Kampung halaman ternyata asik juga jadi tempat untuk foto pernikahan.
Sawah, kebun, orang membajak, gubuk, bukit. Semua tempat itu asik juga untuk berfoto ria ketika aku jadi tukang foto pernikahan. Atau, seolah-olah fotografer pernikahan. 🙂
maka, menulislah untuk berbagi, agar ceritamu abadi.
Kampung halaman ternyata asik juga jadi tempat untuk foto pernikahan.
Sawah, kebun, orang membajak, gubuk, bukit. Semua tempat itu asik juga untuk berfoto ria ketika aku jadi tukang foto pernikahan. Atau, seolah-olah fotografer pernikahan. 🙂
Mending terlambat memulai, daripada terlambat ngangkat jemuran. #kriuk. 😀
Maka, daripada tidak sama sekali, aku pun mulai mencoba Tumblr. Sejak Mei lalu, aku pun membuat akun dan rajin mengupdate bahan di halaman Tumblr. Isinya acak adut. Apa saja yang terlintas di kepala atau di monitor saat berselancar.

Di balik nama besarnya, tiga personil SID punya cerita berbeda-beda. Jauh dari gemerlap musisi dengan jutaan penggemar.
Cerita berbeda itu aku dapatkan setelah membuat liputan tentang Superman is Dead (SID) untuk majalah Rolling Stone Indonesia. Sebelum liputan ini, aku mengenal SID dan tiga personilnya hanya dari sumber lain. Misalnya dari media massa atau teman mereka yang juga temanku.
“Mimpi adalah kunci. Untuk kita menaklukkan dunia,” kata Nidji dalam lagunya.
Kami meyakininya ketika berdiskusi di rapat akhir tahun Sloka Institute. Rapat tahunan kami adakan untuk refleksi apa saja yang telah kami kerjakan pada tahun sebelumnya sekaligus merencanakan apa saja program dan kegiatan tahun depan. Satu hal yang menyenangkan karena kami ternyata masih bisa berjalan tapi juga kian bertambah, setidaknya jumlah orang dan kegiatannya.

“(HOT) video ariel dan aura original download baru saja beredar..” Begitu subjek email yang diterima istriku. Pengirimnya? Aku. Waduh!
Mana mungkin aku mengirimnya. Kalau toh punya, tentu aku lebih suka menyimpan sendiri daripada membaginya dengan istri. Atau, kalau toh aku membagi dengan istri, ngapain juga aku kasih lewat email. Mending aku kasih langsung. Lha wong kami tiap hari bergumul, eh, bertemu.

Minggu ini hari terakhir kelas menulis jurnalisme warga oleh Sloka Institute. Maka, berakhir pula kegiatan dua bulanan kami sepanjang tahun 2010 ini.
Kelas Menulis Jurnalisme Warga, kami biasa menyingkatnya Kamis, merupakan upaya kami untuk terus mengampanyekan jurnalisme warga di Bali. Kami berharap melalui kelas ini, warga akan tahu tentang jurnalisme warga. Setelah tahu, kami berharap mereka akan bersedia dan bisa menuliskan ceritanya ke balebengong.
Continue reading “Setengah Mati Mendorong Keterlibatan Warga”
(03:13:08 PM) Kelly Leung has buzzed you!
Pesan itu langsung masuk pas aku buka Pidgin Messenger sore ini. Lalu berlanjut seperti di bawah ini.

iPad hadiah dari detik.com pun datang. Dan, aku langsung ingat lagi dengan kakek penjual sapu lidi itu.
Kakek itu aku temui sekitar dua minggu lalu pas mau berangkat kerja. Dia menjajakan alat-alat untuk membersihkan rumah, seperti sapu lidi, keset, dan semacamnya.
Merasa sebagai borjuis, orang Perancis malas bicara dalam Bahasa Inggris.
Karena ingin tahu di mana tempat lain untuk membeli tiket, aku bertanya pada petugas di stasiun Gaellani, Paris bagian barat pagi itu. Dia menjawab dalam bahasa yang tak ku mengerti. Dari dialeknya, aku yakin itu Bahasa Perancis. Ini toh juga di Paris.
Aku mengajaknya bicara dalam Bahasa Inggris. Dia tetap saja ngomong dalam bahasa yang tak kumengerti itu. Karena aku tak mengerti apa maksudnya, dan dia juga tak mau diajak ngomong Bahasa Inggris, aku lalu pergi mencari sendiri tempat membeli tiket itu.

Dutch people are very egalitarian. There is no hierarchy among them. It’s as flat as their landscape, daily life, and food.
Beside my wife and son, one person whose I often remember during my short-stay in the Netherlands is Mr. Rogier, big boss in my part time office, VECO Indonesia. His full name is Rogier Eijkens. He is Dutch.