Berkunjung ke Desa Tua Bena

Desa Bena

Awalnya sih aku tidak berniat berkunjung ke Desa Bena. Apalagi aku tidak terlalu tahu tentang desa ini. Aku hanya samar-samar pernah mendengar namanya. Nah, ketika Raras, teman di kantor, bilang bahwa desa itu cantik, aku terpengaruh juga. Begitu sampai di Bajawa pekan lalu, Desa Bena jadi salah satu target yang akan aku kunjungi.

Hari ketiga di Bajawa, usai workshop pembuatan buku advokasi petani kopi Watuata, aku langsung bilang ke teman-teman Lembaga Advokasi dan Penyadaran Masyarakat (Lapmas) kalau aku ingin ke tempat ini. Ketika itu sudah pukul 2 sore. Waktunya agak mepet. Dengan senang hati teman-teman aktivis LSM setempat itu menjadi guide kami sekaligus memberi transportasi. Gratis lagi. Hehe..

Continue reading “Berkunjung ke Desa Tua Bena”

Tumbuh Tanpa Dukungan Pemerintah

Hira Jhamtani, teman yang juga aktivis dan peneliti tentang globalisasi, mengirim kabar gembira pekan lalu. Tulisanku tentang pertanian organik di Indonesia dimuat Jurnal Third World Resurgence.

Pengantar di tulisan yang diterjemahkan ke Bahasa Inggris tersebut sebagai berikut.. “While figures and statistics are increasingly showing that sustainable agriculture is viable in ensuring food security and rural livelihoods, it is important to note that agriculture is also about human experiences.  Sustainable agriculture is a story about lives, about how farmers struggle to make changes for a better future.  Drawing on the Indonesian experience, this article presents a set of such stories about farmers in Indonesia who have proven that sustainable agriculture works.”

Ini tulisannya dalam Bahasa Indonesia..

Continue reading “Tumbuh Tanpa Dukungan Pemerintah”

Gubernur pun Pusingkan Bintang

Aaah, akhirnya ada juga pejabat yang mengkritik Bali Post secara terbuka soal banyaknya berita bintang di koran ini. Bukan sekadar pejabat, tapi orang terpenting di Bali saat ini, Gubernur Bali! Salut buat Pak Mangku Pastika..

Ini beritanya diambil dari Kompas Online Sabtu (25/4/2009) yang ditulis Ayu Sulistyowati. Salut juga buat Bu Ayu yang sudah mau nulis soal ini. Hehehe..

Continue reading “Gubernur pun Pusingkan Bintang”

Gratis, Sih. Tapi Tak Bisa..

Free Offline

Tiga kali saya mencoba internet gratis di Bandara Ngurah Rai Tuban, tapi selalu saja internet itu tidak bisa dipakai.

Saya sadar ada internet gratis di bandara terbesar di Bali tersebut pertama kali pada Februari lalu. Ketika itu saya hendak ke Makassar. Ketika sedang menunggu di Gate 17 saya lihat ada tiga komputer berjejer di salah satu sisi, di seberang toko-toko souvenir. Ada dua orang yang sedang pakai komputer tersebut. Satu komputer lagi sedang mati layarnya. Tidak bisa dipakai.

Continue reading “Gratis, Sih. Tapi Tak Bisa..”

Hal yang Berbeda di Bajawa

Kuburan Bajawa

Perjalananku ke Bajawa, Ngada, Flores kali ini adalah yang kedua kali. Kunjungan pertama aku lakukan Januari tahun lalu. Waktu itu aku ke sana untuk membuat tulisan tentang para petani di kawasan Cagar Alam Watuata. Petani kopi yang juga warga adat di sana diusir oleh pemerintah atas nama konservasi. Demi menjaga hutan, warga adat itu diusir dari tanahnya sendiri.

Kunjunganku kali ini pun masih terkait dengan hal itu. Lapmas, LSM yang mengadvokasi para petani itu akan menyusun buku tentang hal tersebut bersama berbagai pihak yang terlibat termasuk pemerintah dan petani sendiri. Aku memfasilitasi mereka menyusun kerangka buku tersebut.

Continue reading “Hal yang Berbeda di Bajawa”

Kecewa Citra Pulau Dewata

Banyaknya turis mancanegara di Bajawa, Ngada, Flores agak mengejutkan saya. Ketika saya menulis daftar tamu di hotel Edelweis, Bajawa, Senin (20/4) malam kemarin saya baca banyak nama bule yang menginap di hotel ini.

Padahal awalnya saya pikir hanya akan ada Nicolas Ardissone, turis dari Perancis yang bertemu dengan saya sejak berangkat dari Bali. Nicolas ini satu pesawat dengan saya dari Bali. Semula dia berencana ke Gunung Kelimutu, Ende. Tapi ketika ngobrol satu pesawat dengan saya, termasuk soal perjalanan saya ke Bajawa, ternyata dia mengubah rencana. Dia memilih ke Bajawa daripada ke Ende.

Continue reading “Kecewa Citra Pulau Dewata”

Perjalanan Lukman Menembus Batas

Pameran Lukman

Berjudul “The Journey”, saya membayangkan pameran foto Lukman S Bintoro, fotografer lepas yang juga teman saya, ini akan berisi foto-foto hasil perjalanannya ke berbagai tempat. Dalam perjalanan, hal yang menarik biasanya adalah tempat, manusia, peristiwa, atau sekadar suasana yang dialami.

Apalagi ketika sebulan lalu saya membantunya membuat blog untuk pameran foto-foto yang diperlihatkan adalah perjalanannya ke dua negara, Kamboja dan Timor Leste. Makanya saya yakin banget bahwa Lukman akan memamerkan foto-foto hasil perjalanannya ke dua negara itu dan berbagai tempat lain yang pernah dikunjunginya.

Continue reading “Perjalanan Lukman Menembus Batas”

Bedah Buku dalam Kuasa Perdebatan

Perkiraan saya ada benarnya. Bedah buku di Program Magister dan Doktor Kajian Budaya Universitas Udayana Jumat (17/4) itu jadi semacam pengadilan pada I Gede Jayakumara, penulis resensi buku yang sedang dibahas, Bali dalam Kuasa Politik.

Bali dalam Kuasa Politik ditulis I Nyoman Darma Putra, wartawan dan dosen Fakultas Sastra Unud. Darma Putra, panggilan akrabnya, saat ini sedang mengikuti program Postdoctoral Research Fellowship di School of Language and Comparative Cultural Studies di University of Queensland Australia. Selain mengajar di almamaternya dan bekerja untuk ABC, kantor berita Australia, Darma Putra juga rajin menulis buku, meniliti budaya Bali, serta berbicara di berbagai forum terutama terkait dengan budaya Bali kontemporer.

Continue reading “Bedah Buku dalam Kuasa Perdebatan”

Masa Depan Media Ada di Internet

Fakta memang tidak bisa berbohong. Dan inilah yang terjadi. Akhir bulan lalu, satu lagi koran di Amerika Serikat yang bangkrut. Kali ini terjadi pada Chicago Sun-Times. Awal bulan lalu, hal lebih tragis terjadi pada The Christian Science Monitor, salah satu koran terkemuka di Amerika. Koran yang sudah berumur 100 tahun ini menutup edisi cetaknya untuk fokus pada edisi online.

Kebangkrutan itu menambah daftar panjang berakhirnya media cetak di Amerika. Kompas menulis bahwa sebelum itu ada Seattle Post-Intelligencer yang mengakhiri edisi cetak setelah terbit selama 146 tahun. Juga koran Rocky Mountain News tutup pada Februari lalu. Sejumlah kelompok surat kabar lain, seperti Tribune Co, pemilik Los Angeles Times dan Chicago Tribune, telah mengajukan proses kebangkrutan demi menyiasati kerugian selama bertahun-tahun.

Continue reading “Masa Depan Media Ada di Internet”

Hujan Bintang di Koran Lokal

Keisengan ini muncul pekan lalu. Ketika itu ada Wayan Artana, salah satu teman di Bali Blogger Community (BBC), berkomentar di milis BBC tentang maraknya berita iklan apalagi pas musim kampanye menjelang Pemilihan Umum 2009 ini. Hari itu juga aku lalu ingat soal berita bertanda bintang di Bali Post.

Berita iklan menjelang kampanye tidak hanya di Bali Post, media tertua, terbesar, dan paling berpengaruh di Bali. Semua koran pasti ada. Penelitian I Gusti Putu Artha, yang sekarang jadi anggota Komisi Pemilihan Umum, di S2 Kajian Budaya Universitas Udayana di tiga media terbesar di Bali menunjukkan adanya berita-berita pesanan dari calon bupati Badung menjelang pemilihan bupati sekitar tiga tahun lalu.

Continue reading “Hujan Bintang di Koran Lokal”