
Apa perubahan paling besar dalam hidupmu tahun ini?
Pertanyaan itu aku ajukan kepada petani peserta pelatihan menulis cerita perubahan pada Maret lalu. Kami memulai pelatihan dengan refleksi tentang diri kami sendiri.
maka, menulislah untuk berbagi, agar ceritamu abadi.

Apa perubahan paling besar dalam hidupmu tahun ini?
Pertanyaan itu aku ajukan kepada petani peserta pelatihan menulis cerita perubahan pada Maret lalu. Kami memulai pelatihan dengan refleksi tentang diri kami sendiri.

Perempuan dan transgender paling rentan jadi korban.
Sehari setelah putus dengan pacarnya, I Gede Tista langsung mengeluarkan ancaman kepada sang mantan. Pemuda berusia 19 tahun itu mengirim foto setengah telanjang mantan pacarnya.

Ketika informasi palsu kian berserak, lawanlah dengan informasi bermutu.
Karena percaya pada prinsip itu, tahun ini BaleBengong memberikan beasiswa liputan mendalam dalam Anugerah Jurnalisme Warga (AJW) 2018. Kami tidak semata ingin melawan maraknya informasi dusta (hoaks), tetapi juga menyajikan karya jurnalisme bermutu.
Continue reading “Mengajak Anak-anak Muda untuk Melawan Dusta”
Catatan (lebih dari) sebulan kemudian setelah Minikino Film Week 4.
Kok ulasannya telat banget, sih? Begitulah. Pertama karena pas pelaksanaan Minikino Film Week (MFW) 4 waktu itu sedang menduda. Tiga minggu jadi orangtua tunggal. Continue reading “Teh Nia, Membela Liyan Lewat Sinema”

“Benarkah nanti akan ada gempa lebih besar lagi?”
Lalu Najamuddin Abdul Latif segera balik bertanya begitu ketika kami selesai wawancara awal Agustus 2018 lalu. Lima laki-laki lain menimpali dengan pertanyaan dan gumaman serupa.
Continue reading “Dilema Meliput Bencana, antara Gagah-gagahan dan Kemanusiaan”

Anugerah Jurnalisme Warga (AJW) datang lagi tahun ini.
Sejak kami adakan pertama kali pada 2016 lalu, tiap tahun kami mencoba agar agenda tahunan ini tetap ada. Anggaplah semacam hajatan terbesar tahunan BaleBengong.
Continue reading “Tak Dapat Beasiswa, Bagi-bagi pun Tak Apa”

Perlu upaya ekstra bagi Era untuk mengetik di komputer.
Tak hanya karena dia terlihat berpikir keras untuk menemukan kata-kata yang hendak dia ceritakan, tetapi juga karena jari-jarinya memang cacat.
Continue reading “Pelatihan untuk Difabel, Sembilan Tahun Berselang”

“Percayalah. Kondisinya lebih buruk dari yang sampeyan kira..”
Omongan Rudy, teman di Mataram yang aku telepon saat di mobil menuju Bandara Ngurah Rai, itu membuatku khawatir. Seburuk itukah kondisinya?

Gerimis turun pelan tak menghalangi turis dalam antrean.
Satu-satu mereka maju. Berpose sekitar semenit dua menit. Jepret. Jepret. Bergantian mereka bergaya di depan kamera. Seolah naik sepeda sesungguhnya.

Kini, kenangan tentang Makassar tak lagi seindah kenyataan.
Kunjungan pertama ke Makassar, sekitar 2002, meninggalkan ingatan kuat dan menyenangkan tentang kota ini, terutama di sisi barat sekaligus ikonnya, Pantai Losari.