Diam-diam ada tradisi baru di keluarga besar kami, menulis.
Keluarga besar ini adalah aku, saudara-saudara, sepupu-sepupu, dan keturunannya. Kami biasa menyebut keluarga besar ini Bani Taqrib, mengacu pada nama kakek kami, Taqrib.
Kakek nenek kami melahirkan lima anak. Empat di antaranya masih hidup. Mereka tinggal di desa di pesisir Lamongan, Jawa Timur di mana hampir semua di antara kami lahir. Ibuku anak tertua di antara mereka.
Lahir di kampung sama, kini para sepupu ini menyebar di banyak tempat. Mesir, Singapura, Batam, Bengkalis, Jakarta, Malang, Surabaya, dan Bali. Ada yang kuliah, kerja, atau memang sudah menetap di masing-masing tempat tersebut.








