Orang alim bilang manusia itu campuran antara malaikat dan binatang. Binatang lebih mengandalkan perasaan daripada pikiran. Makanya kalau ayam lagi nafsu untuk ngeseks ya langsung aja main sikat meski dipelototi teman-temannya. Anjing kalau mau pup juga asal saja meski di depan rumah orang. Tapi malaikat sebaliknya. Konon mereka cerdas-cerdas. Sayangnya mereka tidak punya perasaan dan nafsu. Jadinya ya mereka tidak butuh makan dan… seks. Kasian banget sih.
Nah, enaknya manusia itu karena terletak di antara dua kutub itu. Jadi dia bisa bersikap layaknya malaikat: sibuk mencari surga sampai lupa menikmati enaknya maksiat (cucian deh Lu..), tapi juga bisa bersikap layaknya ayam: ngeseks seenaknya di depan webcam lalu disebar lewat internet (hihihi, mauuuu).
Seorang teman pernah bilang bahwa tidak ada yang bernama kebetulan. Semuanya sudah terhubung satu sama lain tanpa kita sadari. Ada sesuatu yang mengatur itu semua di luar kehendak kita. Kadang aku percaya, kadang tidak. Tergantung situasi dan kondisi saja. 😀