Mimpi Sinergi Jurnalis Blogger di Bali

Senang juga mengikuti seminar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) hari ini. Sebab seminar dalam rangkaian Kongres AJI 2008 ini memasukkan isu new media dalam diskusinya. Blog adalah satu di antara sekian yang masuk dalam kategori new media tersebut. Ada sesi khusus “Teknologi Informasi sebagai Alat Demokratisasi” yang menghadirkan Enda Nasution sebagai blogger.

Tentu saja aku senang. Ini berarti blog pun makin dilihat sebagai sebuah bagian dari new media dari yang semula hanya dianggap sebagai sebuah trend sesaat. Sebab, faktanya, blog memang lahir dan makin berkembang sebagai sebuah kekuatan baru.

Continue reading “Mimpi Sinergi Jurnalis Blogger di Bali”

Iklan XL Itu Merendahkan Pelanggan

Sejak awal punya nomor pribadi di telepon seluler (ponsel) pada 2001 aku memilih nomor XL. Alasanku waktu itu karena harga XL yang paling terjangkau. Aku lupa persis berapa harganya saat itu. Tapi yang pasti aku ingat, nomor ini yang bisa kubeli dibanding Mentari atau Simpati, dua operator besar lainnya.

Artinya, aku memilih nomor ini bukanlah tanpa mikir. Meski jaringan XL tidaklah sebagus Simpati –yang setauku memang menggunakan jaringan Telkom- atau Mentari, aku tak pindah ke lain hati.

Continue reading “Iklan XL Itu Merendahkan Pelanggan”

Selamat Hari Blogger, Indonesia..

Talkshow di TV One pagi tadi mengingatkanku. Hari ini, Senin ini (27/10) ternyata Hari Blogger Nasional. Sejarah Hari Blogger Nasional berawal setahun lalu, 27 Oktober 2007. Saat itu sekitar 500 blogger bertemu di Jakarta dalam Pesta Blogger yang untuk pertama kali diadakan. Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Muhammad Nuh yang hadir saat itu kemudian memutuskan tanggal itu sebagai Hari Blogger.

Maka, hari ini pun kembali diperingati sebagai Hari Blogger. TV One menjadikan hari ini sebagai cantolan untuk membuat dialog pagi dalam Apa Kabar Indonesia. Ada Enda Nasution, yang diberi predikat sebagai Bapak Blogger Indonesi; Angelina Sondakh, anggota DPR yang juga blogger; serta orang dari Depkominfo yang aku lupa namanya.

Continue reading “Selamat Hari Blogger, Indonesia..”

Menggunakan Media sebagai Alat Advokasi

Diskusi tentang media adalah alasanku untuk mengiyakan ajakan Wahyu pergi ke Surabaya. Teman di Ikatan Korban Napza (IKON) Bali, kelompok mantan atapun pengguna narkoba dengan jarum suntik yang masih aktif, itu bilang kalau teman ngobrol di Surabaya tersebut bagus untuk tempat belajar soal media dan advokasi. Maka, aku mengiyakan ajakan itu.

Selasa malam kemarin, kami pun tiba di Surabaya. Sinyo, teman sesama ex junkie di kota ini menjemput kami dengan BMW tuanya. Oh ya, acara di Surabaya ini memang untuk para pengguna ataupun mantan pengguna. Ada IKON Bali, East Java Action (EJA), dan Performa Semarang. Kami menginap di penginapan sederhana di daerah jalan Darmokali, tak jauh dari Kebun Binatang.

Continue reading “Menggunakan Media sebagai Alat Advokasi”

Narsis Memang Asik

Karena ada di koran kemarin, lalu hari ini Wira kirim klipingnya di milis BBC. Jadi ya aku posting saja di sini.

Sebagai pengikut agama narsisme yang diajarkan Nabi Selo Longor, tentu saja wajib hukumnya bagiku memasukkan kliping itu di blog. Kalau tidak, aku bisa dirajam di neraka Jahannam. Celakanya lagi bisa ditolak masuk surga Betngandang.

Bahkan, Anggota DPR pun Tak Tahu

Kami duduk berenam Sabtu kemarin di Art Cafe Jl Hayam Wuruk Denpasar. dr Oka, Mas Rofiqi, Bodrek, Bunda, Agung, dan Bani. Bli Popo datang ketika diskusi hendak berakhir. Keprihatinan terhadap media di Bali yang mempertemukan kami sore itu.

Tanpa mengecilkan peran media di Bali selama ini, kami mencatat masih ada beberapa masalah terkait kualitas media di Bali. Terutama soal makin hilangnya hak publik di media lokal saat ini.

Continue reading “Bahkan, Anggota DPR pun Tak Tahu”

Enaknya Bekerja untuk Media Asing

Rabu lalu, honorku pun dikirim. Aah, inilah enaknya bekerja untuk media asing. Kerja sebentar, duitnya buesar. Kirim honornya juga hanya perlu waktu seminggu.

Kali ini aku kerja untuk kontributor Financial Times. Kontributornya di Jakarta tiba-tiba kirim SMS ke aku sekitar seminggu sebelumnya. Dia bilang dapat kontakku dari teman di Al-Jazeera di Jakarta. Teman baru ini minta tolong aku bantu untuk cari informasi tentang rencana pembangunan lapangan golf di Desa Bugbug dan Perasi, Karangasem.

Semula dia mengatakan akan memberi honor Rp 2 juta untuk pekerjaan ini. Eh, ternyata kemudian nambah jadi Rp 3 juta. Aku kerja tak lebih dari tiga hari: satu hari riset, satu hari wawancara per telepon, satu hari reportase lapangan. Laporan yang aku buat, dalam bahasa Inggris acak adut, sekitar enam halaman.

Continue reading “Enaknya Bekerja untuk Media Asing”

Undangan Perayaan Setahun Balebengong

Diambil dari balebengong.

Tidak terasa, Juli ini balebengong.net berumur satu tahun. Meski masih hanya dikerjakan di antara waktu luang, blog tentang Denpasar khususnya dan Bali pada umumnya ini lumayan bisa jadi referensi alternatif tentang Bali. Ini bisa dilihat dari banyaknya email atau komentar yang masuk untuk sekadar memberi tahu bahwa pembaca menemukan informasi tentang Bali seperti yang mereka cari.

Sampai Selasa (15/07/08) ini, ada 547 artikel yang sudah dipublikasikan di blog ini. Artikel-artikel itu dibuat oleh sekitar 31 kontributor aktif maupun yang hanya sesekali menulis. Ada pula beberapa tulisan yang diambil dari beberapa blogger, wartawan, atau penulis lain kemudian dimuat di balebengong.net dengan izin yang bersangkutan.

Continue reading “Undangan Perayaan Setahun Balebengong”

Hari I: Insist, Sahani, dan Cah Andong

Seharusnya aku posting tulisan ini pekan lalu saat di Jogja. Apa boleh buat, selama di sana aku tidak bisa online. Bisa sih pas hari ketiga. Tapi selain sebentar, koneksi warnet di ujung Jl Dagen, kawasan Maliboro itu leletnya setengah mati. Maka, aku cuma bisa cek imel bentar waktu itu.

Baiklah. Mari mulai dari review. Ngapain di mana saja selama di Jogja.

Bedanya di Jogja kali ini dibanding sebelum-sebelumnya adalah karena sama Bani, my little dictator. 😀 Tidak enak saja sih. Minggu sebelumnya sudah aku tinggal lima hari ke Makassar. Maka, mumpung lagi liburan, sekalian saja aku ajak Bunda dan Bani untuk ke Jogja. Toh, Jogja kota yang sangat asik buat liburan.

Continue reading “Hari I: Insist, Sahani, dan Cah Andong”

Sudahlah, Jangan Terlalu Berharap pada Media

Di antara sekian isu yang menarik pada Focus Group Discussion (FGD) pagi ini adalah diskusi soal media. FGD untuk mencari Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) itu diadakan Bappenas, UNDP, dan JPPR. Tujuannya kurang lebih untuk mencari tahu seberapa demokratiskah Bali dibanding provinsi lain. Aku membantu jadi moderator. Eh, bukan membantu ding. Dibayar. 😀

Ada tiga aspek untuk mengukur IDI ini. 1) Kebebasan Sipil, 2) Political Right, dan 3) Democratic Institution. Tiap aspek punya beberapa variabel dan tiap variabel pun punya indikator. Pada aspek Democratic Institution misalnya ada variabel independensi media terhadap pemerintah daerah.

Variabel ini melengkapi lima variabel lain seperti peran DPRD, Pemilu yang Bebas dan Adil, Peradilan yang Independen, Peran Partai Politik, dan Peran Birokrasi.

Continue reading “Sudahlah, Jangan Terlalu Berharap pada Media”