Aku agak ragu-ragu ketika akan menulis posting ini. Pertama, ada beberapa hal yang muncul di kepala untuk ditulis. Tapi ketika sudah mau aku tulis, aku mikir lagi. Untuk apa sih aku menulisnya di blog? Lalu aku baru sadar. Ternyata aku nulis hanya karena ingin ada yang mengomentari, bukan karena aku memang ingin menulis. Kedua, aku juga takut tulisan ini akan dibaca nyinyir sama orang lain. Takut orang lain akan menuduh aku songong dan lain-lain. Ini memunculkan pertanyaan, “Aduh, sejak kapan dibaca orang harus jadi pertimbangan utama bagiku ketika akan menulis di blog? Kenapa harus takut dituduh atau dikomentari orang lain?”
Well, tulisan dibaca orang tentu menyenangkan. Apalagi sampai dikomentari. Tapi lama-lama kok aku mikir itu seperti bumerang. Memang sih, di satu sisi itu berarti tulisanku tidak jadi sekadar masturbasi. Komentar dari orang yang berkunjung berarti ada respon meski hanya beberapa orang dan kadang lebih sering basa-basi. Lalu, lama-lama kok aku makin termotivasi menulis hanya untuk sekadar mendapat komentar. Artinya, komentar sudah jadi motivasi utama. Itu sih terasa akhir-akhir ini.

