Melatih Kerjasama Sambil Berwisata

All Team

Skenarionya begini. Speedboat yang kami tumpangi akan tiba di pantai di belakang kantor koperasi Sarining Segara, Nusa Ceningan. Jadi kami bisa langsung turun dari perahu cepat tersebut dan langsung bersiap melakukan kegiatan pertama kami sore itu, balapan kano.

Pilihan lain, kalau ternyata kapal cepat tidak bisa berlabuh di Nusa Ceningan karena air laut surut, maka kami akan turun di Nusa Lembongan, pulau tetangga sekaligus desa induk Nusa Ceningan. Lembongan yang luasnya sekitar 615 hektar adalah pulau di sisi barat Ceningan.

Continue reading “Melatih Kerjasama Sambil Berwisata”

Bangga Indonesia dengan Apa Adanya

Tentu saja tidak ada yang sempurna dalam semua sistem. Begitu pula demokrasi. Seorang teman pernah berujar, kelemahan demokrasi adalah karena kecenderungannya untuk menilai banyak hal berdasarkan jumlah. Begitu pula hitung-hitungan dalam demokrasi di Indonesia, juga dalam Pemilu kali ini.

Secara sederhana, demokrasi sejalan lurus dengan kemauan mayoritas. Ketika mayoritas memang menghendaki si A yang jadi pemimpin, maka minoritas harus menerimanya meski mereka tidak suka si A. Apa boleh buat inilah yang digariskan demokrasi. Secara sarkas, teman lain pernah bilang bahwa dalam demokrasi pun jadi sah kalau manusia pun dianggap sebagai kambing hanya karena mayoritas menganggap manusia tersebut sebagai kambing.

Continue reading “Bangga Indonesia dengan Apa Adanya”

Biar Pengap Asal Ngeblog

Ruang berukuran sekitar 5 x 3 meter persegi itu terasa sangat sesak. Tumpukan koran dan buku di beberapa sudut serta meja, komputer, dan lemari di bagian lain membuatnya makin terasa sempit. Di dalam ruangan sekretariat Pers Mahasiswa Akademika itu, sekitar 25 orang duduk lesehan Sabtu sore tadi.

Selama lebih dari 3,5 jam kami belajar tentang blog. Pematerinya anggota Bali Blogger Community (BBC). Pesertanya anggota Akademika, pers mahasiswa di Universitas Udayana Bali. Di antara pengapnya ruangan itu –satu kipas untuk 25 di ruangan sempit jelas tak berarti banyak untuk menghilangkan pengap- peserta belajar tentang blog dan bagaimana membuat dan mengelolanya.

Continue reading “Biar Pengap Asal Ngeblog”

Menangisi Kembali Laskar Pelangi

Wow, lama sekali aku gak ngeblog. Lebih dari seminggu nok. Mungkin karena semangat ngeblog memang makin berkurang gara-gara Facebook. *ngeles. Jadi ya sudah. Tulis saja soal nonton layar tancap di Taman 65 tadi.

Barusan kami kembali menonton Laskar Pelangi, film yang diangkat dari novel laris Andrea Hirata dengan judul yang sama. Nonton kali ini agak beda. Kalau sebelumnya kami bertiga, -aku, bunda, dan bani- nonton di Wisata 21, yang semalem nontonnya di Taman 65, Kesiman. Mirip layar tancap, pemutaran film untuk banyak orang di lapangan. Penonton juga duduk lesehan.

Meski dalam suasana dan tempat yang berbeda, reaksiku ke film ini juga sama: sesenggukan pas liat beberapa adegan. Padahal ketika baca novelnya, aku merasa tidak ada yang luar biasa seperti yang ditulis banyak orang. Aku merasa, film Laskar Pelangi lebih bisa menyentuh dan membangun kembali ingatanku tentang masa lalu dibanding bukunya.

Continue reading “Menangisi Kembali Laskar Pelangi”

Tak Bisa Babi, Ayam pun Jadi

Babi guling adalah salah satu makanan yang sangat khas Bali. Banyak orang tidak merasa lengkap berkunjung ke Bali tanpa terlebih dulu menyantap menu ini. Beberapa temanku yang sedang di Bali untuk pekerjaan atau liburan sering berbincang bahwa babi guling adalah salah satu menu wajib ketik berkunjung ke pulau ini.

Ada yang memilih karena daging babinya itu sendiri. Tak sedikit pula yang memilih menu ini karena cara masaknya, diguling.

Continue reading “Tak Bisa Babi, Ayam pun Jadi”

Residents indifferent to elections

Anton Muhajir,  The Jakarta Post,  Denpasar | Wed, 03/25/2009 1:09 PM | Bali

Farmer Made Jaya, 67, is weeding his rice fields on the outskirts of North Denpasar district on a sunny day.

He prefers tending to his 1,700-square-meter field than taking part in any of the campaign activities leading up to the April 9 legislative elections.

“The upcoming election is confusing because there are so many candidates to pick from and so many candidate pictures to punch on the ballot,” he said, when asked to comment on the elections.

Continue reading “Residents indifferent to elections”

Caretakers dedicate themselves for the elderly

Anton Muhajir, The Jakarta Post, Denpasar | Mon, 03/23/2009 1:24 PM | Bali

It was 5 p.m. at the Panti Sosial Tresna Werdha Wana Seraya elderly nursing home in Kesiman, East Denpasar district, when 85-year-old Ni Ketut Suntreg whispered – to her volunteer caretaker Tri Sukristawati – she wanted a bath.

Suntreg was sitting with her friend on the veranda of one of several pavilions in the nursing home, before Tri took her to bathe.

Continue reading “Caretakers dedicate themselves for the elderly”

KKM members celebrate modest Galungan

Anton Muhajir, The Jakarta Post, Karangasem | Fri, 03/20/2009 1:12 PM | Bali

This year, there is no imported fruit on the gebogan (fruit platter served as an offering) prepared by Kadek Andariani during ceremonies to celebrate the Balinese Hindu holiday of Galungan in Karangasem.

In the past, Andariani would have picked imported Guan Juan apples, Sunkist oranges, pears and green grapes for the offerings.

Continue reading “KKM members celebrate modest Galungan”

Mereka yang Renta dan Terbuang

Tubuh-tubuh renta itu menyambutku ketika aku sampai di Panti Sosial Tresna Werdha Wana Seraya Kesiman sore tadi. Dengan tubuh makin rapuh, mereka hanya bisa diam di tempat tidur. Duduk, tidur, makan, minum, kencing, bahkan buang air besar pun mereka lakukan di kasur dengan sprei putih kusam itu.

Fisik itu memang tidak bisa lari dari waktu yang terus berlalu. Begitu pula mereka, sebagian penghuni panti lansia tersebut. Tubuh mereka tak lagi bisa bekerja seperti normalnya tubuh pada umumnya. Bahkan untuk mendengar pun mereka tak bisa. Mereka tidak bereaksi apa pun ketika aku ajak ngobrol dengan bantuan salah satu relawan.

Continue reading “Mereka yang Renta dan Terbuang”