Kursi roda itu memberi suasana berbeda di ruang tamu.
Di depan kursi roda itu, empat orang sedang asyik berselancar di dunia maya Rabu malam lalu. Tiap orang duduk lesehan membuka halaman demi halaman jejaring sosial Facebook.
maka, menulislah untuk berbagi, agar ceritamu abadi.
Tuteh menyeretku untuk ikut membahas topik dilematis ini.
Blogger yang tinggal di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu tiba-tiba mention aku di twitnya Minggu lalu. Padahal, aku masih capek sepulang dari Kintamani usai ikut kerja bakti menanam pohon rame-rame di lereng Gunung Batur.
Continue reading “Perlukah Komunitas Blogger Dilegalformalkan?”
Empat tahun setelah kelahirannya, Bali Blogger Community (BBC) makin rekat sebagai sebuah keluarga.
Tak hanya keluarga di antara para anggotanya tapi juga anak-anak mereka. Maka, bagiku, BBC tak hanya tentang blog semata tapi juga tempat berbagi cerita dan pengalaman sebagai orang tua muda.
Tak ada lagi gegap gempita Pesta Blogger seperti tahun-tahun sebelumnya.
Padahal, setiap tahun sejak 2007 lalu, kopi darat akbar blogger se-Indonesia ini selalu digelar. Tak hanya dipusatkan di Jakarta pada satu hari tapi juga ada rangkaian kegiatan di kota-kota lain di Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, juga Bali.

Setelah tiga atau empat kali kami gagal bertemu, akhirnya kami bertemu juga di Jakarta.
Inilah dia, Rara, dokter gigi yang juga pendiri komunitas blogger Makassar, AngingMammiri. Kami bertemu Jumat lalu di Jakarta ketika kami sama-sama ikut diskusi terfokus tentang etika internet yang diadakan Internet Sehat. Kalau tidak karena diskusi ini, belum tentu kami bisa bertemu.

Biar para netizen, seperti blogger, facebooker, tweeps, kaskuser, startuper, hacker, dan para gerombolan pengguna internet (netizen) di Bali saling kenal, maka mari kita bikin makan bersama. Dalam basa Bali, ritual makan bersama ini biasa disebut megibung.
Kami mengundang sanak saudara di dunia maya untuk ikut serta Megibung Netizen Bali yang akan diadakan pada:

Kalian pikir Bali cuma punya pelukis, penari, perajin, dan semacamnya. Ah, jadul amat.
Bali punya bejibun anak-anak muda kreatif. Oh ya, tak hanya kreatif tapi juga gila dengan ide-ide baru. Itu setidaknya tergambar pada Pecha Kucha Night (PKN) di Bali Creative Festival (BCF) Sabtu malam lalu.
Dengan mobil pick up, Sakti Soediro membawa barang-barang sisa dari Berbagi Tak Pernah Rugi Bali Blogger Community (BBC). Dialah salah satu wanita tangguh di BBC.
Sakti pula yang begitu usai terjadi bencana Gunung Merapi aktif mengumpulkan sumbangan dari berbagai kelompok. Sakti, perempuan single yang baru saja patah hati itu, membuat pos-pos penyaluran sumbangan untuk pengungsi di Jawa Tengah dan Jogjakarta.
Mari sumbangkan kepedulian melalui Berbagi Tak Pernah Rugi bersama Bali Blogger Community (BBC).
Ada kegiatan (a) Donor Darah, (b) Pasar Barang Bekas, (c) Konsultasi Kesehatan, dan (d) Hiburan. Seluruh hasil kegiatan akan disumbangkan untuk korban bencana di Wasior, Mentawai, dan Merapi.