Laporan Warga tentang Kecelakaan Lion Air

Berikut adalah pengumpulan informasi tentang kecelakaan pesawat Lion Air Sabtu lalu melalui aplikasi media sosial Storify.

Pengumpulan informasi ini hanya untuk menunjukkan bagaimana peran warga sekarang dalam memberitakan sebuah peristiwa. Tak ada lagi monopoli media arus utama. Bahkan, dalam kasus tertentu, pewarta warga justru menjadi penyampai pertama.

Continue reading “Laporan Warga tentang Kecelakaan Lion Air”

Maka, Biarkan YouTube Membuktikannya

Ada hal baru di pos-pos polisi yang aku lewati pagi ini.

Di pos polisi ujung Jalan Melati, Denpasar misalnya ada spanduk berisi tulisan larangan memberi dan menerima suap. Pos polisi di perempatan Jalan Sudirman – Jl Raya Niti Mandala Renon – Jalan Dewi Sartika pun berisi spanduk sama.

Continue reading “Maka, Biarkan YouTube Membuktikannya”

Kelas Jurnalisme Warga untuk Difabel

Sambil duduk di kursi roda, I Wayan Karmen melakukan wawancara.

Tubuh ringkih Karmen berbanding terbalik dengan kuatnya narasumber, Ni Nengah Widiasih. Karmen anak laki-laki berusia 12 tahun. Sejak umur 6 tahun dia mengalami semacam penyakit yang membuat kedua tulang kakinya lumpuh. Karena itu, Karmen harus berjalan dengan kursi roda.

Continue reading “Kelas Jurnalisme Warga untuk Difabel”

Smartphone, Alat Liputan dalam Genggaman

Jauh banget beda dulu dan sekarang.

Dulu itu kira-kira 10 atu 15 tahun silam. Belum terlalu lama, sih. Tapi, dalam 10 atau 15 tahun tersebut banyak sekali perbedaannya. Alat-alat berat yang dulu jadi perlengkapan ketika liputan, kini bahkan bisa masuk kantung.

Continue reading “Smartphone, Alat Liputan dalam Genggaman”

Kini, Warga pun Lebih Mudah Bersuara

Bosan juga kalau terus cari masalah.

Karena itulah, ketika diajak oleh CIPG untuk membuat riset tentang media di Bali, kami pilih topik ini, bagaimana dampak perkembangan teknologi informasi terhadap partisipasi warga dalam jurnalisme warga.

Biasanya kan orang kalau riset suka mulai dengan mencari masalah. Maka, kami kali ini pilih mencari peluang. Sekalian sambil menyelam bikin riset, kami minum bir untuk melakukan refleksi terhadap apa yang sudah kami kerjakan selama lima tahun ini.

Kami ingin melihat sejauh mana perkembangan internet di Bali berdampak pada partisipasi warga dalam pengelolaan BaleBengong, Continue reading “Kini, Warga pun Lebih Mudah Bersuara”

Mengembalikan Jurnalisme kepada Publik

Awalnya dari rasa jengah: ke mana perginya jurnalisme berkualitas di Bali saat ini?

Pernyataan di balik pertanyaan tersebut mungkin terlalu dini. Tapi, setidaknya ada beberapa penanda makin hilangnya jurnalisme berkualitas di Bali. Tiga hal yang menandai tersebut adalah tema berita, penyampaian berita, dan etika jurnalis.

Dari sisi tema berita, sebagian besar media di Bali lebih banyak memberikan seputar intrik dan konflik elite politik. Penyampaian berita kemudian lebih banyak hanya bersifat talking news, semata tentang omongan-omongan elite. Dalam bahasa sarkastik, ada yang menyebutnya sebagai jurnalisme ludah, apa pun omongan elite politik akan diberitakan. Tidak perlu verifikasi. Tak ada keberimbangan. Bahkan, berita seringkali malah hanya menjadi alat adu domba.

Continue reading “Mengembalikan Jurnalisme kepada Publik”

Karena ODHA Tak Sekadar Angka

Di depanku, polisi berpakaian lengkap itu nyuntik heroin.

Tak ada ekspresi bersalah atau canggung sama sekali. Dia datang ke salah satu tempat para pengguna narkoba suntik (penasun) nongkrong. Siang itu beberapa penasun lainnya juga lagi pakaw, bahasa slang menyuntik heroin.

Continue reading “Karena ODHA Tak Sekadar Angka”

Agar Pelatihan Persma Lebih Tepat Guna

Sekadar perbaruan saja, sih.

Sebenarnya, materi tentang pelatihan pers mahasiswa (persma) ini sudah pernah aku tulis. Tapi, mumpung ada cantolan terbaru, maka aku tulis lagi. Ada pembaruan berdasarkan hasil diskusi hari ini dengan teman-teman pegiat persma di Denpasar, Bali.

Continue reading “Agar Pelatihan Persma Lebih Tepat Guna”

Teknologi yang Menurunkan Kualitas Jurnalisme

Teknologi memang serupa belati.

Ide menulis tentang tema ini muncul begitu saja ketika ngobrol dengan Mas Rofiqi Hasan beberapa waktu lalu. Dia cerita soal makin banyaknya wartawan di Denpasar yang suka kloning berita. Kami ngobrol santai pas selesai diskusi tentang jurnalisme warga di Denpasar.

Continue reading “Teknologi yang Menurunkan Kualitas Jurnalisme”