Mengajak Anak-anak Muda untuk Melawan Dusta

0 , , Permalink 0

Foto Wayan Martino untuk @BaleBengong

Ketika informasi palsu kian berserak, lawanlah dengan informasi bermutu.

Karena percaya pada prinsip itu, tahun ini BaleBengong memberikan beasiswa liputan mendalam dalam Anugerah Jurnalisme Warga (AJW) 2018. Kami tidak semata ingin melawan maraknya informasi dusta (hoaks), tetapi juga menyajikan karya jurnalisme bermutu.

Pemberian beasiswa liputan mendalam itu untuk mendorong munculnya penulis-penulis yang mampu melahirkan karya jurnalistik bermutu melalui BaleBengong. Ketika konsumen media makin silau pada kedangkalan sebagian besar media arus utama dan media sosial, tetap perlu ada yang tetap setia pada ruh jurnalisme, antara lain dengan liputan mendalam.

Di sisi lain, banyak cerita keberhasilan di akar rumput, terutama yang selama ini dilakukan oleh para organisasi non-pemerintah (ornop). Kabar-kabar baik itu perlu disebarluaskan kepada publik melalui media, termasuk jurnalisme warga, agar menjadi pembelajaran bagi orang lain.

Selama Beasiswa AJW 2018 kami mempertemukan para pewarta warga dengan tiga lembaga non-pemerintah yang selama ini bekerja di isu pemberdayaan yaitu Conservation International (CI) Indonesia, WWF Indonesia, dan Yayasan Kalimajari. Ada pula Mongabay Indonesia, media daring lingkungan, yang mendukung beasiswa ini.

Tema besar beasiswa ini adalah Mendengar Kabar dari Akar. Tema besar itu kemudian diturunkan dalam empat sub topik yaitu konservasi gunung dan laut di Karangasem, mitigasi bencana erupsi, kakao lestari di Jembrana, dan upaya mewujudkan pariwisata bahari berkelanjutan.

Setelah melewati seleksi, kami memutuskan ada lima tim penerima beasiswa ini. Semua penerima ini masih di bawah 30 tahun. Masih terhitung mudalah..

Pertama, tim Nyegara Gunung dengan topik melestarikan lingkungan gunung dan perairan di Karangasem. Kedua, tim Rare Segara yang fokus pada anak-anak muda di Desa Tulamben dala, melestarikan lingkungan gunung dan perairan.

Ketiga, tim Kakao Lestari tentang petani kakao lestari Jembrana menembus manisnya pasar dunia. Keempat, tim Signing Blue tentang pariwisata bahari berkelanjutan di Bali.

Terakhir tim Mitigasi Erupsi yang meliput kesiapan tanggap bencana warga di Pulau Dewata.

Sebelum peserta melakukan liputan, kami terlebih dulu memberikan pembekalan pada 15 September 2018. Materinya teknik liputan mendalam dan topik-topik yang akan diliput selama beasiswa ini. Kami membahas perbaikan dan pendalaman rencana liputan. Misalnya memperbaiki sudut pandang liputan, pemilihan narasumber, dan jadwal reportase.

Hasil diskusi ini berupa panduan liputan yang menjadi patokan para peserta untuk melakukan liputan.

Selama proses liputan, kami sebagai pengampu beasiswa juga melakukan pendampingan. Selain turut serta ke lapangan juga membahas materi yang mereka tulis.

Tidak hanya tatap muka, pendampingan juga dilakukan melalui aplikasi pesan instan WhatsApp Group sehingga bisa dilakukan secara terus menerus.

Melewati sekitar sebulan proses, lahirlah lima tulisan berikut di BaleBengong lengkap dengan foto-foto dan videonya: Mitigasi Erupsi, Signing Blue, Kakao Lestari, Nyegara Gunung, dan Rare Segara.

Selain hasil berupa karya-karya itu, menurutku juga ada catatan menarik.

Jika diberi kesempatan dan dukungan, anak-anak muda bisa menghasilkan karya jurnalistik bermutu sebagaimana dicontohkan oleh para penerima beasiswa AJW 2018. Di tengah hiruk pikuk banjir informasi di media sosial yang cenderung dangkal, masih ada anak-anak muda yang mau dan mampu menulis dengan mendalam.

Untuk itu perlu ada lembaga yang bisa memberikan dukungan kepada anak-anak muda agar bisa menghasilkan karya bermutu. Hal ini sekaligus untuk melawan maraknya kabar-kabar bohong (hoaks) yang saat ini menjadi salah satu penyakit dalam era banjir informasi saat ini.

Jadi, tahun depan mari kita lanjutkan lagi.

No Comments Yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published.