Inilah pertempuran yang tak pernah ku menangkan: melawan rasa malas. Minggu ini misalnya. Ada beberapa hal yang ingin aku tulis. Aku bahkan sudah liputan. Ini belum termasuk ide-ide lama yang masih belum jadi juga.
Banyak ide di kepala untuk ditulis. Pameran Plush-Tick I Wayan Suja, Festival Makanan Tradisional Denpasar, acara tahun baru di Popo Danes, opini tentang banyaknya bencana di Indonesia, tentang kampanye World Silent Day, tentang dukungan pembubaran MUI, dan seterusnya dan seterusnya.
Tapi semua hanya di kepala. Ketika aku sudah di depan komputer untuk nulis, tiba-tiba semua hilang dikalahkan rasa malas. Ah, dasar!
bang anton, transfer aja. saya usul beliin kabel USB lalu connect aja kepala ke laptopnya LOL… :)..happy new year yo sekeluarga
sama 😛
rasa itu menghinggapiku juga, pgn rasanya calling it a year dari sekrang 😀
Salam kenal dari saya, Hatim Gazali
Hehehe… Bli Anton ini kebanyakan ide kali ya! Sampe ga muat di kepala! Hahahaha…
@ made: waah, idenya keren tuh. aku mau masih hidup hingga teknologi itu ada dan digunakan. jd kita ga perlu repot2 ngetik. di kepala dan langsung muncul di layar komputer. :))
@ didut: sama2 malasnya.. 🙁
@ rony: hehe, pantesan jd wartawan juga. gimana cerita dari kamboja?
@ imsuryawan: sepertinya mmg begitu, bli. beginilah nasib pemimpi. ide banyak tp tidak ada aksi. 🙁
met tahun baru