
Rasanya kok berbeda sekali ya?
Begitu naik kereta api ke bandara di negara sendiri, rasanya kok lebih bangga dibandingkan ketika di negara tetangga seperti Singapura.
maka, menulislah untuk berbagi, agar ceritamu abadi.

Rasanya kok berbeda sekali ya?
Begitu naik kereta api ke bandara di negara sendiri, rasanya kok lebih bangga dibandingkan ketika di negara tetangga seperti Singapura.

Pekerjaan selama sekitar empat bulan ini pun selesai.
Akhir pekan lalu, kami menyampaikan hasilnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISP) Universitas Indonesia sekaligus melengkapinya dengan diskusi.

Tinggal pilih: kuil, pasar malam, atau buku-buku bekas?
Selama Desember hingga Februari, kota terbesar kedua di Thailand ini sebenarnya masuk musim dingin.
Indonesia memiliki banyak hal yang layak disyukuri.
Salah satunya bahasa persatuan, Indonesia. Bandingkan dengan tetangga dekat semacam Singapura dan Malaysia atau tetangga nun jauh di sana, Belgia. Mereka masih ribet urusan bahasa.
Continue reading “Beruntunglah Indonesia, Punya Bahasa Persatuan”

Senang sekali bisa menjadi salah satu bidan.
Kali ini kami melahirkan jaringan baru pegiat media komunitas Asia Tenggara, Alliance of Community Media in Southeast Asia (ACMSEA). Semoga tak sekadar lahir lalu mati. 😐
Continue reading “ACMSEA, Bayi Baru untuk Memperluas Advokasi”

Desa-desa menuju kaki Gunung Agung seperti kuburan.
Jalanan sepi. Kami jarang bertemu orang. Di kanan kiri, hanya satu dua rumah dengan pintu pagar terbuka. Itu pun tak terlihat penghuninya. Rumah warga lebih banyak tertutup.
Continue reading “Merayakan Pernikahan dalam Ketidakpastian”

“Tolak Rekamasi Teluk Benoa! Hidup Mantra – Sudikerta!”
Puluhan orang di barisan depan berteriak menolak rencana reklamasi Teluk Benoa. Mereka membawa bendera merah putih, berpakaian adat Bali madya, dan… memakai jas partai!
Continue reading “Komodifikasi Tolak Reklamasi di Pilgub Bali”

Matahari yang baru terbit membawa merah saga.
Cahayanya pelan-pelan tiba di pantai yang pagi itu menyambut dengan debur ombak tak kunjung berhenti. Udara segar. Air jernih. Ombak terasa amat tenang.

“Jadi, apa resolusi tahun ini?” tanya Bunda.
Pertanyaan itu mengantarkan kami ketika meninggalkan Amed, tempat kami melewatkan pergantian tahun kali ini. Aku diam. Tidak langsung menjawabnya.
Continue reading “Melanjutkan Hidup Bebas sebagai Pekerja Lepas”

Pernyataan berikut ini berangkat dari pengalaman pribadi.
Dua minggu lalu, ketika kembali tiba di Bali setelah liburan seminggu di Malaysia, aku pun bertanya-tanya: bagaimana jika mendadak erupsi Gunung Agung terjadi kembali?
Continue reading “Haruskah Pariwisata Mengorbankan Keselamatan Warga?”