Resistensi HIV Ancam ODHA Bali

-dimuat The Jakarta Post [8/2]-

Resistensi HIV Ancam ODHA Bali

Anton Muhajir
Kontributor/Denpasar

Tak hanya mata, masa depan Agung sebagai ODHA pun makin gelap.

Pandangan Agung, 34 tahun, makin samar. Mata kanannya sudah tak bisa dipakai melihat sama sekali. Mata kirinya makin dipenuhi titik hitam. Padahal pekerjaan bapak satu anak ini tergantung pada mata, selain kemampuan menyetir. Tiap hari Agung mengemudikan truk tangki bensin 5000 liter dari Pesanggaran, Denpasar Selatan ke berbagai industri pelanggannya. Tapi melihat benda berjarak lebih dari lima meter pun kini dia tak bisa melakukannya dengan baik. Dua bulan lalu dia pindah ke kursi sebelah, sebagai kernet. “Itu pun sering tak masuk,” katanya. Continue reading “Resistensi HIV Ancam ODHA Bali”

Resistant virus threatens people with HIV/AIDS

The Jakarta Post , Jakarta | Thu, 02/08/2007 4:57 PM | Life

Anton Muhajir, Contributors, Denpasar

Thirty-four-year Agung has serious problems with his eyesight. His right eye is not functioning at all, while the vision in his left eye is filled with black dots. Agung works as a truck driver delivering gasoline from the Pesanggaran area of South Denpasar to places throughout the provincial capital of Bali.

For the last few months, Agung could no longer see things clearly. The father of one can see nothing but blurred images within a five-meter distance.

Continue reading “Resistant virus threatens people with HIV/AIDS”

Prayitno, Mewujudkan Museum Topeng Indonesia

Sang Pionir:
Prayitno, Mewujudkan Museum Topeng Indonesia

Mimpi Prayitno untuk mewujudkan museum topeng tinggal selangkah lagi. Di salah satu ruangan rumah seni di Banjar Tengkulak Tengah, Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali Prayitno menyimpan hampir seribu topeng dari berbagai daerah. Topeng-topeng itu disusun berdasarkan daerah asal topeng tersebut. Mulai Madura, Jawa, Bali, Lombok, Batak, Kalimantan, hingga Papua.

Saat ini, selain masih berburu topeng dari daerah-daerah lain maupun jenis tertentu, pria kelahiran Bojonegoro, 23 Juli 1946 ini juga menyiapkan referensi masing-masing topeng. Keterangan tentang jenis, asal, dan bagaimana pembuatan topeng itu nantinya digunakan melengkapi tiap topeng yang akan dipamerkan di musem. “Agar mereka yang berkunjung bisa tahu informasi tentang topeng yang dilihat,” katanya. Bagi Pak Prayit, panggilan akrabnya, museum topeng itu nanti tak hanya sebagai media konservasi tapi juga edukasi. Continue reading “Prayitno, Mewujudkan Museum Topeng Indonesia”

Begitu Lemahnya Posisi Konsumen

Kalau dibilang salah, aku memang salah. Aku kok ya mau aja ketika bulan lalu ada SMS nawarin hadiah Rp 500 ribu bagi 100 pengirim pertama ke 7898 dengan mengetik REG. Aku pikir ya apa salahnya. Toh cuma iseng-iseng berhadiah. Siapa tau aku memang dapet. Eh, ternyata itu jebakan.

Dan aku bener2 terjebak sekarang. Tak bisa keluar. Continue reading “Begitu Lemahnya Posisi Konsumen”

Ketika Pecandu Narkoba Akhirnya Aksi

Setelah ngomong2 sejak lima bulan lalu, akhirnya aksi demo pun dilakukan ke Kejaksaan Negeri Denpasar dan Pengadilan Negeri Denpasar Kamis kemarin. Ikatan Korban Napza (IKON) Bali menuntut agar hakim tidak lagi menjatuhkan vonis hukuman penjara bagi pecandu narkoba. Sebab, nyatanya penjara memang bukan jawaban. Di dalam penjara, pecandu makin mudah dapat heroin dan narkoba jenis lain.

Demo kemarin mungkin bukan hal luar biasa. Massa sekitar 40 orang. Tuntutan penghapusan vonis penjara. Tujuan PN dan Kejari Denpasar. Orasi. Nyanyi2. Tidak ada yg istimewa. Continue reading “Ketika Pecandu Narkoba Akhirnya Aksi”