Sihir Bernama Tahun Baru

Apa sih yang sebenarnya kita cari dari hiruk pikuk perayaan tahun baru? Harapan baru? Resolusi baru? Hidup baru?

Atau apa sih sebenarnya makna tahun baru itu? Kenapa semua orang begitu bersemangat dengan perayaan ini? Kenapa kita jadi seperti makhluk asing ketika kita memilih lari, sepi dari semua ingar bingar ini?

Apa sebenarnya yang “baru” itu? Benarkah dia ada? Atau hanya sesuatu yang sebenarnya tidak ada lalu kita anggap ada? Tahun baru, jangan-jangan, seperti hantu?

Atau tahun baru, jangan-jangan, hanya pelarian? Dari sesak hidup sehari-hari. Dari diri yang tak cukup mampu menguasai waktu?

Atau, tahun baru, jangan-jangan, hanya waktu untuk menghamba pada nafsu? Maka kita semua seperti harus larut di dalamnya tanpa sempat berpikir di mana kita sebenarnya berada. Pesta. Terompet. Kembang Api. Belanja. Diskon..

..Tanah longsor. Banjir. Bencana. Ah, perayaan tahun baru, jangan-jangan hanya pelarian dari itu semua?

0 thoughts on “Sihir Bernama Tahun Baru

  1. It’s just anothery day that boost the sale to hypermarkets and kakilima but nevertheless, people usually do hope to start anew on this day.

    Happy Year-End Bli!

  2. Kalo semua orang akhirnya pada pulang kampung pas tahun baru, he… nanti juga pasti ada yang melarikan diri dari pulang kampung…

    MI

  3. @ anima: yup. kapitalisme (mimih, bahasanya nok! :)) memang selalu memanfaatkan kesempatan di tengah kesempitan. 😀

    met taun baru juga, prim..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *