Banyak Jalan Membangun Kebersamaan

Setelah treking sekitar 2,5 jam, kami harus memasak bersama.

Sebagian besar bahan masakan tersebut kami peroleh selama perjalanan treking sebelumnya. Jalur treking tersebut memang melewati kebun kopi, cabai, tomat, nanas, jagung, dan bahan memasak lainnya.

Continue reading “Banyak Jalan Membangun Kebersamaan”

Bertemu Sanak Saudara Dunia Maya

Setelah tiga atau empat kali kami gagal bertemu, akhirnya kami bertemu juga di Jakarta.

Inilah dia, Rara, dokter gigi yang juga pendiri komunitas blogger Makassar, AngingMammiri. Kami bertemu Jumat lalu di Jakarta ketika kami sama-sama ikut diskusi terfokus tentang etika internet yang diadakan Internet Sehat. Kalau tidak karena diskusi ini, belum tentu kami bisa bertemu.

Continue reading “Bertemu Sanak Saudara Dunia Maya”

Berkah Lumpur Mengubah Kampung Laut

Setelah sekitar tiga jam perjalanan lewat laut, kami justru menemui orang sedang memanen padi.

Perjalanan kami tersebut untuk melihat bagaimana dampak program mitra Misereor di lokasi program. Kunjunganini merupakan bagian dari lokakarya Pemantauan dan Pendokumentasian Dampak Program Mitra Misereor pada 31 Mei – 2 Juni 2011 lalu.  Dari Pelabuhan Cilacap, kami naik perahu mesin berpenumpang maksimal 10 orang selama sekitar tiga jam. Kami menyusuri laut dan sungai di samping Pulau Nusa Kambangan yang identik sebagai salah satu penjara terbesar di Indonesia.

Continue reading “Berkah Lumpur Mengubah Kampung Laut”

Membangun Rumah Jadi Lebih Mudah

Dengan semangat 45, Lewardi menunjukkan rumah-rumah yang dibangun atau diperbaiki dengan uang kredit.

Rumah-rumah itu di Desa Batu Pangan Daala, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Lokasinya sekitar satu jam dari Polewali, Kota Kabupaten Polman. Dari Makassar perlu waktu sekitar 7 jam. Jauh.

Continue reading “Membangun Rumah Jadi Lebih Mudah”

Indah Sekali Senja di Pantai Polewali

Semburat jingga di Pantai Polewali memberikan kejutan. Jauh lebih keren dari yang semula aku bayangkan.

Sekitar pukul 5 Wita petang itu menjelang matahari tenggelam. Pantai di ibukota Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat ini rupanya tempat warga setempat menghabiskan sisa hari. Ada yang main voli, sepak bola, duduk bersantai bersama pasangan, atau menikmati pasir pantai.

Continue reading “Indah Sekali Senja di Pantai Polewali”

Menikmati Pesona Danau Tiga Warna


Setelah ketiga kalinya ke Ende, aku baru bisa mampir ke Kelimutu, danau tiga warna di sini.

Danau Kelimutu berjarak sekitar 60 km dari Ende, kota di pesisir selatan Pulau Flores bagian tengah pulau di Nusa Tenggara Timur ini. Lama perjalanan sekitar 2 jam dengan kendaraan pribadi, seperti motor atau mobil.

Continue reading “Menikmati Pesona Danau Tiga Warna”

Satu Pulau Ratusan Bahasa

Di Flores, bahkan, satu desa bisa punya tiga bahasa. Mereka berbicara satu sama lain dengan bahasa berbeda.

Mungkin ini kesimpulan terlalu dini. Tapi, itu yang dikatakan para petani ketika kami ngobrol di sela-sela pelatihan publikasi dan internet di Ende, Flores pada 15-17 Maret ini.

Continue reading “Satu Pulau Ratusan Bahasa”

Surga Kuliner Bernama Makassar

Di balik kesan sangarnya, Makassar sebenarnya sangat ramah. Apalagi kulinernya.

Tiap menyebut nama Makassar, maka yang langsung menclok di kepalaku adalah bentrokan antara mahasiswa dan polisi. Media ikut serta menanamkan kesan itu meski mereka juga tak bisa sepenuhnya disalahkan. Tak ada asap tanpa api.

Continue reading “Surga Kuliner Bernama Makassar”

Riuh Guyub Malam Minggu Makassar

Malam minggu di Makassar mengenalkan ramahnya wajah kota yang identik dengan kekerasan ini.

Keriuhan Makassar itu bermula dari Pantai Losari. Dengan tulisan PANTAI LOSARI di tepi pantai, tempat ini menjadi salah satu land mark kota. Beda dengan Denpasar yang, bagiku, tak cukup mengenalkan land marknya, Makassar lebih gesit mengenalkan penanda kota ini.

Continue reading “Riuh Guyub Malam Minggu Makassar”