Susahnya Melawan Rasa Malas

Inilah pertempuran yang tak pernah ku menangkan: melawan rasa malas. Minggu ini misalnya. Ada beberapa hal yang ingin aku tulis. Aku bahkan sudah liputan. Ini belum termasuk ide-ide lama yang masih belum jadi juga.

Banyak ide di kepala untuk ditulis. Pameran Plush-Tick I Wayan Suja, Festival Makanan Tradisional Denpasar, acara tahun baru di Popo Danes, opini tentang banyaknya bencana di Indonesia, tentang kampanye World Silent Day, tentang dukungan pembubaran MUI, dan seterusnya dan seterusnya.

Tapi semua hanya di kepala. Ketika aku sudah di depan komputer untuk nulis, tiba-tiba semua hilang dikalahkan rasa malas. Ah, dasar!

0 thoughts on “Susahnya Melawan Rasa Malas

  1. @ made: waah, idenya keren tuh. aku mau masih hidup hingga teknologi itu ada dan digunakan. jd kita ga perlu repot2 ngetik. di kepala dan langsung muncul di layar komputer. :))

    @ didut: sama2 malasnya.. 🙁

    @ rony: hehe, pantesan jd wartawan juga. gimana cerita dari kamboja?

    @ imsuryawan: sepertinya mmg begitu, bli. beginilah nasib pemimpi. ide banyak tp tidak ada aksi. 🙁

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *