal Marjinal Lebih Dalam

Ah, dasar aku bukan orang gaul. Jadi baru kenal dengan Marjinal. Tadi Moyong, teman di drugs user movement IKON Bali, kasi lagu2nya Marjinal. Sebelumnya teman lain, Gendo, sudah pernah cerita soal anak-anak ini. Nyesel juga aku baru tau sekarang. Lagu2nya asik. Aku sih tau liriknya keren. Misalnya soal Marsinah, pendidikan gratis, kemiskinan, dst.

Maka hari ini aku tanya ke Pak De Google. Dan ini yang aku temukan di blog Marjinal.

Continue reading “Mengenal Marjinal Lebih Dalam”

Transkrip Jeruk Minum Jeruk

Prodita Sabarini, wartawan The Jakarta Post, hari ini wawancara aku per telepon. Temanya tentang blogging di Bali. Ini ibarat jeruk (J1) minum jeruk (J2) alias wartawan wawancara wartawan. Jadi ya narasumber pun membuat transkip wawancara tersebut. Kurang lebih, ini transkripnya.

Jeruk 1: Sejak kapan ngeblog?
Jeruk 2: Sekitar Maret atau April 2004

J1: Gimana ceritanya?
J2: Waktu itu kenal blog dari teman di Bandung yang ketemu di internet. Dia yang ngajarin aku untuk bikin blog. *Thx, Sireum..* Setelah itu keterusan sampe sekarang.

Continue reading “Transkrip Jeruk Minum Jeruk”