Pagi ini aku harus meralat omongan semalam.
Tadi malam, di depan sekitar 70 pegiat pers mahasiswa dari berbagai kota di Indonesia, aku bilang betapa susahnya menemukan tulisan-tulisan bagus dari media mahasiswa.
maka, menulislah untuk berbagi, agar ceritamu abadi.
Pagi ini aku harus meralat omongan semalam.
Tadi malam, di depan sekitar 70 pegiat pers mahasiswa dari berbagai kota di Indonesia, aku bilang betapa susahnya menemukan tulisan-tulisan bagus dari media mahasiswa.
Setelah 15 tahun berlalu, akhirnya aku mengalami lagi.
Naik sepeda motor menyeberang dari Bali ke Lombok dan sebaliknya. Kali ini bersama si Fino, sepeda motor matic anak kandung Yamaha. Sendiri pula. Ah, asyiknya..
Heroisme punya wajah berbeda bagi rakyat kecil.
Kali ini, heroisme itu muncul untuk melawan rencana eksploitasi laut tempat mereka mencari makan sehari-hari. Mereka bahkan sudah menyiapkan bom.
Tulisan ini dibuat di atas kapal fery Nusa Penida.
Kapal penyeberangan ini dalam perjalanan dari Pelabuhan Lembar, Lombok menuju Pelabuhan Padangbai, Bali. Lama penyeberangan sekitar 4 jam.

Jangan biarkan militerisme menghadang jalan demokrasi.
Konstitusi Indonesia menyatakan melindungi hak warga untuk berkumpul dan menyatakan pendapat serta berekspresi. Jaminan tersebut merupakan fondasi bagi kehidupan demokrasi yang sehat dan negara hukum yang berdaulat. Continue reading “Ayo Bersatu Rebut Kembali Demokrasi”
Terima kasih, Dokter Cock dan Bli Pande Baik.
Dua blogger veteran inilah yang paling sering memotivasi para anggota Bali Blogger Community (BBC) untuk tetap rajin ngeblog. Mereka melakukannya sendiri juga.
Akhirnya aku lulus ujian perpanjangan SIM C juga.
Agak deg-degan juga pada saat ujian Audio Visual Integrated System (AVIS) yang kedua kalinya di Markas Poltabes Denpasar tiga hari lalu. Khawatir tidak lulus lagi seperti ujian teori sebelumnya.
Tak ada lagi harapan tahun ini.
Dua lamaran beasiswa terakhir ke Belgia akhirnya memberikan hasil seleksinya. Aku tidak lolos keduanya. Padahal, keduanya menjadi harapan terakhir hingga saat ini. Sedih. Continue reading “Akhirnya Harus Pasrah (Sementara) karena Kalah”
Tak banyak yang berubah setelah sekitar 15 tahun berlalu.
Wajah-wajah yang aku kenal sejak awal 2000-an itu masih sama: Mbak Catur, Mbok Denik, Pak Suar, Ngurah Gembrong, dan semacamnya. Begitu pula isu yang mereka hadapi. Continue reading “Krisis SDM di Dunia LSM (Bali)”
Kabar baik kembali datang untuk BaleBengong.
Awal April lalu, tiba-tiba ada informasi dari Twitter Deutsche Welle bahwa media jurnalisme warga ini masuk sebagai kandidat gerakan online terbaik internasional (The BOBs).
Continue reading “Jadi, Sudahkah Anda Pilih BaleBengong Hari Ini?”