Pesta malam ini termasuk sederhana.
Kami, sekitar seratus orang, berkumpul di halaman Taman Baca Kesiman (TBK) Denpasar. Tidak hanya ngobrol dan makan-makan tapi juga mendengar suara yang jarang terdengar.
maka, menulislah untuk berbagi, agar ceritamu abadi.
Pesta malam ini termasuk sederhana.
Kami, sekitar seratus orang, berkumpul di halaman Taman Baca Kesiman (TBK) Denpasar. Tidak hanya ngobrol dan makan-makan tapi juga mendengar suara yang jarang terdengar.
Kabar baik kembali datang untuk BaleBengong.
Awal April lalu, tiba-tiba ada informasi dari Twitter Deutsche Welle bahwa media jurnalisme warga ini masuk sebagai kandidat gerakan online terbaik internasional (The BOBs).
Continue reading “Jadi, Sudahkah Anda Pilih BaleBengong Hari Ini?”

Kabar gembira datang sekitar sebulan lalu.
CFI Media, sebuah lembaga di bidang pengembangan media dari Perancis, mengirim email. Mereka mengabarkan kalau kami, tim dari BaleBengong, lolos seleksi beasiswa liputan.
Continue reading “Senangnya Lolos Beasiswa Liputan CFI Media”
Sambil lesehan usai pelatihan, kami mengevaluasi perjalanan Bale Bengong.
Seingetku ini pertama kalinya kami mengevaluasi Bale Bengong sebagai blog jurnalisme warga. Setahun lalu sih pernah tapi waktu itu lebih pada keterlibatan teman-teman alumni Kelas Menulis Jurnalisme Warga dan kontributor.

Info lengkap di wesbite Sloka Institute.

Rofiqi Hasan, wartawan di Denpasar, memberikan hadiah ulang tahun pada Bale Bengong. Dia menulis dengan kritis tentang masa depan jurnalisme warga ala Pulau Dewata ini.
Tulisan sepanjang 386 kata dalam 10 paragraf itu berjudul Jurnalisme Warga Mau Ke Mana?. Semuanya mengacu pada Bale Bengong, blog jurnalisme warga tentang Bali. Jadi, mungkin lebih tepat menyebut bahwa kritik Rofiqi hanya pada Bale Bengong, bukan pada jurnalisme warga secara umum, apalagi di Indonesia atau bahkan dunia.
Continue reading “Media Arus Utama, Dukunglah Jurnalisme Warga”
Menggunakan Blackberry-nya, Putu Chris Budhi Setyawan mengambil gambar kumpulan tengkorak.
Kerangka kepala orang mati itu berada di bawah pohon besar di Desa Trunyan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Selain tengkorak, di tempat yang sama juga ada tulang belulang dan aneka benda lain untuk orang yang sudah meninggal.
Silakan baca di Bale Bengong untuk info lebih lanjut.

Dengan alat dan layanan yang semakin terjangkau, warga kini lebih mudah berbagi cerita.
Kalau dulu kan tidak. Untuk berita terbaru, yang terjadi sehari sebelumnya, warga cuma bisa membaca dari koran. Atau kalau dari media elektronik, seperti TV, warga harus menunggu jam tertentu untuk mendapatkan berita terbaru.
Continue reading “Jejaring Sosial Memudahkan Warga Berbagi Cerita”